GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Apa Menu Makan Malam Anda, Gulai Jeroan Sapi atau Kambing? Hati-hati Guru Besar Ini Paparkan Bahayanya Bagi Usia di Atas 40

Guru besar di bidang Gizi Masyarakat Ali Khomsan mengatakan pada usia di atas 40 an ini tubuh sudah tidak mempunyai kemampuan untuk melakukan proses metabolisme dari makanan seperti jeroan.
Rabu, 21 September 2022 - 18:10 WIB
Ilustrasi - Soto Jeroan Sapi
Sumber :
  • tim tvonenews/ist

Jakarta - Ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Ali Khomsan mengatakan penderita kolesterol tinggi dan asam urat harus waspada dalam mengonsumsi jeroan karena bisa menyebabkan serangan jantung dan stroke.

“Benar-benar harus dijauhi oleh orang-orang yang sudah diindikasikan oleh dokter asam uratnya tinggi atau kolesterolnya tinggi sehingga berpotensi akan terjadi serangan jantung atau stroke,” kata Ali Khomsan, di Jakarta, Rabu (21/9/2022).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penderita asam urat dan kolesterol tinggi, menurut Ali, banyak diderita oleh usia paruh baya di atas empat puluh tahun. Pada usia ini tubuh sudah tidak mempunyai kemampuan untuk melakukan proses metabolisme dari makanan seperti jeroan.

Namun usia muda juga bisa terkena penyakit  tersebut jika membiasakan diri mengonsumsi makanan seperti jeroan secara berlebihan.

“Ketika orang muda membiasakan diri makan jeroan dan menjadi bagian dari kebiasaan hidupnya, maka mungkin dia akan terkena serangan jantung atau kena penyakit asam urat dalam waktu umur yang belum terlalu tua,” ucapnya.

Direbus & Dikukus Lebih Baik

(Ilustrasi. Tengkleng Kambing dan Jeroan. Sumber: tvonenews/ist)

Guru besar di bidang Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga Fakultas Pertanian IPB itu mengatakan, mengolah jeroan dengan cara direbus atau dikukus lebih disarankan karena bisa mempertahankan nilai gizi lebih baik dibanding dengan cara digoreng.

“Kalau perebusan seperti kita membuat pepes, itu suhunya tidak terlalu tinggi sehingga dia bisa mempertahankan nilai gizi lebih baik dibandingkan kalau penggorengan,” jelas Ali.

Ia menjelaskan jika proses pemasakan dengan menggoreng suhunya bisa mencapai 180 derajat celcius, sehingga bisa merusak nilai gizi lebih tinggi.

Namun menurut Ali, setiap proses pemasakan pasti akan mengurangi nilai gizi, baik protein atau vitamin, sebanyak 20 sampai 30 persen. Hal ini wajar karena manusia cenderung menginginkan makanan yang mudah dicerna, enak dan tidak menyulitkan proses pengunyahan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Proses pengempukan itu kan terjadi karena pemanasan, jadi kalo berkurangnya protein 20 sampai 30 persen hal yang biasa dalam proses pemasakan. Demikian pula hilangnya vitamin-vitamin tertentu,” ucap Ali. (ant/ito)


 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Permintaan Maaf MC Lomba Cerdas Cermat MPR Dinilai Tak Cukup, Bunda Corla dan Netizen: Buat Video

Permintaan Maaf MC Lomba Cerdas Cermat MPR Dinilai Tak Cukup, Bunda Corla dan Netizen: Buat Video

Permintaan maaf Shindy Lutfiana MC Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Kalimantan Barat dinilai tak cukup, netizen hingga Bunda Corla minta untuk buat video.
Budaya Kerja Sehat Berdampak Besar pada Produktivitas Perusahaan di Era Digital? Ini Alasannya

Budaya Kerja Sehat Berdampak Besar pada Produktivitas Perusahaan di Era Digital? Ini Alasannya

MetaDesk: Budaya kerja kini menjadi indikator penting dalam menilai daya saing perusahaan, bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga regional. Fenomena ini terlihat jelas di sejumlah perusahaan
DPR: Polri Harus Tindak Tegas Premanisme dan Begal yang Ganggu Masyarakat

DPR: Polri Harus Tindak Tegas Premanisme dan Begal yang Ganggu Masyarakat

Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, M. Sarmuji menyoroti maraknya aksi begal dan premanisme yang terjadi di berbagai daerah sepanjang Mei 2026.
DPR Warning BPS soal Sensus Ekonomi 2026: Data Harus Valid Sesuai Fakta

DPR Warning BPS soal Sensus Ekonomi 2026: Data Harus Valid Sesuai Fakta

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati memberi peringatan kepada Badan Pusat Statistik (BPS) terkait pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
TVRI Buka Suara Usai Disorot DPR soal Lokasi Nobar Piala Dunia 2026 yang Tak Merata

TVRI Buka Suara Usai Disorot DPR soal Lokasi Nobar Piala Dunia 2026 yang Tak Merata

Anggota Komisi VII DPR RI, Izzuddin Alqassam Kasuba menyoroti rencana nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 yang dinilai belum berpihak pada kawasan Indonesia Timur.
Soroti Maraknya Judol dan Lemahnya Pengawasan WNA, DPR Khawatir Judi Online Rusak Siswa SD

Soroti Maraknya Judol dan Lemahnya Pengawasan WNA, DPR Khawatir Judi Online Rusak Siswa SD

Anggota Komisi III DPR RI, Adang Daradjatun menyoroti maraknya praktik judi online (Judol) yang kini telah menyasar anak-anak usia sekolah dasar (SD).

Trending

Permintaan Maaf MC Lomba Cerdas Cermat MPR Dinilai Tak Cukup, Bunda Corla dan Netizen: Buat Video

Permintaan Maaf MC Lomba Cerdas Cermat MPR Dinilai Tak Cukup, Bunda Corla dan Netizen: Buat Video

Permintaan maaf Shindy Lutfiana MC Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Kalimantan Barat dinilai tak cukup, netizen hingga Bunda Corla minta untuk buat video.
Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

MC yang bertugas dalam Lomba Cerdas Cermat yang diselenggarakan MPR mengalami pemutusan hubungan kerja setelah polemik penilaian dewan juri terhadap peserta
Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Tak hanya dipastikan tersingkir, Qatar justru mendapatkan hukuman dari AFC imbas dari pertandingan melawan Timnas Indonesia U-17 di laga pekan kedua babak penyisihan grup Piala Asia U-17. 
Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Berikut profil dan rekam jejak karier Indri Wahyuni, dewan juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat yang viral di media sosial.
John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027

John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027

Timnas Indonesia dikabarkan akan segera mendapatkan lima pemain diaspora tambahan untuk Piala Asia 2027. Kelima pemain tersebut kabarnya adalah permintaan dari pelatih John Herdman.
Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan

Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan

Viral di media sosial beberapa potongan foto screenshot status WhatsApp yang diduga milik juri LCC 4 Pilar MPR RI Indri Wahyuni yang berisi sejumlah pesan.
Usai Viral Kasus Cerdas Cermat MPR, Isi Status WhatsApp Juri Indri Wahyuni Buat Geram Warganet

Usai Viral Kasus Cerdas Cermat MPR, Isi Status WhatsApp Juri Indri Wahyuni Buat Geram Warganet

Usai viral Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Kini, warganet dibuat geram dengan isi status WhatsApp Indri Wahyuni
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT