Dari Diving hingga Extreme Sports, DXI 2026 Angkat Wisata Petualangan Indonesia ke Panggung Dunia, Ini Potensinya
- Pixabay
tvOnenews.com - Deep and Extreme Indonesia (DXI) bukan sekadar ajang biasa. Platform ini berkembang menjadi ruang terintegrasi yang menggabungkan olahraga laut, aktivitas outdoor, hingga olahraga ekstrem atau dalam satu ekosistem.
Di tengah meningkatnya minat global terhadap wisata berbasis pengalaman, DXI hadir sebagai representasi bagaimana industri petualangan dapat dikemas secara modern, inklusif, dan berkelanjutan.
Tren ini sejalan dengan perkembangan global. Di negara maju seperti Australia dan Amerika Serikat, industri adventure tourism terus menunjukkan pertumbuhan pesat.
Laporan Adventure Travel Trade Association (ATTA) menyebutkan bahwa sektor wisata petualangan tumbuh rata-rata 15–20 persen per tahun sebelum pandemi, dan kini kembali meningkat seiring tren “back to nature”.
Aktivitas seperti diving, hiking, hingga extreme sports menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang mencari pengalaman autentik.
Indonesia sendiri memiliki modal besar untuk bersaing di sektor ini. Dengan lebih dari 17.000 pulau dan wilayah laut yang mencakup lebih dari 70 persen total wilayah, potensi wisata bahari dan petualangan sangat luas.
Namun, tantangan utamanya adalah bagaimana mengintegrasikan potensi tersebut dalam satu platform yang mampu menjangkau pasar global, dan di sinilah peran DXI menjadi semakin relevan.
DXI 2026: Platform Terintegrasi Wisata Petualangan Indonesia
Melansir dari laman resmi, penyelenggaraan DXI 2026 yang berlangsung pada 23–26 April di Jakarta International Convention Center menjadi bukti konkret upaya tersebut.
Acara ini menghadirkan kurasi lengkap mulai dari olahraga bawah laut, aktivitas outdoor, hingga olahraga ekstrem dalam satu platform terpadu.
Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa DXI memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan sektor wisata petualangan dan bahari.
Ia berharap pameran ini tidak hanya menarik komunitas pecinta olahraga ekstrem, tetapi juga masyarakat umum yang ingin mengenal lebih jauh potensi wisata Indonesia.
“DXI 2026 sebagai salah satu pameran terbesar di Indonesia diharapkan mampu menggaet masyarakat luas sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pariwisata bahari dan petualangan kelas dunia,” ujar AHY.
Kolaborasi dengan ADEX 360 (Asia Dive Expo) juga menjadi langkah penting untuk memperluas jaringan internasional dan meningkatkan eksposur Indonesia di pasar global.
Potensi Ekonomi Besar: Wisata Bahari Jadi Andalan
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyoroti besarnya kontribusi wisata bahari terhadap ekonomi nasional. Ia menyebut sektor ini menyumbang sekitar 32–42 persen dari total aktivitas pariwisata Indonesia.
Angka ini menunjukkan bahwa wisata petualangan bukan lagi segmen niche, melainkan salah satu tulang punggung industri pariwisata.
Di negara seperti Jepang dan Norwegia, wisata berbasis alam dan petualangan bahkan menjadi strategi utama untuk menarik wisatawan internasional di luar kota-kota besar.
DXI berperan sebagai katalisator yang mempertemukan pelaku industri, komunitas, dan pemerintah dalam satu ekosistem.
Selain memperkuat promosi destinasi unggulan seperti Bali dan Labuan Bajo, platform ini juga membuka peluang lahirnya destinasi baru di berbagai daerah.
Upaya ini dinilai penting untuk mendorong pemerataan ekonomi serta memperkuat 17 subsektor ekonomi kreatif yang terkait dengan pariwisata.
DXI 2026 tidak hanya menampilkan produk dan teknologi, tetapi juga menghadirkan pengalaman interaktif yang edukatif.
Lebih dari 137 peserta dari dalam dan luar negeri turut berpartisipasi, menampilkan inovasi terbaru di bidang diving, freediving, panjat tebing, hingga trail running.
- Ist
Berbagai program seperti Scuba Diving Experience, workshop, hingga sesi berbagi pengetahuan menjadi daya tarik tersendiri.
Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi pengunjung, baik pemula maupun profesional, untuk memahami lebih dalam dunia olahraga petualangan.
Selain itu, kompetisi seperti Underwater Photo Competition dan Adventure Shootout menunjukkan bagaimana teknologi dan kreativitas dapat berpadu dalam industri ini.
Pendekatan ini serupa dengan pameran internasional di Eropa dan Amerika, yang tidak hanya fokus pada transaksi bisnis, tetapi juga edukasi dan pengalaman.
Founder DXI, Dharmawan Sutanto, menegaskan bahwa acara ini dirancang sebagai ruang kolaborasi yang berkelanjutan. “DXI bukan hanya pameran, tetapi juga inspirasi dan pengalaman yang memberikan dampak nyata bagi industri,” ujarnya.
Dengan konsep terintegrasi, dukungan pemerintah, serta partisipasi lintas sektor, DXI 2026 menunjukkan bahwa Indonesia memiliki fondasi kuat untuk menjadi pemain utama dalam industri wisata petualangan global.
Tantangannya kini adalah menjaga konsistensi inovasi dan memperluas kolaborasi agar potensi besar ini dapat dimanfaatkan secara maksimal di masa depan. (udn)
Load more