News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Letaknya di Utara Bekasi, Kampung Gabus Jejak Tanah Lahir Legenda Jawara dan Preman Ditakuti di Masa Lalu

Di masa lalu, warga Kampung Gabus, Tambun Utara, Bekasi, memiliki kisah tradisi dunia hitam yang melekat karena dilahirkan oleh para legenda jawara dan preman.
Rabu, 21 Januari 2026 - 22:03 WIB
Potret udara Kampung Gabus, Tambun Utara, Bekasi, Jawa Barat, jejak tanah lahir legenda jawara dan preman
Sumber :
  • tvOneNews

tvOnenews.com - Kabupaten Bekasi merupakan daerah dikenal sebagai kota industri. Wilayah ini juga menjadi penyanggah Ibu Kota.

Merujuk dari data Badan Pusat Statistik (BPS), Bekasi memiliki 23 kecamatan. Di dalamnya terdapat sebanyak 187 desa/kelurahan yang menyebar di seluruh daerah Bekasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di antara daerah Bekasi, terdapat kampung yang menyimpan kisah latar sejarah tanah lahir para jawara dan preman. Ya, apalagi kalau bukan Kampung Gabus.

Kampung Gabus merupakan wilayah bekas kampung tua di bagian ujung utara Bekasi. Wilayah ini tidak sekadar sebagai strategis di Tambun Utara, tetapi memiliki sejarah kuat sebagai tanah para jawara dan preman pada masa lalu.

Mengenal Kampung Gabus Tanah Lahir Para Jawara dan Preman di Bekasi

Ilustrasi jawara di Kampung Gabus, Tambun Utara, Bekasi
Ilustrasi jawara di Kampung Gabus, Tambun Utara, Bekasi
Sumber :
  • tvOneNews

Berdasarkan hasil penelusuran Tim tvOne di lapangan, Kampung Gabus terletak di Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kampung ini mencakup di beberapa area administratif, yaitu Desa Sriamur, Desa Srijaya, Desa Srimukti, dan Desa Srimahi.

Keempat desa yang menjadi cakupan Kampung Gabus telah terbentuk sejak tahun 1940-an. Pada zaman itu, wilayah ini berada di area Sungai Bekasi.

Mayoritas wilayah Kampung Gabus di masa lalu terletak di rawa-rawa dan sungai. Kondisi inilah menjadi cikal bakal dinamai Kampung Gabus karena kala itu menjadi habitat ikan gabus.

Seiring berjalannya waktu, Kampung Gabus berubah menjadi pemukiman agraris. Namun begitu tetap berdampingan dengan sawah dan rawa yang subur.

Karena lingkungan ini agak terisolasi dari pusat kota, hal ini membentuk karakter masyarakat Gabus sangat mandiri, tegas, keras hingga berani. Terutama dalam urusan menjaga wilayahnya sendiri.

Tokoh Masyarakat Kampung Gabus, HK Damin Sada menceritakan kisah masa lalunya. Saat itu Kampung Gabus melekat dengan julukan Kampung Jawara pada 1970-an.

"Pada tahun 70-an, waktu itu saya umur 5 tahun. Kalau orang dulu bilang banyak tukang judi. Yang rampok, nyolong atau perempuan ada," ungkap HK Damin saat diwawancarai Tim tvOne dikutip, Rabu (21/1/2026).

Identitas warga Kampung Gabus lebih condong pada Betawi. Tradisi Betawi lahir di wilayah ini karena dahulu banyak tokoh jawara atau pendekar Betawi yang lahir dan tumbuh di sana.

Mengacu pada tradisi Betawi, jawara memiliki arti sebagai seorang pendekar kuat. Jawara juga menunjukkan seseorang sangat berani hingga pelindung komunitas atau warga dari berbagai ancaman dari luar wilayahnya.

Perkelahian, perjudian, tukang main perempuan, aksi premanisme telah melekat di Kampung Gabus. Orang-orang seperti itu dianggap sebagai legendaris jawara.

"Bukan berarti pencak silat, nggak juga. Apalagi mungkin ditambah dia bisa silat, mungkin lebih jawara lagi," terang Damin.

Damin menegaskan, walaupun jawara sangat melekat di Kampung Gabus, namun warganya tidak menganggap dirinya sebagai jawara.

Damin menjelaskan, kelebihan warga Gabus sangat kompak. Apalagi dalam urusan perkelahian hingga berbuat keonaran, mereka bersatu untuk memberantas musuhnya.

Kata dia, keonaran tersebut tidak hanya tercipta di dalam wilayahnya, tetapi juga sering terjadi di luar daerah. Hal ini yang membangkitkan kekompakan warga Gabus.

