Tangan Sering Kesemutan Saat Malam Hari? Kenali Bedanya Carpal Tunnel Syndrome dan Gangguan Saraf Leher
- Gambar ilustrasi AI / Gemini
tvOnenews.com - Pernah terbangun tengah malam karena tangan tiba-tiba terasa kesemutan, kebas, atau seperti ditusuk-tusuk jarum? Keluhan tersebut memang sering terlihat sepele.
Banyak orang langsung mengaitkannya dengan posisi tidur yang membuat tangan tertindih atau aliran darah yang sementara terganggu. Jika rasa tidak nyaman hilang setelah tangan digerakkan, keluhan pun kerap dilupakan.
Padahal, kesemutan yang berulang memiliki cerita yang berbeda. Apalagi jika keluhan mulai muncul semakin sering, membuat seseorang terbangun pada malam hari, atau disertai rasa lemah ketika menggenggam benda. Kondisi seperti ini dapat berkaitan dengan gangguan pada saraf dan perlu dilihat berdasarkan lokasi serta pola gejalanya.
Dua penyebab yang dapat memberikan keluhan serupa adalah Carpal Tunnel Syndrome atau CTS dan gangguan saraf yang berasal dari leher, salah satunya radikulopati servikal.
Keduanya sama-sama dapat menyebabkan kesemutan dan kebas pada tangan, tetapi saraf yang mengalami gangguan berada di lokasi berbeda. Karena itu, sekadar mengetahui bahwa tangan terasa kesemutan belum cukup untuk menentukan penyebabnya.
Kesemutan Malam Hari Sering Berkaitan dengan Saraf Pergelangan
Carpal Tunnel Syndrome terjadi ketika saraf median mengalami tekanan di area pergelangan tangan. Saraf ini melewati sebuah ruang sempit yang disebut carpal tunnel dan berperan memberikan sensasi pada ibu jari, telunjuk, jari tengah, serta sebagian jari manis.
Menurut National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases (NIAMS) di Amerika Serikat, gejala CTS biasanya berkembang secara perlahan. Kesemutan atau mati rasa terutama muncul pada ibu jari, telunjuk, dan jari tengah. Gejala juga sering pertama kali muncul pada malam hari dan dapat membaik pada siang hari.
Pola tersebut juga terlihat dalam panduan American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS). Keluhan CTS dapat memburuk pada malam hari dan ketika seseorang melakukan aktivitas tertentu dengan tangan atau pergelangan. Pada kondisi yang lebih lanjut, gangguan dapat menyebabkan kelemahan tangan dan kesulitan melakukan pekerjaan yang membutuhkan gerakan halus.
Data dari negara maju menunjukkan bahwa CTS bukan gangguan yang jarang terjadi. Analisis National Health Interview Survey di Amerika Serikat menemukan prevalensi CTS yang didiagnosis dokter selama 12 bulan sebesar 3,1 persen pada pekerja saat ini atau yang baru bekerja. Angka tersebut setara dengan sekitar 4,8 juta pekerja pada 2010.
Load more