Tak Mau Kalah dari Mobil Listrik China, Lexus Siapkan Strategi Baru setelah Hampir 30 Tahun
- Situs Web Lexus
Meski demikian, rencana transaksi tersebut masih harus melewati sejumlah tahapan persetujuan dan regulasi. FAW Toyota diperkirakan tetap menjalankan kegiatan bisnis sebagai entitas independen, sementara FAW akan menjadi pemegang saham strategis di GAC.
Di sisi lain, ekspansi produksi lokal ini dilakukan ketika Lexus menghadapi tekanan penjualan di China. Pengiriman kendaraan merek mewah tersebut sempat mencapai 227.000 unit pada 2021, tetapi kemudian menyusut menjadi 182.458 unit sepanjang 2025.
Dengan memproduksi kendaraan langsung di China, Lexus berpeluang mengurangi beban biaya akibat tarif impor mobil penumpang yang mencapai 15 persen. Strategi tersebut juga dapat memberikan keleluasaan lebih besar dalam menentukan harga jual untuk menghadapi persaingan dengan produsen kendaraan listrik premium lokal, seperti Nio dan Zeekr.
Kehadiran SUV listrik buatan China pada 2027 diharapkan menjadi salah satu langkah Lexus dalam memperkuat posisinya di pasar otomotif terbesar dunia. Namun, keberhasilan strategi tersebut masih akan bergantung pada daya saing produk, harga, serta respons konsumen terhadap kendaraan listrik terbaru Lexus. (ant/fan)
Load more