"Di Gabus, pertama itu memang kompak dari dulu. Ini kalau keluar daerah, kalau ada yang coba-coba nyolek karena Gabus, itu semua bangkit. Jadi, nggak sembarangan nyolek anak Gabus saat keluar dari daerah," jelasnya.

Keberanian telah melekat sebagai kepribadian warga Gabus. Mereka kuat secara mental maupun fisik karena terbiasa dengan tradisi kerasnya di masa lalu.

Satu warga Gabus tidak takut saat dihantam berbagai ujian maupun serangan warga dari kampung lainnya. Hal ini membuat warga Gabus dikenal bukan jagoan kandang.

Tak heran, julukan Kampung Jawara hingga Preman telah melekat. Warga Gabus mendapatkan eksistensi dengan sendirinya di wilayah Bekasi.

"Ada keberanian. Alhamdulillah nggak jagoan kandang. Di manapun berada, anak-anak Gabus berani," tegasnya.

Warga Gabus juga dikenal sering ditakuti warga kampung lainnya di masa lalu. Banyak orang tidak berani untuk menyentuh fisik warga di sana.

"Kalau bahasa kita mah orang bisa kan gitu. Di sini juga masih, bahkan zaman dulu bukan karena jawaranya doang, santetnya pun jawara," bebernya.

Warga Kampung Gabus Tinggalkan Tradisi Dunia Hitam di Masa Kelam

Seiring perkembangan waktu, warga Gabus mulai sadar dengan tradisi di masa lalunya. Mereka sedikit demi sedikit meninggalkan dunia hitam.

Alasannya karena mereka menyadari berbagai hal negatif. Namun bagian tradisi positif tetap dipertahankan hingga saat ini.

Salah satu penanda tradisi yang masih bertahan sampai kini adalah golok. Senjata tradisional ini telah menjadi kebanggaan yang sulit dilepaskan warga Gabus.

Damin mengatakan, warga Gabus sangat melekat dengan golok di tengah tradisi dunia hitam di masa lalu. Bahkan mereka selalu menjadikan golok sebagai temannya.

"Pasti di pinggangnya pakai golok itu dulu. Itu juga merupakan lambang Bekasi sebagai Kota Pejuang. Golok itu diartikan kecerdasan dalam berpikir dan serbaguna juga bisa," ucapnya.

"Main golok itu juga sebenarnya nggak spontan, nggak perlu latihan terus. Kita lihat banyak yang main golok, itu bukan sebentar (membentuk karakter keberanian), itu harus latihan," sambungnya.

Kampung Gabus di Bawah Bayang-bayang Banjir

Sayangnya di balik tanah lahir jawara dan preman, Kampung Gabus kini berada di bawah bayang-bayang sebagai tempat diterpa banjir.

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka dan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) mengunjungi area Kampung Gabus yang terdampak banjir akibat luapan air Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) dan Kali Gabus pada pertengahan Januari 2026.

Khususnya Gibran, Wapres RI itu meninjau langsung kondisi pengungsian warga Gabus terdampak banjir. Gibran juga memberikan bantuan untuk para warga di pengungsian.

Selain meninjau korban di pengungsian, Gibran menjanjikan akan ada aktivitas normalisasi Kali CBL. Tujuannya untuk mencegah banjir jangka panjang.

"Kita juga harus cari solusinya karena setiap tahun daerah ini banjir langganan. Tadi ada Pak Wapres datang, kita sudah mengajukan ke beliau untuk normalisasi Kali CBL. Kalau Kali CBL tidak dinormalisasi, akan begini terus," ujar PLT Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja kepada wartawan, Senin (19/1/2026).

Sementara, KDM menyoroti kondisi gorong-gorong hilir Kali Gabus yang tampak berukuran kecil. Hal itu menyebabkan aliran air dari kali sangat sempit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita segera melakukan pengecekan. Hatur nuhun," kata Dedi Mulyadi dalam keterangannya, Rabu, 21 Januari 2026.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Fenomena El Nino jadi Perhatian Banyak Negara, Ternyata Ada Dampak Positif Kata Peneliti

Fenomena El Nino jadi Perhatian Banyak Negara, Ternyata Ada Dampak Positif Kata Peneliti

Fenomena El Nino tidak bisa dianggap remeh bagi sebuah negara, selain ada dampak buruk tapi juga ada sisi baik. Secara umum menyebabkan musim kemarau lebih awal
Islam Makhachev Resmi Hadapi Ian Machado Garry di UFC 330, Ini Jadwalnya

Islam Makhachev Resmi Hadapi Ian Machado Garry di UFC 330, Ini Jadwalnya

Islam Makhachev resmi akan berhadapan dengan Ian Machado Garry di duel perebutan gelar kelas welter di UFC 330 mendatang.
Heboh Anggota Intel Diamankan Mahasiswa UMY, Polda DIY: Bagian dari Pengawalan Aksi

Heboh Anggota Intel Diamankan Mahasiswa UMY, Polda DIY: Bagian dari Pengawalan Aksi

Seorang pria berpakaian sipil yang diduga anggota intelijen kepolisian diamankan oleh mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rabu (17/6/2026). 
Pakar Hukum Sebut Peluang Ruben Onsu Ambil Alih Hak Asuh Anak Cukup Besar

Pakar Hukum Sebut Peluang Ruben Onsu Ambil Alih Hak Asuh Anak Cukup Besar

Pakar hukum menilai peluang Ruben Onsu untuk mengambil alih hak asuh anak cukup besar, terutama jika terbukti ada penelantaran atau eksploitasi terhadap sang anak.
Breaking News! Proses Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempar Botol-Batu

Breaking News! Proses Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempar Botol-Batu

Aksi ricuh simpatisan sempat mewarnai proses eksekusi Hotel Sultan, Jakarta Pusat, pada Kamis (18/6/2026).
Lewat Tradipop, Ksatria Fest 3.0 Ajak Generasi Muda Mengenal Tari Tradisional

Lewat Tradipop, Ksatria Fest 3.0 Ajak Generasi Muda Mengenal Tari Tradisional

Swargaloka kembali menggelar Ksatria Fest 3.0, ajang kompetisi tari tradipop tingkat nasional yang menggabungkan unsur tari tradisional dengan pendekatan populer.

Trending

Cristiano Ronaldo Samai Rekor Lionel Messi di Piala Dunia 2026

Cristiano Ronaldo Samai Rekor Lionel Messi di Piala Dunia 2026

Cristiano Ronaldo berhasil menyamai rekor mentereng milik Lionel Messi di Piala Dunia 2026.
Modus Baru Narkoba di Jakarta Timur Terbongkar! Stiker ‘Sedot WC’ Ternyata Jadi Kode Transaksi Sabu dan Tembakau Sintetis

Modus Baru Narkoba di Jakarta Timur Terbongkar! Stiker ‘Sedot WC’ Ternyata Jadi Kode Transaksi Sabu dan Tembakau Sintetis

Polda Metro Jaya membongkar modus baru peredaran narkoba di Jakarta Timur menggunakan stiker "Sedot WC" sebagai kode transaksi. Simak cara kerja sistem tempel
KPK Dalami Dugaan Pengaturan Lelang dan Fee Proyek di Kasus DJKA

KPK Dalami Dugaan Pengaturan Lelang dan Fee Proyek di Kasus DJKA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua saksi terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.
Kabar Bahagia! Kapten Timnas Indonesia Asnawi Mangkualam Resmi Lamar Aktris Cantik Yuriska Patricia

Kabar Bahagia! Kapten Timnas Indonesia Asnawi Mangkualam Resmi Lamar Aktris Cantik Yuriska Patricia

Kabar bahagia datang dari bek Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam. Pemain Port FC itu melamar sang kekasih, Yuriska Patricia, yang diketahui sebagai aktris.
7 Bos Kartel Narkoba Terbesar Sepanjang Sejarah Dunia, Ada yang Kekayaannya Tembus Rp900 Triliun

7 Bos Kartel Narkoba Terbesar Sepanjang Sejarah Dunia, Ada yang Kekayaannya Tembus Rp900 Triliun

Siapa bos kartel narkoba terbesar sepanjang sejarah? Dari Pablo Escobar hingga El Chapo, inilah daftar penguasa narkoba dunia yang membangun kerajaan kriminal bernilai miliaran
Indo Livestock 2026 Jadi Ajang Diplomasi Ekonomi Peternakan Indonesia

Indo Livestock 2026 Jadi Ajang Diplomasi Ekonomi Peternakan Indonesia

Pameran dan forum internasional terkemuka bidang peternakan yakni Indo Livestock 2026 Expo & Forum resmi dibuka pada Rabu (17/06/2026) di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang.
Gelar Rakor Humas dan Protokol di Tangsel, LLDikti Wilayah III Gaungkan Reputasi Perguruan Tinggi

Gelar Rakor Humas dan Protokol di Tangsel, LLDikti Wilayah III Gaungkan Reputasi Perguruan Tinggi

Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III adakan Rapat Koordinasi (Rakor) Hubungan Masyarakat dan Protokol di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang berlangsung pada 17-18 Juni 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT