GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mengenang Perjuangan Menuju Indonesia Merdeka di Gedung Joang '45

"Hormat grak!", sayup-sayup terdengar teriakan seorang remaja yang bertindak sebagai inspektur upacara saat berada di Museum Gedung Joang '45 yang berlokasi di Jl.Menteng Raya 31.
Senin, 15 Agustus 2022 - 09:46 WIB
Pengunjung melihat-lihat koleksi di museum Gedung Joang '45 Jakarta, Sabtu (13/8/2022)
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta - "Hormat grak!", sayup-sayup terdengar teriakan seorang remaja yang bertindak sebagai inspektur upacara saat berada di Museum Gedung Joang '45 yang berlokasi di Jl.Menteng Raya 31.

Suara itu terdengar dari arah lapangan di belakang gedung, di antara suara pemandu yang menjelaskan diorama yang menggambarkan kejadian penculikan Soekarno dan Hatta oleh anak-anak muda yang ingin agar mereka lekas memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, juga suara sekelompok murid yang sedang merekam video untuk menjelaskan isi museum demi tugas sekolah mereka.

Pada bulan kemerdekaan, museum yang berkaitan dengan peristiwa bersejarah bagi masyarakat Indonesia menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi. Kepala Satuan Pelaksana Museum Joang '45, Sukrino, mengatakan kepada ANTARA pekan lalu, kunjungan di gedung bersejarah tersebut sangat signifikan pada Agustus. Jumlah pengunjung naik dua hingga tiga kali lipat. Rata-rata pengunjung berkisar antara 30-40 orang, khusus pada bulan Agustus, orang-orang yang berminat datang mencapai lebih dari 100 orang.

Gedung dengan pilar-pilar besar dan megah ini merupakan saksi bisu dari peristiwa-peristiwa yang terjadi menjelang kemerdekaan Republik Indonesia. Gedung ini adalah tempat merumuskan berbagai rencana aksi merebut serta mempertahankan kemerdekaan.

Di masa modern, hari yang bersejarah ini dirayakan oleh masyarakat dengan menggelar upacara bendera, sebuah momen yang dipersiapkan secara matang oleh murid-murid SMP terpilih dari berbagai sekolah di DKI Jakarta untuk menjadi anggota pasukan pengibar bendera di Gedung Joang '45.

Di masa lalu, gedung ini menjadi saksi dari pergerakan pemuda. Gedung yang terletak di Jalan Menteng Raya 31 ini dulunya adalah markas para pemuda radikal pada masa pendudukan Jepang serta pergerakan nasional.

Gedung Menteng 31 merupakan tempat pemuda merancang rencana menculik Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok agar segera memproklamasikan kemerdekaan, juga jadi tempat para tokoh dalam Komite van Aksi memprakarsai rapat raksasa di lapangan IKADA untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia sudah bebas dari penjajahan.

Sebelum menjadi saksi perjuangan para pemuda, Gedung Joang '45 yang dulunya merupakan kawasan hutan penuh pohon menteng --alasan di balik nama daerah ini- adalah Hotel Schomper yang paling megah di zamannya. Pilar-pilar marmer yang megah masih terlihat jelas hingga saat ini, ciri khas dari gedung-gedung yang kental dengan aya kolonial kuno. Hotel yang dibangun oleh perempuan Belanda L.C. Schomper pada 1938 ini khusus disinggahi oleh pedagang asing dan pejabat tinggi Belanda yang berada di Batavia.

Gedung ini punya ruang tamu yang luas di tengah bangunan, ruang makan di dekat dapur, gudang, tiga kamar untuk juru masak. Gedung ini diapit bangunan lain di kanan dan kiri yang membentuk dua sayap. Terdapat delapan kamar besar di sayap kanan dan lima kamar di sayap kiri. Kamar tersebut kini dijadikan untuk fungsi lain seperti ruang perpustakaan.

