GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Wartawan di Manggarai NTT Isi Hari Pers Nasional dengan Trekking 7 Kilometer, Promosi Sawah yang Indah

Berada di ketinggian 1200 mdpl, Bentangan sawah Lingko Tesem, Wae Rii, bak permadani hijau tersibak sejauh mata memandang di bawah lembah.
Kamis, 10 Februari 2022 - 08:48 WIB
Para wartawan menyantap pangan lokal di pondok milik Katarina
Sumber :
  • Jo Kenaru

Manggarai, NTT - Seperti biasanya, setiap merayakan Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada tanggal 9 Februari, insan pers Indonesia menggelar banyak kegiatan.

Di Manggarai Nusa Tenggara Timur, belasan wartawan yang tergabung dalam Persatuan Jurnalis Manggarai (PJM) melakukan trail rice field di atas bentangan sawah di Kecamatan Wae Rii, Rabu (9/2/2022).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Para pekerja media itu menjajal jalur trekking dari Wae Reno, Desa Ranaka sampai di Londang Desa Longko. Jalur trekking sejauh 7 kilometer itu berupa jalan tanah berlumpur.

Lingko Tesem merupakan gerbang bagian barat jika ingin menikmati pesona alam Wae Rii. Berada di ketinggian 1200 mdpl, kawasan itu termasuk dalam 1.899 hektare luas total kebun sawah di Kecamatan Wae Rii. 

Bentangan sawah Lingko Tesem bak permadani hijau tersibak sejauh mata memandang di bawah lembah.

Tanaman padi di Lingko Tesem, kira-kira berumur sebulan. Deretan petak-petak sawah seperti tersusun dari atas ke bawah. Pematang yang tidak ditumbuhi rumput terpantau membentuk garis-garis. Tinggi tanaman padi di sana sepadan, itu karena tanamnya dibuat serempak.

Melakoni trekking di atas persawahan Wae Rii tidak bisa terburu-buru. Menjadi lama karena banyak titik perhentian yang dipakai buat foto-foto.

Trekking melintasi daerah lumbung padi menghadirkan sensasi petualangan yang tidak biasa karena memang di situ tidak melulu menikmati pemandangan atau mendengar suara burung, lebih dari itu pengunjung bisa berinteraksi dengan petani yang ramah menyapa dari dalam pondok mereka.

Katarina Dahul, salah seorang petani di sana mengaku senang karena pengunjung berwisata lagi ke tempat itu setelah hampir setahun sepi dari kunjungan turis imbas pandemi Covid-19.

Tidak hanya menanam padi, ibu lima anak itu juga mengurusi lahan kecil yang ditanami tanaman hortikultura. 

Bersama suaminya, Marsel, Katarina biasa disapa, akhir-akhir ini lebih sering menginap di pondok bambu yang dibangun di Lingko Tesem. Rumah mereka di kampung Tanggo Desa Ranaka dijaga sama anak-anak.

Katarina beruntung karena pondoknya kebetulan berada di pinggir jalur trekking sehingga sering disinggahi pengunjung. Tempat Katarina ditata rapi. 

Di depan pekarangan pondok berukuran 5x5 meter itu ada kolam nila yang menggoda pengunjung untuk memancing ikan.

Keberadaan pondok milik Katarina, membuat aktivitas pengunjung bertambah. Trekking, foto-foto, memancing ikan, dan tidak lupa memesan kopi menyatu di satu titik.

Menyeruput kopi Flores buatan Mama Rina serentak menghapus lelah. Kopi arabika dihidangkan dengan pangan lokal seperti ubi, pisang, dan keladi. 

"Sebenarnya saya tidak memasang tarif untuk kopi dan ubi yang saya hidangkan. Biasa saja seperti kebanyakan orang, tamu datang ya dilayani baik. Tapi yang terjadi, mereka (tamu) kasih uangnya tidak ukur-ukur dan saya bersyukur, ada saja rezeki," tuturnya.

Katarina satu dari sekian banyak petani yang merindukan pertumbuhan ekonomi. Maka dia pun mengaku bersyukur dengan hadirnya HPI Manggarai yang mencetus paket trekking di persawahan Tesem menjadi destinasi baru.

"Orang bilang semua yang di atas bumi bisa dijadikan uang. Kami petani sangat mengharapkan peningkatan ekonomi. Kami baru tahu ternyata ubi, pisang, kopi dan makanan kampung kami bisa menjadi uang," sebut Katarina.

Destinasi Komplit 

Sementara itu, Yulianus Irwan Sagur, Wakil Ketua HPI menjelaskan, rice field trail mulai dijual sebagai paket wisata sejak tahun 2018.  

"Sebelum pandemi (Covid-19) kita sering mengantar turis ke sini. Seminggu bisa tiga kali. Tapi karena terjadi pandemi global covid, kunjungan sepi. Sekarang kita persiapan lagi, harapannya pandemi segera berakhir," ungkapnya.

Untuk paket trekking persawahan di Wae Rii, kata dia, sengaja dikonsepkan sebagai pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) dengan prinsip ramah lingkungan. 

"Masyarakat sebagai basisnya. Dan potensi pertanian sebagai resourches yang mensuport masyarakat lokal," imbuh dia.

Sebagai destinasi teranyar di paket tour Flores Overland, trail ini menyuguhkan atraksi yang kompleks. 

"Jika Anda datang di akhir Januari atau awal Februari maka Anda akan menyaksikan proses pengolahan lahan secara tradisional. Petani di sini tidak menggunakan traktor tapi masih memakai kerbau untuk menggembur tanah," terang Irwan.

"Kalau Anda datang di bulan Mei maka Anda bisa menyaksikan panen padi secara tradisional. Jadi kompleks," tambahnya.

Dukungan Jurnalis

Ketua Pelaksana kegiatan Hari Pers, Igen Padur mengatakan, trekking ke destinasi persawahan Wae Rii merupakan agenda liputan features setelah PJM mendapat pelatihan jurnalistik pada Selasa (8/2/2022) oleh Ketua Asosiasi Media Siber (AMSI) Wenseslaus Manggut.

Menurut wartawan Voxntt.com itu, kedatangan para pewarta ke tempat itu untuk mendapatkan informasi yang utuh tentang sebuah kegiatan pariwisata. Informasi itu lalu diramu dalam sebuah narasi untuk disajikan kepada khalayak. 

Selain itu, kegiatan tersebut juga merupakan bentuk dukungan pers terhadap berbagai potensi wisata yang ada di wilayah Kabupaten Manggarai. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Harapannya, tulisan wartawan mempercepat promosi sehingga lokasi ini menjadi salah satu rujukan wisata Manggarai," sebutnya.

"Tempat ini memiliki keindahan tersendiri. Sepanjang perjalanan trekking tamu disuguhi sensasi pemandangan yang menarik. Kiri dan kanan jalan terbentang hamparan sawah yang memanjakan mata. Selain itu, pengunjung juga menyaksikan warga yang sedang bekerja. Pengunjung bisa berinteraksi langsung dengan mereka. Bahkan bisa menikmati suguhan yang disediakan warga berupa kopi khas Manggarai dan makanan lokal seperti ubi rebus, jagung dan pisang rebus," tutup Igen. (Jo Kenaru/act)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gubernur Malut Sherly Tjoanda Ungkap Perasaannya usai Diterima Suku Pedalaman: Ini Pertama Kali Aku Ketemu

Gubernur Malut Sherly Tjoanda Ungkap Perasaannya usai Diterima Suku Pedalaman: Ini Pertama Kali Aku Ketemu

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos mengaku bahagia kunjungan dan penawaran pembangunan mudah diterima baik oleh masyarakat adat Suku Togutil.
Sejak Kecil Hobinya Belajar, Siswi SMAN 1 Pontianak Ocha Sempat Dikhawatirkan Orang Tuanya: Ini Anak Ngga Stres Kah?

Sejak Kecil Hobinya Belajar, Siswi SMAN 1 Pontianak Ocha Sempat Dikhawatirkan Orang Tuanya: Ini Anak Ngga Stres Kah?

Ayah sempat khawatir dengan kebiasaan belajar yang begitu giat dari Ocha atau Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontiana yang viral usai ikut LCC 4 Pilar MPR RI.
Kronologi Lengkap Pria di Jakarta Barat Dikeroyok Hingga Dilempar Dari Lantai Dua Tempat Hiburan

Kronologi Lengkap Pria di Jakarta Barat Dikeroyok Hingga Dilempar Dari Lantai Dua Tempat Hiburan

Seorang pria berisinial DM meregang nyawa usai diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Korban disebutkan dilempar dari lantai dua tempat hiburan dan billiard.
Murid Alami Tekanan Psikologis, SMAN 1 Sambas Tolak Laga Ulang Final LCC 4 Pilar MPR RI

Murid Alami Tekanan Psikologis, SMAN 1 Sambas Tolak Laga Ulang Final LCC 4 Pilar MPR RI

Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI terus menuai polemik pasca viralnya dewan juri yang menganulir jawaban peserta SMAN 1 Pontianak dan membenarkan jawaban dari SMAN 1 Sambas.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi Jadi Saksi Pernikahan Pasangan Disabilitas Rungu, Beri Pesan Khusus Begini

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi Jadi Saksi Pernikahan Pasangan Disabilitas Rungu, Beri Pesan Khusus Begini

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hadir langsung menjadi saksi pernikahan pasangan penyandang disabilitas rungu, Naila Puja Rislani dan Muhammad Sayyid Az Zahiri. Kehadiran
Trending Topic: Sikap Resmi SMAN 1 Sambas, Reaksi KDM soal Pemujaan dan Klenik Situs Sejarah, Sherly Tjoanda Sentil Porsi MBG-nya Sekolah Rakyat

Trending Topic: Sikap Resmi SMAN 1 Sambas, Reaksi KDM soal Pemujaan dan Klenik Situs Sejarah, Sherly Tjoanda Sentil Porsi MBG-nya Sekolah Rakyat

Berikut tiga berita terpopuler di tvOnenews.com yang sayang dilewatkan, mulai dari polemik LCC Kalbar hingga aksi gubernur Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda.

Trending

Murid Alami Tekanan Psikologis, SMAN 1 Sambas Tolak Laga Ulang Final LCC 4 Pilar MPR RI

Murid Alami Tekanan Psikologis, SMAN 1 Sambas Tolak Laga Ulang Final LCC 4 Pilar MPR RI

Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI terus menuai polemik pasca viralnya dewan juri yang menganulir jawaban peserta SMAN 1 Pontianak dan membenarkan jawaban dari SMAN 1 Sambas.
Sejak Kecil Hobinya Belajar, Siswi SMAN 1 Pontianak Ocha Sempat Dikhawatirkan Orang Tuanya: Ini Anak Ngga Stres Kah?

Sejak Kecil Hobinya Belajar, Siswi SMAN 1 Pontianak Ocha Sempat Dikhawatirkan Orang Tuanya: Ini Anak Ngga Stres Kah?

Ayah sempat khawatir dengan kebiasaan belajar yang begitu giat dari Ocha atau Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontiana yang viral usai ikut LCC 4 Pilar MPR RI.
Kronologi Lengkap Pria di Jakarta Barat Dikeroyok Hingga Dilempar Dari Lantai Dua Tempat Hiburan

Kronologi Lengkap Pria di Jakarta Barat Dikeroyok Hingga Dilempar Dari Lantai Dua Tempat Hiburan

Seorang pria berisinial DM meregang nyawa usai diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Korban disebutkan dilempar dari lantai dua tempat hiburan dan billiard.
Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT