Kanker Payudara Bisa Terdeteksi Sebelum Gejala Muncul, Mengapa Pemeriksaan Rutin Tak Boleh Ditunda?
- Gambar ilustrasi AI / Gemini
“Saya beruntung karena kanker saya terdeteksi sejak dini. Namun, saya tidak ingin deteksi dini menjadi sekadar masalah keberuntungan. Kami ingin membantu lebih banyak perempuan mendapatkan kesempatan yang sama melalui pemeriksaan dan deteksi dini. Anda tidak harus merasa sakit untuk melakukan pemeriksaan. Saya merasa baik-baik saja, tetapi pemeriksaan menemukan adanya kanker. Karena ditemukan sejak dini, saya memiliki kesempatan untuk segera mendapatkan penanganan,” ujar Ms. Quek, penyintas kanker payudara.
Mammografi Penting, tetapi Pemeriksaan Perlu Disesuaikan
Mammografi merupakan salah satu metode skrining utama untuk menemukan perubahan pada jaringan payudara sebelum gejala terlihat. USPSTF menyatakan mammografi digital maupun digital breast tomosynthesis atau mammografi 3D merupakan metode yang efektif untuk skrining.
Namun, rekomendasi tersebut berlaku untuk kelompok dengan risiko tertentu dan tidak otomatis menggantikan penilaian dokter pada perempuan dengan risiko tinggi.
WHO juga menekankan bahwa keberhasilan deteksi dini tidak berhenti pada pemeriksaan. Kelainan yang ditemukan harus diikuti evaluasi diagnostik, rujukan, dan pengobatan yang tepat. Dalam kondisi dengan sumber daya terbatas sekalipun, peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai tanda kanker dan akses terhadap diagnosis dapat membantu mempercepat penanganan.
Karena itu, pemeriksaan payudara sebaiknya dipahami sebagai rangkaian proses, bukan sekadar satu kali tes. Usia, riwayat keluarga, kepadatan payudara, riwayat penyakit, serta faktor risiko lain dapat memengaruhi keputusan pemeriksaan dan metode yang digunakan.
Pentingnya Kesadaran Pemeriksaan Rutin Kanker Payudara
Pesan mengenai pentingnya deteksi dini tersebut kemudian menjadi dasar peluncuran Pink Pulse Run 2026 oleh HMI Medical Group bersama Mahkota Medical Centre dan Regency Specialist Hospital dalam rangka Pink October. Kegiatan ini menggandeng Yayasan Daya Dara atau Love Pink Indonesia untuk meningkatkan kesadaran mengenai kesehatan payudara sekaligus memperluas dukungan terhadap pasien dan penyintas.
“Tujuan kami adalah mengubah kesadaran menjadi aksi. Kami ingin lebih banyak perempuan memahami pentingnya deteksi dini, tidak menunda pemeriksaan, dan mengetahui bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi kanker payudara,” ujar Group CEO HMI Medical, Ms. Chin Wei Jia.
Load more