Dampak Besar 2 Kasus Seret Unair: Organisasi KIP-K Buka Suara hingga Video Asusila Mahasiswa Diproses Kampus
- tim tvone - sandi irwanto
Surabaya, tvOnenews.com - Universitas Airlangga (Unair) belakangan ini terus menjadi sorotan publik. Perhatian tak lepas akibat dua kasus yang menyeret kampus di Surabaya tersebut dalam seminggu.
Kasus pertama mengenai mahasiswi Unair berinisial YIP diduga melakukan penggelapan dana iuran mahasiswa dari Organisasi Bidikmisi/KIP-K Unair (AUBMO) sekitar Rp103 juta.
Kabar kasus dugaan penggelapan dana iuran mahasiswa penerima KIP Kuliah pertama kali diunggah melalui Instagram @unairjournal, Senin (15/6/2026).
"Yuni Ilma 'Bejat! Masih mahasiswa sudah berani-berani korupsi!," tulis Unair Journal disadur tvOnenews.com, Kamis (18/6/2026).
Mulanya, akun tersebut memaparkan dana diduga diselewengkan YIP menyasar mahasiswa dari empat angkatan aktif. Dana iuran tersebut dikumpulkan setiap akhir semester.
Jumlah iuran yang dikorupsi mahasiswa Program Studi D4 Manajemen Perkantoran Digital Fakultas Vokasi Unair angkatan 2023 itu mulanya diprediksi mencapai Rp97 juta.
Sementara, YIP merupakan mantan BPH AUBMO. Mahasiswi tersebut pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan AUBMO periode 2025/2026.
Ironisnya, dana yang digelapkan berfungsi untuk sejumlah kebutuhan, seperti operasional organisasi hingga program kesejahteraan mahasiswa penerima bantuan pendidikan.
Kehebohan kasus ini membuat YIP menyampaikan video klarifikasi sekaligus permintaan maafnya. Ia mengaku telah salah atas tindakan yang dilakukan diduga menggelapkan dana sebesar Rp103 juta.
"Saya mengakui bahwa, saya telah melakukan tindakan penyalahgunaan amanah dengan menggunakan dana organisasi untuk kepentingan pribadi yang dilakukan secara sadar dan tidak dapat dibenarkan," ucap YIP.
YIP memaparkan jumlah iuran yang dipakai untuk kepentingan pribadi berjumlah Rp103.336.457. Secara umum, dana tersebut telah habis demi melunasi utang pinjaman online (pinjol), biaya hidup, serta pengobatan orang tuanya yang sempat mengalami kecelakaan.
Mantan Menteri Keuangan AUBMO itu membantah dugaan penggelapan dana tersebut melibatkan BPH periode 2025-2026 maupun pihak lain. Kasus ini murni hanya menyeret dirinya.
"Saya menerima seluruh konsekuensi yang diberikan oleh pihak kampus dan bertanggung jawab penuh atas perbuatan tersebut tanpa melibatkan pihak lainnya," katanya.
Kasus kedua mengenai video asusila diduga mahasiswa Unair yang sedang berciuman viral di media sosial. Hal ini mengingat rekaman yang beredar berdurasi 2 menit 15 detik menghebohkan publik.
Load more