Jejak Perjalanan Jakmania Away ke Bali: Bukan hanya Dukung Persija tapi Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Lokal
- tvOnenews.com/Hilal Aulia Pasya
Jakarta, tvOnenews.com - Suporter Persija Jakarta, the Jakmania menganalisa hasil tur tandang pada laga melawan Bali United.
Pertandingan antara Bali United kontra Persija Jakarta telah berakhir dengan skor 0-1 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (15/2/2026).
Kemenangan Persija Jakarta melalui sundulan penyerang asingnya, Gustavo Almeida pada menit ke-8. Hasil tersebut membuat klub dijuluki Macan Kemayoran itu bertahan di peringkat ke-3 di papan klasemen Super League 2025/2026.
Di balik kemenangan itu, lebih dari 3.500 the Jakmania dan Persija Fans hadir. Mereka langsung mendukung dan bersorak dari tribun stadion.
Perjalanan away the Jakmania tidak sekadar menemani Persija Jakarta. Kehadiran Basis suporter asal Jakarta tersebut ternyata sangat mempengaruhi peningkatan ekonomi masyarakat di Bali.
"Di balik euforia pertandingan, ada roda ekonomi yang berputar. Tur tandang The Jakmania ke Bali bukan hanya soal sepak bola, tapi juga kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah," demikian bunyi pernyataan akun resmi the Jakmania.
Berdasarkan hasil analisa dan kajian Pengurus Pusat (PP) the Jakmania, anggota the Jakmania harus merogoh uang saat away days dengan total pengeluaran sebanyak Rp13.500.000.000.
Total pengeluaran tersebut hanya berasal dari data asumsi saat hari pertandingan, tepatnya pada Minggu, 15 Februari 2026.
Dampak paling besar mempengaruhi peningkatan ekonomi masyarakat di Bali jatuh pada sektor akomodasi, makanan, minuman, dan sebagainya. Kehadiran suporter Persija memberikan efek positif bagi pendapatan usaha lokal.
Kenapa total pengeluaran bisa mencapai Rp13.500.000.000? Perhitungan dasar dimulai dari pengguna pesawat diperkirakan mencapai 2.000 orang.
Untuk kebutuhan transportasi pesawat dan penginapan mulai dari homestay, hotel, dan sejenisnya, harus mengeluarkan Rp4.500.000, yang kemudian dikali 2.000 orang dengan total Rp9.000.000.000.
Sementara, estimasi pengguna bus mencapai 3.000 orang. Setiap orang harus mengeluarkan dana kurang lebih sebesar Rp1.500.000. Maka dari itu, pengeluaran kelompok bus bisa menyentuh Rp13.500.000.000.
Selain akomodasi, peningkatan ekonomi warga lokal juga terletak pada bagian makanan dan minuman bisa menyentuh angka 25 persen, transportasi lokal 15 persen, retail/souvenir 10 persen, serta hiburan/rekreasi 5 persen.
Load more