News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Viral Wanita Hirup Kamper di KRL, Begini Bahaya Kamper atau Kapur Barus bagi Kesehatan

Viral wanita hirup kamper di KRL, begini penjelasan dr. Saddam Ismail tentang bahaya kapur barus atau kamper bagi kesehatan.
Jumat, 11 September 2026 - 18:44 WIB
Viral ibu-ibu hirup kamper di KRL
Sumber :
  • X/elsaazhp

tvOnenews.com - Sebuah video yang memperlihatkan seorang penumpang wanita marah-marah sambil menghirup kamper atau kapur barus di dalam KRL tengah menjadi perhatian warganet.

Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 18.30 WIB dalam perjalanan KRL rute Manggarai-Bogor.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penumpang wanita tersebut disebut naik dari Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan. 

Sejumlah pengguna KRL kemudian membagikan video maupun cerita mengenai kejadian tersebut di media sosial karena perilaku penumpang itu dinilai membuat penumpang lain merasa tidak nyaman.

Terlepas dari viralnya kejadian tersebut, muncul pertanyaan mengenai keamanan menghirup aroma kamper atau kapur barus, terutama jika paparannya terjadi dalam jumlah banyak atau dalam waktu yang lama.

Dokter Saddam Ismail sebelumnya pernah menjelaskan mengenai bahaya penggunaan kapur barus yang tidak tepat, terutama karena sejumlah produk kapur barus dapat mengandung naftalena.

Ibu-ibu Hirup Kamper di Transum
Ibu-ibu Hirup Kamper di Transum
Sumber :
  • Threads @dumpwaystomemorize

Kapur Barus Bisa Berbahaya Jika Penggunaannya Tidak Tepat

Kapur barus selama ini banyak digunakan di rumah untuk mengusir serangga, termasuk kecoak, sekaligus membantu mengurangi bau tidak sedap.

Benda tersebut biasanya ditempatkan di kamar mandi, lemari, sepatu, atau area tertentu yang membutuhkan pengharum.

Menurut penjelasan dr. Saddam Ismail, kapur barus umumnya memiliki aroma khas dan tersedia dalam berbagai bentuk serta warna.

Namun, penggunaan kapur barus tetap perlu diperhatikan.

Naftalena, salah satu senyawa yang dapat ditemukan pada produk kapur barus tertentu, dapat memberikan dampak negatif apabila seseorang terpapar dalam jumlah besar atau dalam waktu yang lama.

Berikut sejumlah efek kesehatan yang dijelaskan dr. Saddam Ismail terkait paparan kapur barus secara berlebihan.

1. Keracunan

Paparan naftalena dalam jumlah besar dan dalam waktu lama dapat menyebabkan keracunan.

Dr. Saddam menjelaskan bahwa naftalena memiliki sifat neurotoksik yang dapat memengaruhi sistem saraf pusat.

Dalam kondisi paparan yang berat, seseorang dapat mengalami kebingungan, kesulitan berpikir jernih, gangguan kesadaran, hingga gejala lain yang berkaitan dengan sistem saraf.

2. Gangguan Pernapasan

Paparan dalam jumlah besar juga dapat mengganggu saluran pernapasan.

Beberapa keluhan yang mungkin muncul antara lain pusing, mual, muntah, serta iritasi pada hidung dan tenggorokan.

Dalam kondisi paparan yang lebih berat, seseorang juga dapat mengalami kesulitan bernapas atau sesak napas.

Karena itu, penggunaan kapur barus sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan, terutama di ruangan dengan sirkulasi udara yang buruk.

3. Reaksi Alergi pada Kulit

Bahaya lain yang perlu diperhatikan adalah kemungkinan munculnya reaksi pada kulit apabila terjadi kontak langsung.

Pada orang dengan kulit sensitif, paparan dapat menyebabkan kemerahan, iritasi, maupun peradangan yang dikenal sebagai dermatitis kontak.

Karena itu, kapur barus sebaiknya tidak diletakkan sembarangan hingga mudah bersentuhan langsung dengan kulit.

4. Kejang

Paparan bahan yang mengandung naftalena dalam jumlah besar juga dapat memengaruhi sistem saraf pusat.

Dalam kondisi tertentu, paparan berat dapat memicu kejang.

Dr. Saddam secara khusus mengingatkan agar penggunaan dan penyimpanan kapur barus diperhatikan, terutama ketika terdapat anak-anak di rumah.

5. Kelelahan Ekstrem

Paparan berlebihan juga dapat berkaitan dengan gangguan pada sistem saraf.

Seseorang dapat mengalami rasa lelah, lesu, dan tidak nyaman sehingga aktivitas sehari-hari ikut terganggu.

Namun, keluhan tersebut tentu perlu dilihat berdasarkan tingkat dan durasi paparannya serta kondisi kesehatan masing-masing.

6. Gangguan Keseimbangan

Efek lain yang dijelaskan dr. Saddam adalah gangguan keseimbangan.

Paparan berat dapat memengaruhi sistem saraf sehingga seseorang bisa merasa sempoyongan atau mengalami kesulitan mengendalikan gerakan tubuh.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya menghindari paparan kapur barus secara berlebihan.

Cara Aman Menggunakan Kapur Barus

Meski memiliki sejumlah risiko jika digunakan secara tidak tepat, bukan berarti kapur barus tidak boleh digunakan sama sekali.

dr. Saddam mengingatkan agar penggunaannya dilakukan sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan.

Kapur barus sebaiknya disimpan di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak. Bentuknya yang kecil dan warna-warni berpotensi membuat anak mengira benda tersebut sebagai makanan atau permen.

Selain itu, penggunaan kapur barus di dalam ruangan perlu memperhatikan sirkulasi udara.

Ventilasi yang baik dapat membantu mencegah udara di dalam ruangan terlalu lama terpapar uap dari produk tersebut.

Kapur barus juga sebaiknya tidak diletakkan di dekat sumber panas, seperti api, air panas, atau lokasi yang terkena sinar matahari langsung.

Panas dapat meningkatkan penguapan sehingga paparan melalui udara bisa menjadi lebih tinggi.

Pada akhirnya, viralnya video penumpang KRL yang terlihat menghirup kamper menjadi pengingat bahwa kapur barus bukanlah benda yang sepenuhnya bebas risiko.

Penggunaannya perlu dilakukan sesuai petunjuk produk, tidak berlebihan, dan disimpan dengan aman. Jika seseorang mengalami keluhan setelah terpapar kapur barus dalam jumlah banyak, sebaiknya segera menjauh dari sumber paparan dan mendapatkan pertolongan medis. (gwn)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kejar Target Swasembada Gula Dua Tahun, Peremajaan Sistem Ratoon Tebu Diperluas ke Jatim‑Jateng

Kejar Target Swasembada Gula Dua Tahun, Peremajaan Sistem Ratoon Tebu Diperluas ke Jatim‑Jateng

Salah satu langkah utama yang digenjot adalah program peremajaan sistem ratoon tebu, yang kini diperluas ke sentra‑sentra produksi di Jawa Timur dan Jawa Tengah, dengan pelaksanaan terbaru di Kabupaten Klaten.
Mangkir Dua Kali, KPK "Belum Berniat" Layangkan Panggilan Ulang ke Nusron Wahid

Mangkir Dua Kali, KPK "Belum Berniat" Layangkan Panggilan Ulang ke Nusron Wahid

KPK belum berniat melakukan pemanggilan ulang terhadap Menteri ATR/BPN Nusron Wahid. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan saat ini KPK hanya tengah melakukan analisis terkait alasan Nusron Wahid tak memenuhi dua panggilan pemeriksaannya sebagai saksi.
Wardatina Mawa Pertanyakan Niat Inara Rusli Beri Kado untuk Anaknya: Untuk Apa?

Wardatina Mawa Pertanyakan Niat Inara Rusli Beri Kado untuk Anaknya: Untuk Apa?

Wardatina Mawa menanggapi Inara Rusli beri kado untuk anaknya. Ia mempertanyakan maksud pemberian tersebut dan menyinggung soal permintaan maaf.
Megawati Hangestri Berpeluang Cetak Rekor Sempurna di Liga Voli Korea, IBK Altos Jadi Ujian Pertama Bersama Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri Berpeluang Cetak Rekor Sempurna di Liga Voli Korea, IBK Altos Jadi Ujian Pertama Bersama Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri berpeluang mencatatkan rekor saat debut bersama Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea 2026-2027. Catatan impresif tersebut bisa ia bukukan saat laga perdana melawan IBK Altos pada Selasa (3/11/2026) pukul 17.00 WIB.
Persija Jakarta Tanpa Shin Tae-yong di Laga Kontra PSMS Medan, Aqil Savik Tetap Suara Optimisme

Persija Jakarta Tanpa Shin Tae-yong di Laga Kontra PSMS Medan, Aqil Savik Tetap Suara Optimisme

Kiper Persija Jakarta, Aqil Savik, tetap optimistis jelang laga kontra PSMS Medan di I.League Cup 2026-2027. Pelatih Shin Tae-yong tidak akan ikut bersama skuad pada laga ini.
Dana White Akhirnya Buka Suara soal Potensi Duel Alexander Volkanovski vs Justin Gaethje

Dana White Akhirnya Buka Suara soal Potensi Duel Alexander Volkanovski vs Justin Gaethje

Dana White akhirnya buka suara mengenai peluang duel Alexander Volkanovski melawan Justin Gaethje setelah sang juara kelas bulu UFC mengungkapkan keinginannya.

Trending

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Setelah mendapat intimidasi dari OTK, Herri Pras mengutip hadis Bukhari Muslim soal definisi orang kuat yang mampu menahan amarahnya, bukan yang jago bertarung.
Komdis PSSI Resmi Sanksi Persib Bandung Akibat Tak Punya Dokter Tim, Bagaimana AFC?

Komdis PSSI Resmi Sanksi Persib Bandung Akibat Tak Punya Dokter Tim, Bagaimana AFC?

Komdis PSSI memutuskan Persib bersalah dalam pertandingan Super League antara Madura United melawan Persib Bandung karena tak didampingi oleh dokter tim pada 22 Oktober 2026 lalu. 
Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Di bawah asuhan David Nascimento, Timnas Indonesia U-17 mencatatkan statistik mentereng jelang kompetisi penentuan menuju level Asia. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT