News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Keseringan Tanya ChatGPT Bisa Sebabkan Ketergantungan? Ini Kata Dokter Spesialis Kejiwaan

Dokter Faradila Keiko, Spesialis Kedokteran Jiwa menjelaskan bagaimana efek dari seseorang yang ketergantungan dengan platform AI ChatGPT dari sisi kesehatan.
Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:43 WIB
Ilustrasi seseorang sedang memanfaatkan ChatGPT
Sumber :
  • Ilustrated by ChatGPT

tvOnenews.com — Penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), seperti ChatGPT yang terlalu berlebihan bisa menyebabkan ketergantungan.

Hal ini disampaikan Dokter Faradila Keiko, Spesialis Kedokteran Jiwa dalam acara Hidup Sehat tvOne yang menjelaskan alasannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Platform AI ChatGPT semakin menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari mencari informasi, membantu pekerjaan, hingga menjadi tempat untuk mencurahkan perasaan, teknologi ini menawarkan kemudahan yang dapat diakses kapan saja.

Namun, di balik berbagai manfaatnya, muncul pertanyaan mengenai dampak penggunaan AI terhadap kesehatan mental. Apakah terlalu sering bertanya kepada ChatGPT bisa memicu ketergantungan?

Dokter Keiko Faradila, spesialis kedokteran jiwa, menjelaskan bahwa ketergantungan terhadap AI merupakan fenomena yang mungkin terjadi. Meski demikian, penggunaan AI tidak serta-merta membuat seseorang mengalami adiksi.

“Ini bisa jadi fakta ya. Tapi perlu digaris bawahi ini enggak selalu terjadi kalau misalnya kita pakai AI pasti ketergantungan, itu enggak,“ kata Faradila Keiko dalam program Hidup Sehat tvOne, 13 Agustus 2025.

Dokter Keiko Faradila bahas bahaya ketergantungan ChatGPT
Dokter Keiko Faradila bahas bahaya ketergantungan ChatGPT
Sumber :
  • YouTube Hidup Sehat tvOne

Menurut sang Spesialis Kedokteran Jiwa tersebut, fenomena ketergantungan terhadap ChatGPT hampir sama bahayanya dengan adiksi narkoba.

“Biasanya pada orang-orang yang memang punya masalah mental, masalah emosional, misalnya dia ada depresi, ada kecemasan, dia bisa berusaha lari nih kabur dari perasaan enggak nyaman itu. Dia akan mencari cara coping untuk mengatasi pikiran negatif, emosi yang enggak nyaman,“ jelasnya.

“Sebenarnya sih fenomena ini mirip ya dengan ketergantungan narkoba misalnya atau ketergantungan internet. Tapi dalam hal ini itu bisa juga terjadi pada AI,“ lanjut Faradila Keiko.

Dokter Keiko menjelaskan, seseorang yang mengalami persoalan kesehatan mental, seperti depresi atau kecemasan, dapat mencari berbagai cara untuk menghindari perasaan negatif yang muncul.

Dalam kondisi tersebut, AI berpotensi menjadi salah satu sarana untuk mengatasi ketidaknyamanan emosional. Seseorang mungkin merasa lebih tenang setelah mendapatkan respons dari AI, sehingga terdorong untuk kembali menggunakannya setiap kali menghadapi masalah.

Jika pola tersebut berlangsung berulang kali, penggunaan AI berisiko berkembang menjadi kebiasaan yang sulit dikendalikan.

“Iya, sebenarnya sih ini prinsip ketergantungan atau adiksi secara umum ya. Jadi ketika seseorang punya emosi yang enggak nyaman, entah itu cemas, marah, atau memang dia ada depresi yang mendasari, kita kan tentunya enggak enak ya kalau terus-terusan ngerasa cemas, ngerasa sedih. Kita akan cari cara tuh gimana caranya untuk ngatasin hal itu,“ ujar si dokter.

