News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kok Bisa Konten Pendek Menyebabkan Brain Rot? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Konten pendek yang dikonsumsi berlebihan bisa memicu Brain Rot. Guru Besar UI menjelaskan kaitannya dengan dopamin, kecanduan scrolling, dan dampak bagi otak.
Selasa, 3 November 2026 - 10:00 WIB
Ilustrasi Pria Menonton Konten Pendek
Sumber :
  • Dibuat oleh ChatGPT

Ia menjelaskan bahwa konten yang cepat berganti dan penuh kejutan dapat membuat seseorang terus mencari stimulasi berikutnya. Akibatnya, kebiasaan scrolling berulang bisa berkembang menjadi pola penggunaan digital yang sulit dikendalikan.

"Setiap kita scroll, lihat video lucu, dapat konten baru, otak kasih reward kecil. Masalahnya, konten brain rot itu super cepat, penuh kejutan, jadi timbul lonjakan dopamin terus-menerus. Hasilnya, otak memberi sinyal kalau mau senang, scroll lagi. Terbentuk kecanduan digital," jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dampak Brain Rot terhadap Fokus dan Daya Ingat

Selain berpotensi membuat seseorang terus scrolling, Brain Rot juga dikaitkan dengan perubahan kebiasaan dalam menerima dan mengolah informasi.

Menurut Prof. Zulys, otak manusia pada dasarnya dirancang untuk fokus dan melakukan pemikiran mendalam. Namun, paparan informasi yang terlalu cepat dan terus berganti dapat membuat seseorang lebih sulit mempertahankan perhatian.

"Apa yang terjadi di otak? Otak kita sebenarnya dirancang untuk fokus berpikir mendalam, tapi brain rot melakukan sebaliknya. Terlalu banyak informasi menyebabkan plenger, rentang fokus perhatian rusak. Tidak tahan nonton video lebih dari satu menit, daya ingat melemah, informasi tidak masuk ke ingatan panjang, sulit membuat keputusan, sering jadi lebih reaktif, kurang reflektif," ungkapnya.

Kondisi tersebut dapat membuat seseorang lebih mudah bosan ketika harus mengerjakan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi dalam waktu lama. Misalnya, membaca buku, belajar, atau menyelesaikan pekerjaan yang memerlukan pemikiran mendalam.

Dampak Brain Rot bagi Anak dan Remaja

Fenomena Brain Rot juga perlu mendapat perhatian khusus ketika terjadi pada anak-anak dan remaja. Sebab, pada usia tersebut, otak masih berada dalam tahap perkembangan sehingga kebiasaan mengonsumsi konten digital perlu diperhatikan.

Prof. Zulys menyebut paparan konten yang terlalu cepat dan dangkal berpotensi mengganggu kebiasaan belajar serta kemampuan mengelola emosi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Apa dampaknya? Ini yang paling bahaya karena otak masih berkembang. Dampaknya sulit fokus belajar, cepat bosan, ketergantungan gadget, gangguan emosi, bahkan risiko depresi meningkat," jelas Prof. Zulys.

Ia juga mengingatkan bahwa dampak jangka panjang dari kebiasaan tersebut perlu diwaspadai karena berpotensi memengaruhi perkembangan kecerdasan.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kabar Duka, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Maluku Gindo Ginting Meninggal Dunia

Kabar Duka, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Maluku Gindo Ginting Meninggal Dunia

Kabar duka, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Maluku Gindo Ginting meninggal dunia. Dilansir dari berbagai sumber, Gindo pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh.
Menakar Standar Keselamatan dan Kemewahan Berkelas Kenegaraan Hongqi E-HS9

Menakar Standar Keselamatan dan Kemewahan Berkelas Kenegaraan Hongqi E-HS9

Berbekal rating lima bintang Euro NCAP 2025, Hongqi E-HS9 mengintegrasikan struktur bodi berkekuatan ekstra, teknologi bantu pengemudi, dan sistem pengaman baterai tingkat tinggi.
Indonesia Tak Bisa Pertahankan Tradisi Emas Voli Pantai Putra di SEA Games 2027, Ini Penyebabnya

Indonesia Tak Bisa Pertahankan Tradisi Emas Voli Pantai Putra di SEA Games 2027, Ini Penyebabnya

Indonesia tak memiliki kesempatan mempertahankan medali emas dari cabang olahraga (cabor) voli pantai putra di SEA Games 2027. Pasalnya cabor tersebut kini tidak tercantum dalam daftar pertandingan final yang disahkan Federasi SEA Games (SEAGF).
Bahlil Ubah Aturan Izin Tambang, Pengusaha Daerah Kini Dapat Prioritas

Bahlil Ubah Aturan Izin Tambang, Pengusaha Daerah Kini Dapat Prioritas

Bahlil mengubah aturan izin tambang dengan memprioritaskan pengusaha daerah, UMKM, koperasi, dan BUMD agar ikut mengelola kekayaan alam.
Melbourne Victory Terkejut Bobotoh Invasi Australia, Beri Jatah Tiket Tambahan untuk Persib

Melbourne Victory Terkejut Bobotoh Invasi Australia, Beri Jatah Tiket Tambahan untuk Persib

Melbourne Victory akan menghadapi Persib Bandung dalam laga pekan keempat AFC Champions League Two 2026-2027. Pertandingan akan digelar di Stadion Rectangular Melbourne, pada Rabu (4/3/2026). 
Michael Carrick Ogah Cemaskan Sikap Lisandro Martinez Jelang Manchester United Hadapi AS Roma

Michael Carrick Ogah Cemaskan Sikap Lisandro Martinez Jelang Manchester United Hadapi AS Roma

Pelatih Manchester United, Michael Carrick, ogah mencemaskan sikap Lisandro Martinez menjelang laga kontra AS Roma. Dia meyakini bahwa komitmen sang bek tengah bukanlah masalah.

Trending

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Di bawah asuhan David Nascimento, Timnas Indonesia U-17 mencatatkan statistik mentereng jelang kompetisi penentuan menuju level Asia. 
DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mendesak Kapolri agar tidak segan memberhentikan pejabat kepolisian yang bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Presiden FAM Sebut Tujuh Pemain Keturunan Ilegal yang Selesaikan Sanksi FIFA Adalah Rakyat Malaysia

Presiden FAM Sebut Tujuh Pemain Keturunan Ilegal yang Selesaikan Sanksi FIFA Adalah Rakyat Malaysia

Presiden FAM yang juga CEO Liga Malaysia (MFL) ini memastikan para pemain tersebut tetap berstatus sebagai rakyat Malaysia setelah masa sanksi mereka resmi berakhir pada 1 November 2026 lalu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT