News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Asyiknya Berwisata dan Camping di Bukit Pengusen sekaligus Melihat Indahnya Pati dari Atas Ketinggian 1.000 MDPL

Bukit Pengusen di lereng Pegunungan Muria Pati, Jawa Tengah, menawarkan suasana liburan yang berbeda. wisatawan bisa camping dan menikmati Pati dari atas bukit.
Sabtu, 18 Desember 2021 - 14:26 WIB
Pengunjung Berkemah di Atas Bukit Pengusen, Kab. Pati, Jateng, Sambil Menikmati Sunrise
Sumber :
  • Tim tvOne - Abdul Rohim

 

Pati, Jawa Tengah - Bukit Pengusen di lereng Pegunungan Muria Pati, Jawa Tengah, menawarkan suasana liburan yang berbeda. Terutama bagi anda yang sudah bosan berdiam diri di rumah dan ingin refreshing di masa new normal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Di Bukit Pengusen, pengunjung bisa berwisata dan camping di atas ketinggian 1.000 MDPL. Selain bisa menikmati indahnya matahari terbit, dari atas bukit, pengunjung juga bisa menikmati indahnya kerlap-kerlip lampu kota Pati pada malam hari.

 

Bukit Pengusen, Desa Gulangpongge, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati, Jawa Tengah berada di Pegunungan Muria sebelah timur laut. Bukit Pengusen ini oleh pemerintah desa setempat sedang dikembangkan menjadi destinasi wisata di Kabupaten Pati bagian utara. Ketika sore hari, pengunjung bisa menikmati indahnya matahari terbenam. Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati segarnya udara Pegunungan Muria sambil bercengkerama bersama keluarga atau teman-teman.

Pengelola wisata Bukit Pengusen, juga menyiapkan camping ground bagi para pengunjung yang akan berkemah. Dan menjelang malam, tenda camping harus didirikan terlebih dahulu sebelum angin malam dan kabut datang. Hembusan angin dari puncak Pegunungan Muria begitu terasa saat malam tiba. Namun, api unggun bisa menjadi cara untuk menghangatkan tubuh di malam yang dingin. Tentu ini membuat suasana liburan menjadi lebih berbeda dari biasanya. 

Terlebih adanya Iringan lagu dan dentingan suara gitar yang dimainkan pengunjung semakin menghangatkan suasana camping. Bukit Pengusen masih begitu alami dan sangat tepat untuk melepaskan kepenatan setelah seminggu beraktivitas atau setelah lama berdiam diri di rumah di masa pandemi Covid-19.

Bukit Pengusen ini menawarkan panorama keindahan alam dengan ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut (MDPL). Ketika tengah malam, terlihat bulan menjadi penerang malam. Suasana malam semakin hening dan hanya suara jangkrik menjadi penghibur malam.

Setelah semalam tidur di dalam tenda camping, pagi hari pun tiba dan langit mulai berwarna merah. Jika beruntung, para pengunjung akan menemukan pemandangan yang luar biasa indah. Suguhan dari alam membuat kepenatan kita seketika hilang. Pengunjung akan menemukan pemandangan langit tanpa awan dan kabut, kabut yang sudah turun membuat para pengunjung bisa menyaksikan indahnya matahari terbit dari puncak Bukit Pengusen ini.

Matahari terlihat kemerah-merahan yang berpendar memanaskan bumi. Udara segar di pagi hari, dengan angin yang berhembus pelan, semakin menambah cerianya pagi. Tidak lupa menikmati matahari terbit dengan menyeruput secangkir kopi hangat sambil bercengkerama dengan teman di depan tenda.

Salah satu pengunjung yang sedang camping di Bukit Pengusen, bernama Arif Muhamad, mengatakan dirinya bersama dengan temannya mengetahui tentang indahnya wisata Bukit Pengusen ini dari media sosial. Karena penasaran, Arif bersama teman temannya sengaja datang dan camping untuk menyaksikan indahnya matahari terbit.

”iya, saya awalnya tahu tempat ini (Bukit Pengusen) dari media sosial, saya lihat bagus dan menarik, lalu saya dan teman-teman memutuskan untuk datang ke sini, ini lagi ngechamp di sini, kelebihannya di sini sunrisenya indah, nyaman lah tempatnya, kalo malam lampu lampu kota juga kelihatan bagus kerlap-kerlip,” Kata Arif Muhamad, Sabtu (18/12/2021).

Sementara itu, Kepala Desa Gulangpongge, Kuntardi, mengatakan jika dulunya Bukit Pengusen ini, merupakan tempat pengungsian di jaman penjajahan Belanda. Karena menjadi tempat pengungsian, oleh masyarakat setempat lebih sering disebut dengan pengusen.

"Tanah yang kita miliki menjadi tanah kas desa, ini luasnya 44 hektar, dulunya tanah ini adalah tempat pengusian Belanda,dulu digunakan untuk mengelola perkebunan milik Belanda. Jadi, pada tahun 1945 Indonesia merdeka,
Belanda masih di sini, lalu diusir sama warga karena mereka adalah penjajah, tapi
sayangnya bangunannya Belanda dirusak,” jelas Kuntardi.

Oleh Pemerintah Desa Gulangpongge, Bukit Pengusen ini, ke depannya akan dikembangkan dengan berbagai fasilitas wisata dan akan dikelola sebagai Badan Usaha Milik Desa (BUMDES).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Nama Bukit Pengusen ini sudah dikenal oleh masyarakat luas, jadi ke depan kita akan mengembangkan Bukit Pengusen ini menjadi tempat wisata dan champing ground, kita akan benahi lagi fasilitasnya,”pungkasnya.

Dengan pengembangan wisata Bukit Pengusen ini nantinya diharapkan, keberadaan wisata Bukit Pengusen bisa meningkatkan perekonomian warga setempat yang mayoritas berprofesi sebagai petani. (Abdul Rohim/dan)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bingkai Kota: Mengintip Keindahan Taman Piknik Cipinang Melayu

Bingkai Kota: Mengintip Keindahan Taman Piknik Cipinang Melayu

Hamparan hijau yang menenangkan mata tersaji di Taman Piknik Cipinang Melayu, yang berlokasi di Jalan Manunggal II, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Rabu (6/5/2026).
UPT PPA Yogyakarta Terima 182 Aduan Kekerasan di Daycare Little Aresha, 130 Kasus Telah Jalani Asesmen

UPT PPA Yogyakarta Terima 182 Aduan Kekerasan di Daycare Little Aresha, 130 Kasus Telah Jalani Asesmen

Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) Kota Yogyakarta mencatat telah menerima 182 aduan terkait dugaan kekerasan terhadap anak di lingkungan tempat penitipan anak Little Aresha. 
Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Buat Petisi, Desak UGM Copot Jabatan Cahyaningrum Dewojati sebagai Dosen FIB

Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Buat Petisi, Desak UGM Copot Jabatan Cahyaningrum Dewojati sebagai Dosen FIB

Sejumlah orang tua dari anak yang diduga menjadi korban kekerasan di Daycare Little Aresha melayangkan petisi yang ditujukan kepada Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. 
Konsorsium Aktivis NTB Desak KPK Segera Panggil Sekda Lombok Timur Terkait Dugaan Kosupsi Chromebook: Jangan Ragu!

Konsorsium Aktivis NTB Desak KPK Segera Panggil Sekda Lombok Timur Terkait Dugaan Kosupsi Chromebook: Jangan Ragu!

Konsorsium Aktivis Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026).
7 Aplikasi Crypto Terpercaya dan Resmi di Indonesia

7 Aplikasi Crypto Terpercaya dan Resmi di Indonesia

Penting bagi investor untuk memilih aplikasi yang sudah terdaftar resmi dan berada di bawah pengawasan OJK agar keamanan dana lebih terjamin.
Respons Soal Hasil Kajian KPRP ke Prabowo, Sikap Kapolri Dinilai Bawa Institusi Menuju Reformasi

Respons Soal Hasil Kajian KPRP ke Prabowo, Sikap Kapolri Dinilai Bawa Institusi Menuju Reformasi

Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) melakukan pertemuan dengan Presiden RI, Prabowo Subianto pada Selasa (5/5/2026).

