Health is Wealth, Nyeri Tangan hingga Kesemutan Tak Selalu karena Usia, Kapan Harus Diperiksa?
- Gambar ilustrasi AI / Gemini
tvOnenews.com - Health is Wealth. Ungkapan tersebut semakin relevan ketika kesehatan dipandang bukan sekadar persoalan ketika seseorang jatuh sakit, tetapi bagian penting dari kualitas hidup. Kondisi tubuh yang baik memungkinkan seseorang bekerja, beraktivitas, mengambil keputusan, hingga menikmati kehidupan sehari-hari dengan lebih optimal.
Kesadaran tersebut juga membuat edukasi kesehatan menjadi penting. Tidak semua keluhan fisik harus langsung dianggap sebagai penyakit serius, tetapi sejumlah gejala yang berulang atau mengganggu aktivitas sebaiknya tidak diabaikan. Salah satunya adalah keluhan pada tangan berupa nyeri, kebas, kesemutan, atau kekakuan.
Gejala tersebut cukup mudah dianggap sebagai dampak kelelahan atau pertambahan usia. Padahal, keluhan pada tangan dapat memiliki beragam penyebab dan dalam kondisi tertentu membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Karena itu, kemampuan mengenali perubahan pada tubuh dan mengetahui kapan harus berkonsultasi dengan dokter menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan secara preventif.
Nyeri Tangan Tak Selalu Sekadar Faktor Usia
Keluhan seperti tangan terasa sakit, kebas, kesemutan, atau kaku dapat muncul dalam aktivitas sehari-hari. Bagi sebagian orang, kondisi tersebut mungkin hanya berlangsung sementara. Namun, ketika keluhan berulang, semakin mengganggu, atau memengaruhi kemampuan menggunakan tangan, pemeriksaan medis dapat menjadi langkah yang perlu dipertimbangkan.
Persoalannya, banyak orang baru mencari pertolongan ketika gejala sudah mengganggu pekerjaan atau aktivitas sehari-hari. Padahal, mengenali tanda-tanda sejak awal dapat membantu seseorang memahami kondisi tubuhnya dengan lebih baik.
Hal inilah yang menjadi perhatian dalam sesi edukasi kesehatan yang digelar pada 4 September 2026 di Jakarta. Kegiatan tersebut menghadirkan Dr. Ravindran A/L Thuraisingham, Dokter Spesialis Bedah Tangan dan Mikro dari Sunway Medical Centre, Sunway City, Kuala Lumpur.
Mengangkat tema “Nyeri Tangan Bukan Sekadar Faktor Usia, Kapan Harus Mulai Khawatir?”, sesi tersebut membahas berbagai keluhan pada tangan, mulai dari nyeri, kebas, kesemutan hingga kekakuan. Edukasi juga diarahkan untuk membantu peserta memahami kapan keluhan tersebut perlu mendapatkan perhatian medis dan kapan konsultasi dengan dokter spesialis diperlukan.
Topik ini dinilai relevan terutama bagi entrepreneur, pemimpin bisnis dan profesional berusia 45 tahun ke atas yang memiliki aktivitas kerja tinggi. Kondisi fisik yang terganggu, termasuk masalah pada tangan, dapat berpengaruh terhadap produktivitas apabila tidak ditangani dengan tepat.
Selain meningkatkan literasi kesehatan, kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap layanan medis di luar negeri juga menjadi bagian dari perkembangan layanan kesehatan saat ini. Perjalanan untuk mendapatkan pemeriksaan atau perawatan di negara lain membutuhkan persiapan yang berbeda dibandingkan layanan kesehatan di dalam negeri.
Pasien internasional tidak hanya membutuhkan akses terhadap dokter dan fasilitas medis. Informasi sebelum kedatangan, transportasi, akomodasi, penerjemah, hingga koordinasi selama berada di rumah sakit juga dapat menjadi bagian dari perjalanan pasien.
“Melalui kemitraan ini, kami berharap dapat memberikan pilihan tambahan bagi nasabah yang membutuhkan layanan kesehatan di Malaysia, sekaligus memastikan bahwa perjalanan pasien, mulai dari akses informasi hingga mendapatkan layanan di rumah sakit, dapat berlangsung dengan lebih nyaman dan terkoordinasi,” ujar Sunway Healthcare Group Managing Director, Hospital and Healthcare Operations, Dr. Khoo Chow Huat, melansir dari Antara.
Menurutnya, akses tersebut didukung tenaga medis berpengalaman, teknologi medis modern, serta layanan spesialis dan subspesialis. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa perjalanan pasien internasional tidak hanya berkaitan dengan tindakan medis, tetapi juga bagaimana pasien memperoleh informasi dan dukungan sejak sebelum datang hingga mendapatkan layanan di rumah sakit.
Kebutuhan terhadap edukasi kesehatan dan kemudahan akses layanan tersebut kemudian menjadi dasar kerja sama antara PT Bank Maybank Indonesia Tbk. dan jaringan rumah sakit Sunway Medical Centre di Malaysia. Melalui kerja sama ini, nasabah yang memenuhi ketentuan dapat memperoleh manfaat berupa pemeriksaan kesehatan tanpa biaya untuk paket tertentu maupun potongan harga paket pemeriksaan.
Tersedia pula dukungan bagi pasien internasional, termasuk transportasi dari dan menuju bandara, hotel, serta rumah sakit, fasilitas menginap dan dukungan penerjemah sesuai ketentuan yang berlaku.
- Antara
“Dengan dukungan dan pengalaman dalam melayani pasien internasional, kemitraan ini memberikan pilihan tambahan bagi nasabah untuk mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas dan terintegrasi. Kami ingin Maybank Premier tidak hanya menjadi mitra dalam pengelolaan keuangan, tetapi juga dapat mendampingi nasabah dalam berbagai aspek kehidupan yang penting bagi mereka. Kolaborasi ini merupakan salah satu upaya kami untuk memberikan akses dan manfaat yang semakin relevan, termasuk dalam mendukung kebutuhan kesehatan dan kualitas hidup nasabah,” ujar Direktur Community Financial Services Maybank Indonesia Bianto Surodjo.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari pendekatan “Health is Wealth”, yakni melihat kesehatan sebagai aspek yang tidak terpisahkan dari kualitas hidup.
Di sisi lain, sesi edukasi mengenai nyeri tangan menunjukkan bahwa menjaga kesehatan tidak selalu dimulai dari pengobatan, tetapi juga dari kemampuan mengenali gejala, memahami risikonya, dan mengetahui kapan seseorang perlu mencari bantuan medis. (udn)
Load more