Ilustrasi seorang pelajar mengerjakan soal matematika dengan bantuan ChatGPT
Ilustrasi seorang pelajar mengerjakan soal matematika dengan bantuan ChatGPT
Sumber :
  • Ilustrated by ChatGPT

Dokter Keiko menerangkan bahwa pada dasarnya, manusia akan berusaha mencari cara untuk meredakan emosi yang tidak menyenangkan. Cara yang dipilih bisa berbeda-beda, bergantung pada kondisi dan kebiasaan masing-masing individu.

Sebagian orang memilih aktivitas yang lebih sehat, seperti berolahraga, berbincang dengan teman, atau membangun hubungan sosial. Namun, ada pula yang cenderung memilih cara yang memberikan kelegaan secara cepat.

Dalam konteks penggunaan teknologi, media sosial dan AI dapat menjadi bagian dari pola tersebut. Ketika seseorang merasa lebih baik setelah berinteraksi dengan teknologi, ia mungkin terdorong untuk mengulanginya setiap kali mengalami tekanan emosional.

“Kalau misalnya cara sehat, kita bisa olahraga, kita bisa sosialisasi sama orang lain. Tapi kalau ada orang-orang tertentu yang menggunakan cara yang instan. Kalau pakai misalnya pakai narkoba itu kan secara instan bikin senang, bikin euforia atau bisa tenang,“ bebernya.

“Terus kalau misalnya kita buka sosial media kita kan langsung efeknya tuh di otak sebenarnya mirip sama narkoba. Ada peningkatan zat kimia yang bikin kita senang gitu. Nah AI ini kita kan kalau nanya apapun dia akan jawab dia ada kapanpun untuk kita. Fenomena ketergantungan ini juga bisa terjadi pada AI,“ ungkap Dokter Keiko.

Pada akhirnya, penggunaan ChatGPT tidak selalu berujung pada ketergantungan. Risiko tersebut lebih berkaitan dengan cara seseorang memanfaatkan teknologi, kondisi emosional yang mendasarinya, serta sejauh mana kebiasaan itu memengaruhi kehidupan sehari-hari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

BNPB Pastikan Riau Sudah Tidak Ada Titik Api, Penanganan Karhutla Fokus di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan

BNPB Pastikan Riau Sudah Tidak Ada Titik Api, Penanganan Karhutla Fokus di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan

BNPB memastikan sudah tidak ada lagi titik api yang terjadi di wilayah Riau dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). BNPB menegaskan bahwa operasi penanganan karhutla telah dilaksanakan dengan optimal secara nasional.
Antonio Conte Siap Gantikan Michael Carrick, Manchester United Ganti Pelatih usai Dipermalukan di Liga Champions

Antonio Conte Siap Gantikan Michael Carrick, Manchester United Ganti Pelatih usai Dipermalukan di Liga Champions

Jurnalis Italia mengklaim bahwa Antonio Conte berminat dan siap untuk menangani Manchester United. Perubahan pelatih mungkin terjadi setelah kekalahan 0-2 dari Atletico Madrid di Liga Champions.
Polri Tetapkan 223 Orang dan 9 Korporasi Jadi Tersangka Kasus Karhutla

Polri Tetapkan 223 Orang dan 9 Korporasi Jadi Tersangka Kasus Karhutla

Polri menetapkan sebanyak 223 orang dan 9 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia.
Bukan Sekadar Tarian Massal, Gandrung Sewu 2026 Hadir dengan Konsep Baru, Ribuan Penari Siap Tampil

Bukan Sekadar Tarian Massal, Gandrung Sewu 2026 Hadir dengan Konsep Baru, Ribuan Penari Siap Tampil

Festival Gandrung Sewu 2026 di Banyuwangi, Jawa Timur, siap menghadirkan pengalaman berbeda bagi masyarakat dan wisatawan. Catat tanggal dan rangkaian acaranya!
Mengenal Martha Tilaar, Sosok Pendiri Kosmetik Sariayu yang Meninggal Dunia di Usia 89 Tahun

Mengenal Martha Tilaar, Sosok Pendiri Kosmetik Sariayu yang Meninggal Dunia di Usia 89 Tahun

Kepergian Martha Tilaar di usianya yang ke-89 tahun pada Rabu (14/10/2026) meninggalkan sejumlah warisan, baik di dunia kecantikan tradisional hingga pendidikan
Libas Galatasaray 4-1, Barcelona Cetak Rekor Terburuk Sepanjang Masa meski Catatkan 10 Kemenangan Beruntun Musim Ini

Libas Galatasaray 4-1, Barcelona Cetak Rekor Terburuk Sepanjang Masa meski Catatkan 10 Kemenangan Beruntun Musim Ini

Barcelona berhasil meraih kemenangan ke-10-nya secara beruntun di musim ini dengan menjungkalkan Galatasaray. Namun, tim asuhan Hansi Flick justru mencatatkan rekor minor.

Trending

Zhong Hui Melesat di Top Skor KOVO Cup 2026, Jadi Satu-satunya Pemain Kuota Asia di Papan Atas

Zhong Hui Melesat di Top Skor KOVO Cup 2026, Jadi Satu-satunya Pemain Kuota Asia di Papan Atas

Pemain asing Red Sparks, Zhong Hui melesat ke papan atas top skor KOVO Cup 2026. Hasil apik ini ia raih usai mengantarkan klubnya meraih kemenangan perdana.
Cetak 73 Poin dalam Dua Laga, Rival Baru Megawati Hangestri Mendapat Julukan Ini dari Media Korea

Cetak 73 Poin dalam Dua Laga, Rival Baru Megawati Hangestri Mendapat Julukan Ini dari Media Korea

Rival baru Megawati Hangestri, Yency Kindelan, tampil menggila di KOVO Cup 2026 dengan mencetak 73 poin dalam dua pertandingan. Performa impresif jadi sorotan.
Jadwal KOVO Cup 2026, Rabu 14 Oktober: Megawati Hangestri Turun Gunung, Ada Hyundai Hillstate Vs Expressway Hi-Pass

Jadwal KOVO Cup 2026, Rabu 14 Oktober: Megawati Hangestri Turun Gunung, Ada Hyundai Hillstate Vs Expressway Hi-Pass

Jadwal KOVO Cup 2026 hari ini Rabu (14/10/2026), Megawati Hangestri dan skuad Hyundai Hillstate akhirnya akan unjuk gigi di laga perdana mereka di turnamen pramusim ini.
Bukan Cuma Bareskrim, Kapolri Juga Geser Deretan Kapolresta dan Kirim Jenderal ke BIN, Ini Daftar Lengkapnya

Bukan Cuma Bareskrim, Kapolri Juga Geser Deretan Kapolresta dan Kirim Jenderal ke BIN, Ini Daftar Lengkapnya

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto kembali merombak jajaran kepemimpinannya dengan menggulirkan mutasi terhadap sejumlah perwira tinggi (pati) Polri dan perwira menengah (pamen).
Cara Nonton Aksi Megawati Hangestri di KOVO Cup 2026, Hyundai Hillstate Lawan Expressway Hi-Pass Hari Ini

Cara Nonton Aksi Megawati Hangestri di KOVO Cup 2026, Hyundai Hillstate Lawan Expressway Hi-Pass Hari Ini

Berikut cara nonton live streaming KOVO Cup 2026, Megawati Hangestri dan kawan-kawan akan memulai perjuangannya bersama Hyundai Hillstate saat melawan Expressway Hi-Pass di laga perdana.
Baru Beberapa Kali Latihan di Hillstate, Megawati Hangestri Langsung Bikin Setter Timnas Korea Terpukau

Baru Beberapa Kali Latihan di Hillstate, Megawati Hangestri Langsung Bikin Setter Timnas Korea Terpukau

Megawati Hangestri langsung mendapatkan pujian dari setter andalan Hyundai Hillstate, Kim Da-in, meski baru menjalani latihan bersama selama beberapa hari. 
Hajime Moriyasu Masuk Kandidat Pelatih Timnas Malaysia, FAM Bidik Piala Dunia 2030

Hajime Moriyasu Masuk Kandidat Pelatih Timnas Malaysia, FAM Bidik Piala Dunia 2030

Pelatih Timnas Jepang, Hajime Moriyasu, dikabarkan masuk radar Timnas Malaysia untuk proyek menuju Piala Dunia 2030. Namun, FAM menegaskan belum ada kontrak.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT