Pemilik Vario, Scoopy, Beat Harus Baca! Pelaku Curanmor Jelaskan Cara Mereka Mengambil Motor Tanpa Ribet
- Freepik
tvOnenews.com - Curanmor semakin marak dan semakin banyak pengendara sepeda motor yang menjadi korban.
Kasus curanmor ini bahkan diakui pelakunya sendiri sebagai aksi yang sangat mudah dilakukan jika pemilik motor lengah.
Dalam sebuah wawancara eksklusif yang diunggah kanal YouTube tvOneNews bertajuk “Pelaku Curanmor Beberkan Motor Favorit Maling dan Kasih Tips Agar Motor Aman”, seorang pelaku curanmor membongkar cara mereka bekerja hanya dengan alat sederhana.
Pelaku tersebut mengaku pertama kali melakukan pencurian kendaraan bermotor sejak umur 17 tahun.
Ia juga mengungkap motor yang paling sering dicuri, yaitu Honda Vario, Scoopy, dan Beat, yang menurutnya termasuk motor dengan tingkat keamanan paling mudah ditembus.
“Ya kalau motor yang sering dicuri itu motor Vario, Scoopy, sama Beat,” ujarnya di hadapan tim tvOne.
Lantas, apa alasan motor-motor populer itu menjadi favorit para pelaku pencurian?
Sang pelaku menjawab blak-blakan, “Karena motor itu pengamanannya sangat mudah untuk dijebol, sangat mudah untuk diambilnya.”
Ia menegaskan bahwa mekanisme keamanan bawaan pabrik dari motor tersebut kurang memberikan tantangan berarti bagi para pencuri berpengalaman.
Modus Pengambilan: Hanya Dengan Kunci T
Saat ditanya soal metode yang digunakan untuk mengambil motor-motor ini, jawabannya membuat banyak pemilik motor terkejut.
“Ya caranya cuma pakai kunci T sama pakai buka tutupnya itu doang udah bisa diambil dibandingkan motor yang lain,” ungkapnya.
Dengan kata lain, motor bisa lenyap dalam hitungan detik tanpa suara dan tanpa menarik perhatian orang sekitar.
Kunci T sudah lama dikenal sebagai alat favorit para pelaku curanmor.
Alat ini mampu membuka rumah kunci motor skutik populer hanya dengan sedikit tekanan dan putaran.
Bahkan motor yang diparkir di lokasi ramai tetap tidak aman jika pelaku sudah mengincar dan mengetahui celah keamanannya.
Lebih Aman Kunci Stang Kiri atau Kanan?
Banyak pemilik motor yang percaya bahwa mengunci stang ke sisi tertentu dapat menambah tingkat keamanan. Namun menurut pelaku, hal ini tidak memberikan perbedaan berarti.
Ia mengatakan, “Kalau bedanya kunci stang kiri ke kanan itu sebenarnya sama saja kita ngambilnya. Sama-sama enak, cuman agak susah nyangkut dikit doang kalau stang kanan itu.”
Artinya, siapa pun yang masih mengandalkan kunci stang bawaan sebagai pengaman utama sebenarnya masih berada dalam risiko besar.
Tips agar Motor Aman dari Pencurian
Meski merupakan pelaku, ia memberikan pesan serius kepada masyarakat agar lebih waspada.
Ia menyarankan pemilik motor untuk menambah pengaman tambahan di luar pengaman pabrik.
“Pesannya biar aman itu pasang kunci ganda, ibaratkan kunci ganda dari dealer itu sama pasang remote. Sama juga untuk masyarakat ya naruh motornya juga jangan asal-asal, kalau bisa itu diparkirkan sama ditambah kunci ganda lagi biar aman,” tegasnya.
Pengaman tambahan yang direkomendasikan antara lain:
- Kunci ganda (double lock)
- Alarm remote
- Gembok cakram (disc lock)
- Kunci pengaman roda atau U-lock
- Parkir di tempat terang, mudah terlihat, atau dekat CCTV
Dengan meningkatnya angka curanmor, terutama pada motor-motor yang secara penjualan masuk kategori terlaris di Indonesia, edukasi keamanan seperti ini menjadi sangat penting.
Pencurian motor kini bukan lagi soal tempat sepi atau tidaknya area parkir, melainkan soal seberapa siap pemilik motor melindungi kendaraannya.
Jika pelaku bisa mengambil motor hanya dengan kunci T dalam hitungan detik, maka sudah waktunya pemilik Vario, Scoopy, dan Beat tidak lagi hanya mengandalkan pengaman standar.
Menambah kunci ganda mungkin menyulitkan pemilik, tetapi lebih menyulitkan pencuri dan itu yang paling penting.
(anf)
Load more