Pada 1942, hotel ini dikuasai barisan Propaganda Jepang Sendenbu dan diserahkan kepada para pemuda Indonesia seperti Adam Malik, Sukarni, Chaerul Saleh dan A.M.Hanafi. Tak lama, Gedung Menteng 31 menjadi markas Pusat Tenaga Rakyat dari badan pertahanan Jepang untuk mengendalikan kaum nasionalis. Namun, para pemuda meminta agar tempat ini bisa dipakai jadi pangkalan kegiatan gerak cepat komando pemuda antara pusat dan daerah.

Pengunjung museum disambut dengan profil-profil para pemuda yang punya andil dalam aksi merebut serta mempertahankan kemerdekaan, serta meja kerja dan kursi santai Bung Hatta yang terbuat dari rotan.

Terdapat pula seragam tentara masa lalu, kain bagor yang dipakai rakyat sebagai busana pada masa penjajahan Jepang sebagai pengganti katun yang langka, barang-barang anggota laskar putri yang turut berjuang, diorama peristiwa bersejarah seperti perumusan naskah proklamasi, serta senjata-senjata perlengkapan perang masa lampau hingga replika tandu Jenderal Soedirman.

Sebelum melihat versi aslinya di bagian belakang gedung, terdapat miniatur tiga mobil kepresidenan bersejarah yang dulunya dipakai oleh presiden dan wakil presiden pertama RI.

Di bagian belakang gedung, terdapat ruangan besar dengan kaca transparan yang menjadi garasi dari tiga mobil bersejarah. Namun, hanya ada dua mobil yang ada di situ karena salah satunya sedang dipamerkan sementara di Gedung Sarinah, Jakarta Pusat.

Mobil yang dipamerkan di Sarinah punya plat nomor bertuliskan REP-1 keluaran Buick Motor Division dan rilis pada tahun 1939. Mobil kepresidenan pertama yang dimiliki pemerintah Indonesia dan digunakan oleh Presiden Soekarno sebagai kendaraan dinas pada 1945-1949 ini merupakan "barang curian" yang dimiliki oleh Departemen Perhubungan Jepang. Sudiro, sahabat Soekarno, merayu supir mobil REP-1 untuk memberikan kunci mobil kepadanya. Singkat cerita, mobil Buick-8 itu akhirnya dibawa ke kediaman Soekarno dan menjadi mobil dinas selama bertugas menjadi presiden.

Mobil ini bisa disebut sebagai "hidden gem" atau permata tersembunyi saat mengunjungi gedung yang pernah jadi tempat pendidikan politik, sebab barangkali tak semua orang tahu mobil-mobil bersejarah tersebut disimpan di Gedung Joang '45. Pemandu Museum Gedung Joang '45, Muslim, menuturkan dua mobil klasik lain yang ada di museum ini adalah mobil DeSoto Convertible putih dengan plat REP-2, mobil operasional untuk Wakil Presiden Hatta, juga mobil Imperial yang disebut juga mobil peristiwa Cikini. Mobil tersebut dipakai Bung Karno saat ada peledakan granat di Perguruan Cikini, upaya percobaan pembunuhan Presiden Soekarno pada 30 November 1957.

Gedung Joang '45 akan menjadi titik awal kegiatan Tapak Tilas Proklamasi dari Museum Perumusan Naskah Proklamasi untuk para peserta yang ingin sejenak merasa kembali ke masa lalu jelang kemerdekaan yang sudah dinantikan sejak lama. Besok, 16 Agustus 2022, peserta Tapak Tilas Proklamasi akan berjalan kaki sejauh 4 kilometer dimulai dari Gedung Joang 45, kemudian berkumpul di Museum Perumusah Naskah Proklamasi, melewati Jalan Diponegoro dan tiba di Tugu Proklamasi.

Museum Joang’45, yang berada di bawah pengelola Museum Kesejarahan Jakarta, berusaha untuk tetap relevan di masa yang serba digital. Koleksi-koleksi di museum ini, kata Sukrino, sedang melewati proses digitalisasi yang diharap bisa rampung dalam waktu dekat.

Agar lebih menarik minat wisatawan, sehingga tidak hanya berbondong-bondong datang pada bulan kemerdekaan, fasilitas yang ada akan ditingkatkan, begitu juga dari segi sumber daya manusia yang diarahkan agar memberi pelayanan sebaik mungkin.

Agar lebih bisa menyelami sejarah di dalam museum, ada empat pemandu bersertifikasi yang bisa menceritakan sejarah seputar Gedung Joang '45. Sukrino menargetkan setiap pegawai di museum yang berjumlah 27 orang memiliki kemampuan yang setara untuk memandu pengunjung. Setiap pekan, para pegawai diberi pelatihan untuk bicara di depan banyak orang agar bisa memberi informasi secara efektif di hadapan pengunjung museum.

Di sisi lain, Kepala Unit Pengelola Museum Kesejarahan (UP MKJ) Esti Utami, yang juga membawahi Museum Joang '45, mengatakan upaya untuk membuat museum jadi tujuan wisata yang menarik terus ditingkatkan dengan cara membenahi dan memperkaya informasi koleksi. Berbagai program publik seperti pertunjukan musik dan bincang-bincang interaktif diadakan di museum yang dibawahi oleh Museum Kesejarahan, termasuk diskusi soal sejarah ditemani konser intim dari grup NonaRia di Museum Sejarah Jakarta petang ini. (ant/ner)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Omongan Berkelas Kevin Diks Jelang Timnas Indonesia Lawan Bulgaria di Final FIFA Series 2026: Bola Itu Bundar

Omongan Berkelas Kevin Diks Jelang Timnas Indonesia Lawan Bulgaria di Final FIFA Series 2026: Bola Itu Bundar

Bek Timnas Indonesia, Kevin Diks, memancarkan keyakinan tinggi menjelang partai puncak FIFA Series 2026. Ia menilai Skuad Garuda memiliki kesempatan besar untuk menaklukkan Bulgaria, terutama bermain di kandang sendiri. 
Terang-terangan Amsal Sitepu Ngaku Sempat Diintimidasi Jaksa di Rutan, Dikirim Brownies Berisi Ancaman

Terang-terangan Amsal Sitepu Ngaku Sempat Diintimidasi Jaksa di Rutan, Dikirim Brownies Berisi Ancaman

Videografer Amsal Christy Sitepu mengaku sempat mendapat intimidasi dari jaksa saat menjalani proses hukum kasus yang menjeratnya. 
Tawaran Juventus Terlalu Pelit, AC Milan Siap Beri Kontrak Lebih Mewah Demi Rayu Dusan Vlahovic

Tawaran Juventus Terlalu Pelit, AC Milan Siap Beri Kontrak Lebih Mewah Demi Rayu Dusan Vlahovic

AC Milan mulai mengganggu proses negosiasi kontrak antara Juventus dan Dusan Vlahovic. Situasi ini muncul di tengah ketidakpastian masa depan sang penyerang.
Tak Menyesal Pernah Gagal di AC Milan, Charles De Ketelaere: Itu Proses Pendewasaan Karier Saya

Tak Menyesal Pernah Gagal di AC Milan, Charles De Ketelaere: Itu Proses Pendewasaan Karier Saya

Kepindahan Charles De Ketelaere ke AC Milan sempat menyedot perhatian publik Eropa. Ia datang dengan status sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan.
Meski Lolos Syarat Jadi WNI, FIFA Larang Striker 100 Gol Ini Bela Timnas Indonesia dan Jadi Tumpuan Lini Depan Garuda

Meski Lolos Syarat Jadi WNI, FIFA Larang Striker 100 Gol Ini Bela Timnas Indonesia dan Jadi Tumpuan Lini Depan Garuda

Timnas Indonesia dikaitkan dengan rencana penambahan pemain naturalisasi. Namun, ada satu nama striker tajam yang dipastikan tidak bisa membela skuad Garuda.
Bursa Transfer Juventus: Randal Kolo Muani Siap untuk Balik ke Turin, Begini Syaratnya

Bursa Transfer Juventus: Randal Kolo Muani Siap untuk Balik ke Turin, Begini Syaratnya

Randal Kolo Muani diwartakan siap untuk kembali ke Juventus, namun ada syarat yang menanti. Si Nyonya Tua harus melepas pemain dulu di bursa transfer musim panas mendatang.

Trending

Pelatih Bulgaria Tak Habis Pikir, Bisa-bisanya Timnas Indonesia Lebih Ganas di FIFA Series Ketimbang Lawan Irak dan Arab Saudi

Pelatih Bulgaria Tak Habis Pikir, Bisa-bisanya Timnas Indonesia Lebih Ganas di FIFA Series Ketimbang Lawan Irak dan Arab Saudi

Pelatih Bulgaria tak habis pikir, bisa-bisanya Timnas Indonesia jauh tampil ganas di laga perdana FIFA Series 2026 ketimbang saat lawan Irak dan Arab Saudi.
Tak Puas dengan Posisinya, Penyerang Saint Kitts and Nevis Siap Geser Takhta Gol Terbanyak Pemain Legenda Liga Indonesia

Tak Puas dengan Posisinya, Penyerang Saint Kitts and Nevis Siap Geser Takhta Gol Terbanyak Pemain Legenda Liga Indonesia

Ambisi penyerang Saint Kitts and Nevis, Harrison Panayiotou ternyata terinspirasi untuk mengalahkan pemain legenda Liga Indonesia, yaitu Keith Kayamba Gumbs.
Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 31 Maret 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 31 Maret 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 31 Maret 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Cek peluang rezeki dan strategi finansial terbaik hari ini.
Profil Praka Farizal Rhomadhon Anggota TNI yang Gugur Akibat Serangan Israel di Lebanon

Profil Praka Farizal Rhomadhon Anggota TNI yang Gugur Akibat Serangan Israel di Lebanon

Praka Farizal Rhomadhon merupakan pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Berikut Profilnya.
Jelang Timnas Indonesia vs Bulgaria di FIFA Series, Warganet Pergoki John Herdman Lagi Lari Malam Sendiran di Area Stadion GBK

Jelang Timnas Indonesia vs Bulgaria di FIFA Series, Warganet Pergoki John Herdman Lagi Lari Malam Sendiran di Area Stadion GBK

Pelatih John Herdman kedapatan lagi olahraga lari malam oleh seorang warganet jelang Timnas Indonesia berjumpa dengan Bulgaria di laga penutup FIFA Series 2026.
Dedi Mulyadi Terkaget-kaget Saat Istri Ustaz Karawang Bongkar Fakta di Balik Dugaan Perselingkuhan: Ya Allah

Dedi Mulyadi Terkaget-kaget Saat Istri Ustaz Karawang Bongkar Fakta di Balik Dugaan Perselingkuhan: Ya Allah

​​​​​​​Dedi Mulyadi terkaget-kaget dengar pengakuan istri ustaz Karawang. Fakta baru dugaan perselingkuhan terungkap, kronologi pengeroyokan pun diluruskan.
Jadwal Final Four Proliga 2026 Pekan Ini: Megawati Hangestri Langsung Hadapi Kawan Lama, Jakarta Pertamina Enduro vs Electric PLN

Jadwal Final Four Proliga 2026 Pekan Ini: Megawati Hangestri Langsung Hadapi Kawan Lama, Jakarta Pertamina Enduro vs Electric PLN

Jadwal Final Four Proliga 2026 pekan ini, di mana ada sejumlah laga seru termasuk Megawati Hangestri yang siap melawan rekan lamanya di laga Jakarta Pertamina Enduro vs Jakarta Electric PLN.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT