Tak Mau Kalah dari Mobil Listrik China, Lexus Siapkan Strategi Baru setelah Hampir 30 Tahun
- Situs Web Lexus
Jakarta, tvOnenews.com - Produsen mobil mewah asal Jepang, Lexus, bersiap mengambil langkah besar untuk memperkuat persaingan di pasar kendaraan listrik China. Perusahaan tersebut berencana mulai memproduksi SUV listrik secara lokal pada 2027 guna menghadapi ketatnya kompetisi dengan merek otomotif setempat.
Langkah ini sekaligus menjadi perubahan penting bagi Lexus yang selama hampir tiga dekade mengandalkan kendaraan impor untuk memenuhi kebutuhan pasar China. Produksi SUV listrik tersebut nantinya akan dilakukan di fasilitas baru bernama Lexus Electrified Shanghai.
Melansir Car News China, Sabtu (31/10/2026), pabrik tersebut akan mengadopsi teknologi manufaktur modern, termasuk gigacasting aluminium dan sistem perakitan yang tidak lagi menggunakan jalur konveyor konvensional.
Pada tahap awal, Lexus dilaporkan menargetkan produksi sekitar 1.000 unit kendaraan setiap bulan. Meski demikian, perusahaan belum mengumumkan identitas SUV listrik tersebut, termasuk harga, kapasitas baterai, tenaga motor, maupun kemampuan jarak tempuhnya.
Fasilitas produksi Lexus yang berlokasi di Jinshan, Shanghai, diketahui mulai dibangun pada 2025. Pabrik tersebut beroperasi sebagai perusahaan dengan kepemilikan asing sepenuhnya sehingga Toyota dapat memproduksi kendaraan Lexus tanpa bergantung pada dua perusahaan patungannya di China.
Dari sisi teknologi, fasilitas ini akan memanfaatkan metode pengecoran aluminium untuk struktur bagian depan dan belakang kendaraan. Penggunaan teknologi tersebut memungkinkan sejumlah komponen digabungkan menjadi bagian yang lebih besar sehingga proses produksi menjadi lebih sederhana.
Selain itu, Lexus akan menerapkan sistem pergerakan kendaraan secara otomatis dari satu stasiun kerja ke stasiun lainnya. Metode ini berbeda dengan sistem manufaktur tradisional yang mengandalkan konveyor untuk memindahkan kendaraan selama proses perakitan.
Target produksi awal sebanyak 1.000 unit per bulan diperkirakan setara dengan 12.000 kendaraan dalam setahun. Namun, jumlah tersebut belum menjadi gambaran kapasitas maksimal pabrik karena Toyota belum menyampaikan target produksi jangka panjang maupun tahapan peningkatannya.
Rencana pengoperasian pabrik Lexus secara mandiri juga berlangsung di tengah perubahan strategi bisnis Toyota bersama mitra lokalnya di China. Salah satunya berkaitan dengan penataan hubungan kerja sama antara FAW, GAC, dan Toyota.
Pada 28 September 2026, GAC mengajukan rencana pengambilalihan saham FAW Toyota yang dimiliki FAW Co., Ltd. Selanjutnya, pada 8 Oktober 2026, ketiga perusahaan menandatangani kesepakatan kerangka aliansi strategis untuk mempererat kolaborasi di bidang penelitian, pengembangan, pengadaan, dan produksi.
Load more