Teknologi 3D CBCT Bikin Diagnosis Gigi Lebih Presisi, Simak Wajah Klinik Gigi di Indonesia Terkini
- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Inovasi tidak semata-mata berkaitan dengan menghadirkan konsep baru, tetapi harus berjalan bersama peningkatan kualitas layanan.
“Sejak awal, kami ingin tidak hanya dikenal karena konsepnya yang berbeda, tetapi juga karena kualitas layanan yang kami berikan. Karena itu, inovasi bagi kami selalu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas. Mulai dari kompetensi dokter, teknologi yang kami gunakan, hingga standar pelayanan kepada pasien,” ujar drg. Oktri Manessa, Founder OMDC Group dalam keterangan resminya di Jakarta.
“Bagi kami, apa yang sudah dicapai selama 13 tahun bukanlah titik akhir. Justru ini menjadi fondasi untuk berani membangun sesuatu yang lebih besar. Semangatnya tetap sama: terus berinovasi, terus menantang batas, dan terus menciptakan sesuatu yang memberikan pengalaman serta manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” tambahnya.
Pada akhirnya, perkembangan teknologi seperti 3D CBCT menunjukkan bahwa masa depan kedokteran gigi tidak hanya bergantung pada kecanggihan peralatan, tetapi juga pada bagaimana teknologi tersebut digunakan untuk mendukung keputusan klinis yang tepat.
Pencitraan tiga dimensi memberi dokter informasi yang lebih lengkap mengenai kondisi gigi, rahang, dan struktur di sekitarnya, sementara pasien berpotensi memperoleh proses pemeriksaan yang lebih praktis dan terintegrasi.
Di tengah perubahan kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang cepat sekaligus akurat, perpaduan antara kompetensi tenaga medis, teknologi pencitraan, dan pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan pasien menjadi salah satu kunci penting dalam membentuk praktik kedokteran gigi yang semakin modern. (udn)
Load more