Trending

Demi Bertemu Gubernur Sherly Tjoanda, Pemuda Asal Sumut Nekat Jalan Kaki dari Sumatera-Malut: Ingin Foto Aja

Demi Bertemu Gubernur Sherly Tjoanda, Pemuda Asal Sumut Nekat Jalan Kaki dari Sumatera-Malut: Ingin Foto Aja

Video seorang pemuda asal Sumatera Utara (Sumut) nekat jalan kaki dari Gorontalo ke Malut agar bisa bertemu Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos viral.
Demi Pulangkan Megawati Hangestri ke Korea, Pelatih Hillstate Sanggupi Ajakan Makan Pecel dan Rempeyek

Demi Pulangkan Megawati Hangestri ke Korea, Pelatih Hillstate Sanggupi Ajakan Makan Pecel dan Rempeyek

Pelatih Hillstate Kang Sung-hyung sanggupi ajakan makan pecel dan rempeyek khas jawa setelah menyaksikan pertandungan Megawati Hangestri di final Proliga 2026.
Bertemu Kakek Lansia yang Usia Istrinya 40 Tahun Lebih Muda, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Speechless: Bagi Tipsnya

Bertemu Kakek Lansia yang Usia Istrinya 40 Tahun Lebih Muda, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Speechless: Bagi Tipsnya

Gubernur Malut Sherly Tjoanda kehabisan kata-kata ketika tahu ada warganya yang istrinya berusia 40 tahun lebih muda saat kunjungan atau sidak ke masyarakat.
Ditraktir Makanan Korea oleh Pelatih Hillstate, Megawati Hangestri Semringah: Semoga Ini Pertemuan yang Baik

Ditraktir Makanan Korea oleh Pelatih Hillstate, Megawati Hangestri Semringah: Semoga Ini Pertemuan yang Baik

Megawati Hangestri berbinar-binar setelah ditraktir makan siang ala Korea oleh pelatih Hillstate Kang Sung-hyung setelah datang ke final Proliga 2026 silam.
Tak Lagi Melatih, Ini Rencana Besar STY untuk Timnas Indonesia: Saya Akan

Tak Lagi Melatih, Ini Rencana Besar STY untuk Timnas Indonesia: Saya Akan

Pemecatan Shin Tae-yong dari kursi pelatih Timnas Indonesia pada awal 2025 tak hanya mengakhiri masa kepemimpinannya, tetapi juga menghentikan sejumlah rencana.
Stok Pemain Berkualitas Timnas Indonesia Berlimpah, 5 Legiun Asing Eligible Jadi WNI dan Bisa Dipanggil John Herdman untuk Piala AFF 2026

Stok Pemain Berkualitas Timnas Indonesia Berlimpah, 5 Legiun Asing Eligible Jadi WNI dan Bisa Dipanggil John Herdman untuk Piala AFF 2026

Timnas Indonesia punya opsi pemain berkualitas jelang Piala AFF 2026. Di tengah keterbatasan skuad, pemain asing yang penuhi syarat naturalisasi mulai dilirik.
Resmi! Persija Jakarta Vs Persib Bandung Gagal Digelar di SUGBK, El Clasico Indonesia Berlangsung di Luar Pulau Jawa

Resmi! Persija Jakarta Vs Persib Bandung Gagal Digelar di SUGBK, El Clasico Indonesia Berlangsung di Luar Pulau Jawa

Direktur I.League, Ferry Paulus, resmi mengumumkan perpindahan venue Persija Jakarta melawan Persib Bandung. Duel bertajuk El Clasico Indonesia itu gagal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT