GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Inilah Perbedaaan Sistem Pemanasan Tembakau Alternatif dengan Rokok

Masih banyak yang menilai produk tembakau alternatif, seperti rokok elektrik dan tembakau yang dipanaskan, memiliki risiko kesehatan yang sama atau bahkan lebih besar dari rokok.
Sabtu, 29 Oktober 2022 - 15:13 WIB
Beberapa jenis rokok elektrik.
Sumber :
  • Antara

Jakarta - Masih banyak yang menilai bahwa produk tembakau alternatif, seperti rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan, memiliki risiko kesehatan yang sama atau bahkan lebih besar daripada rokok.

Faktanya, produk tembakau alternatif memiliki risiko yang jauh lebih rendah daripada rokok karena menerapkan konsep pengurangan bahaya (harm reduction) lantaran tidak dibakar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dosen Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (UNAIR), Shoim Hidayat, menjelaskan berdasarkan kajian systematic literature review yang dilakukan UNAIR, produk tembakau alternatif mampu menekan risiko kesehatan dibandingkan rokok lantaran memiliki perbedaan senyawa kimia berbahaya dan berpotensi berbahaya (HPHC) serta cara penggunaannya.

Produk yang merupakan hasil dari pengembangan inovasi dan teknologi tersebut menerapkan sistem pemanasan.

Sebagai contoh, produk tembakau yang dipanaskan bekerja dengan cara memanaskan batang tembakau pada suhu di bawah 350 derajat Celcius sehingga menghasilkan uap atau aerosol, bukan asap seperti pada rokok.

Uap yang dihasilkan produk tembakau yang dipanaskan tidak mengandung partikel padatan. Tak hanya itu, karena menjalankan sistem pemanasan, produk ini juga tidak menghasilkan abu dari hasil pembakaran sehingga jauh lebih bersih dibandingkan aktivitas merokok.

“Berkat sistem pemanasan tersebut, produk tembakau alternatif mampu mengurangi risiko hingga 90 persen - 95 persen bagi perokok dewasa yang tidak bisa berhenti merokok. Jadi, kalau masih ada yang menilai produk ini sama berbahayanya dengan rokok, itu suatu kekeliruan,” kata Shoim yang juga merupakan ahli toksikologi, Sabtu (29/10).

Adapun asap rokok terdiri dari air sebanyak 31 persen, sementara sisanya terdiri dari gliserol 5 persen, nikotin 4 persen, propilen glikol 3 persen, serta komponen lainnya yaitu TAR di mana terdapat banyak senyawa berbahaya dan berpotensi berbahaya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan data National Cancer Institute Amerika Serikat, TAR yang merupakan hasil dari pembakaran rokok, mengandung berbagai senyawa karsinogenik yang dapat memicu kanker.

Dari sekitar 7 ribu bahan kimia yang terkandung dalam asap rokok, 2 ribu di antaranya terdapat pada TAR. Adapun menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, merokok berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan stroke sebanyak dua sampai empat kali.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dirumorkan Bakal Depak Tisya Amallya Putri Jelang Final Four Proliga 2026, Jakarta Pertamina Enduro Beri Respon Tegas

Dirumorkan Bakal Depak Tisya Amallya Putri Jelang Final Four Proliga 2026, Jakarta Pertamina Enduro Beri Respon Tegas

Jakarta Pertamina Enduro diterpa rumor yang kurang mengenakan jelang bergulirnya babak final four Proliga 2026 yang akan mulai pada bulan Aprili mendatang.
Firasat Anya Geraldine Soal Vidi Aldiano, Rasakan Hal Tak Biasa di Pesawat Menuju Jakarta

Firasat Anya Geraldine Soal Vidi Aldiano, Rasakan Hal Tak Biasa di Pesawat Menuju Jakarta

Anya Geraldine mengaku merasakan firasat di pesawat sebelum mengetahui kabar Vidi Aldiano meninggal dunia karena kanker ginjal.
Proyek LRT Jakarta Fase 2A ke JIS dan 2B ke Halim Disetujui Kemenhub

Proyek LRT Jakarta Fase 2A ke JIS dan 2B ke Halim Disetujui Kemenhub

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Iwan Takwin mengatakan proyek LRT Jakarta Fase 2A dan 2B sudah disetujui Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Cegah Kekerasan Seksual di Lingkungan Olahraga, Komnas Perempuan Siap Kolaborasi dengan Kemenpora

Cegah Kekerasan Seksual di Lingkungan Olahraga, Komnas Perempuan Siap Kolaborasi dengan Kemenpora

Kasus dugaan pelecehan seksual dan kekerasan yang menerpa Federasi Panjat Tebing Indonesia mendapat sorotan dari Komisi Nasional Perempuan (Komnas Perempuan).
Wapres Gibran Berduka Atas Kepergian Vidi Aldiano: Indonesia Kehilangan Talenta Muda Berbakat

Wapres Gibran Berduka Atas Kepergian Vidi Aldiano: Indonesia Kehilangan Talenta Muda Berbakat

Berpulangnya penyanyi Vidi Aldiano pada Sabtu (7/3) sore memicu gelombang duka yang mendalam, tak hanya di kalangan seniman tetapi juga hingga pimpinan negara. 
Polisi Ungkap Alasan Dokter Richard Lee Lebih Pilih Live TikTok Saat Mangkir Pemeriksaan Sebagai Tersangka

Polisi Ungkap Alasan Dokter Richard Lee Lebih Pilih Live TikTok Saat Mangkir Pemeriksaan Sebagai Tersangka

Polisi mengungkap fakta baru dibalik alasan Dokter Richard Lee tidak menghadiri pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen terkait produk dan treatment kecantikan, dan lebih memilih melakukan siaran langsung di akun TikTok.

Trending

Dwi Sasetyaningtyas Ngotot Tak Bersalah, Alumni LPDP Itu Jawab Tegas: Negara Gak Ngasih ke Saya

Dwi Sasetyaningtyas Ngotot Tak Bersalah, Alumni LPDP Itu Jawab Tegas: Negara Gak Ngasih ke Saya

Nama penerima beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas masih menjadi perbincangan publik.
Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia, Dunia Musik Berduka

Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia, Dunia Musik Berduka

Kabar duka yang mengejutkan datang dari panggung hiburan Tanah Air. Penyanyi Vidi Aldiano dikabarkan mengembuskan napas terakhirnya pada hari ini, Sabtu (7/3).
Timnas Indonesia Dapat Kabar Buruk Imbas Konflik Timur Tengah, Para Diaspora Berpotensi Absen di Ajang FIFA Series

Timnas Indonesia Dapat Kabar Buruk Imbas Konflik Timur Tengah, Para Diaspora Berpotensi Absen di Ajang FIFA Series

Kekhawatiran muncul dari internal PSSI terkait potensi kendala perjalanan diaspora Timnas Indonesia jelang FIFA Series yang akan digelar pada akhir Maret 2026.
Media Belanda Tak Habis Pikir dengan Jay Idzes, Nilai Transfer Kapten Timnas Indonesia Meroket usai Tampil Sempurna di Serie A

Media Belanda Tak Habis Pikir dengan Jay Idzes, Nilai Transfer Kapten Timnas Indonesia Meroket usai Tampil Sempurna di Serie A

Performa gemilang Jay Idzes di Serie A Italia mulai memancing perhatian banyak pihak, termasuk di Eropa. Media Belanda tak habis pikir lihat nilai transfernya.
2 Bintang Andalan Timnas Indonesia Dibidik Juventus Jelang FIFA Series 2026, Siapa Saja Sosoknya?

2 Bintang Andalan Timnas Indonesia Dibidik Juventus Jelang FIFA Series 2026, Siapa Saja Sosoknya?

Kabar baik jelang FIFA Series 2026, dua pemain Timnas Indonesia Jay Idzes dan Emil Audero dilaporkan masuk radar Juventus usai tampil impresif di Liga Italia.
Di Depan Media Ajax, Maarten Paes Samakan Timnas Indonesia dengan Argentina: Sangat Gila

Di Depan Media Ajax, Maarten Paes Samakan Timnas Indonesia dengan Argentina: Sangat Gila

Maarten Paes mengungkapkan kebanggaannya membela Timnas Indonesia di media Ajax. Sebut atmosfer suporter di GBK dengan kegilaan fans sepak bola Argentina.
Pernah Diajak Shin Tae-yong TC Timnas Indonesia U-19 di Kroasia, Pemain Jerman Berdarah Sukabumi Ini Sempat Ikut Seleksi Persib Bandung

Pernah Diajak Shin Tae-yong TC Timnas Indonesia U-19 di Kroasia, Pemain Jerman Berdarah Sukabumi Ini Sempat Ikut Seleksi Persib Bandung

Persib Bandung sempat kedatangan mantan anak asuh Shin Tae-yong asal Jerman yang pernah ikut TC Timnas Indonesia U-19 di Kroasia jelang Liga 1 musim 2023 lalu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT