News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jualan Batik di Lapas Laris Manis, Kisah Mary Jane Veloso Warga Asal Filipina yang Divonis Mati, Namun Masih Menggantung Nasibnya

Mary Jane Veloso terpidana mati kasus narkoba jenis heroin. Mary Jane ditangkap pada April 2010 di bandara Adisucipto Yogyakarta karena ia membawa 2,6 kg heroin
Jumat, 10 Maret 2023 - 18:54 WIB
Jualan Batik di Lapas Laris Manis, Kisah Mary Jane Veloso Warga Asal Filipina yang Divonis Mati, Namun Masih Menggantung Nasibnya
Sumber :
  • tvOnenews.com

tvOnenews.com - Mary Jane Veloso adalah salah seorang terpidana mati atas kasus peredaran narkoba jenis heroin.

Mary Jane (31th) ditangkap pada April 2010 di bandara Yogyakarta setelah kedapatan membawa 2,6 kilogram heroin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus seorang Mary Jane bisa dibilang cukup dramatis. Pasalnya, ia mengklaim jika narkoba tersebut dijahitkan di dalam kopernya tanpa sepengetahuan dirinya. 

Selama di persidangan atas kasusnya, Mary Jane berkukuh jika dirinya tidak bersalah atas kepemilikan narkoba.

Pemerintah Filipina juga sudah mengajukan grasi atas terpidana mati kasus narkoba asal Filipina yakni Mary Jane Veloso, yang hingga kini masih menunggu eksekusi mati di Indonesia. 

Kilas balik kisah hidup seorang Mary Jane yang menyedihkan

Mary Jane adalah putri bungsu dari 5 bersaudara yang berasal dari keluarga miskin di Provinsi Nueva Ecija, Filipina. Pada usia 17 tahun Mary Jane menikah muda dan telah dikaruniai 2 anak. 

Namun tak lama, Mary Jane bercerai dengan suaminya. Untuk membiayai kehidupan dirinya dan kedua anaknya, Mary Jane kemudian memutuskan untuk bekerja sebagai TKW ke Dubai, Uni Emirat Arab, pada 2009 silam. 

Mary Jane kemudian bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) selama 9 bulan di Dubai. Ia juga mendapat perlakuan tidak menyenangkan.

Majikan ditempatnya bekerja pernah mencoba untuk memperkosanya, hingga akhirnya Mary keluar dan kembali ke Filipina. 

Awal Perjalanan Mary Jane ke Indonesia

Pada tahun 2010, Cristine atau Maria Cristina Sergio menawarkan pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia kepada Mary Jane. 

Namun sesampainya Mary Jane di Malaysia, pekerjaan itu tidak didapatkannya. Akhirnya Mary Jane diminta  untuk terbang ke Indonesia.

Ia diminta pergi ke Yogyakarta sebagai pengganti tawaran pekerjaan sebelumnya, Cristina lah yang meminta Mary Jane terbang ke Yogyakarta, Indonesia. 

Mary Jane kemudian dibekali sebuah koper baru dan uang sebanyak 500 dollar Amerika Serikat (USD). Pada 25 April 2010 Mary Jane menginggalkan Kuala Lumpur dan bertolak ke Yogyakarta.

Setibanya di Bandara Adisucipto, Yogyakarta, usai melewati jalur sinar-X, petugas bandara kemudian menaruh curiga pada tas koper yang dibawa oleh Mary Jane. 

Petugas akhirnya memeriksa koper tersebut dan menemukan sejumlah heroin yang dibungkus dengan alumuniun sebesar 2,6 kilogram. 

Vonis hukuman mati Mary Jane

Saat dirinya ditangkap dan dijatuhi hukuman mati, Mary Jane tidak mendapatkan fasilitas yang memadai untuk membela diri di persidangan. 

Agus Salim yang merupakan pengacara Mary Jane mengatakan, bahwa saat diinterogasi polisi Mary Jane tidak didampingi pengacara dan juga penerjemah. 

Padahal, saat itu interogasi dilakukan dengan menggunakan Bahasa Indonesia, sementara Mary Jane hanya bisa berbahasa Tagalog. 

Saat di persidangan pengadilan disebut juga bahwa tidak ada penerjemah berlisensi. Adapun seorang pengacara yang ditunjuk adalah pembela umum yang disediakan oleh polisi. 

Dalam sidang atas kasus itu, hakim kemudian menjatuhkan vonis hukuman mati, lebih berat dari tuntutan jaksa sebelumnya yakni hukuman pidana seumur hidup. 

Eksekusi Mary Jane tertunda

Eksekusi mati Mary Jane dijadwalkan dilakukan pada 29 April 2015 yang lalu di Nusakambangan, Jawa Tengah. 

Namun saat detik-detik terakhir menjelang eksekusi, hukuman mati Mary Jane diurungkan menyusul desakan publik, DPR, dan Komnas Perempuan kepada Presiden.

Penundaan eksekusi mati atas Mary Jane dilakukan karena besarnya tekanan masyarakat internasional dan nasional yang mengatakan bahwa dirinya merupakan korban dari perdagangan manusia atau human trafficking. 

Grasi atas Mary Jane bersama 11 orang terpidana mati lainnya juga ditolak Presiden Jokowi melalui Keputusan Presiden (Keppres) tertanggal 30 Desember 2014. 

Tim pengacara Mary Jane bahkan sampai mengajukan Peninjauan Kembali (PK) kedua di Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada 27 April 2015. PK atas kasus Mary Jane kemudian ditolak oleh PN Sleman sehari setelah diajukan.

Padahal eksekusi mati jatuh pada 29 April 2015, dan pada saat itu, Mary Jane sudah dipindahkan dari LP Kelas IIA Wirogunan Yogyakarta ke LP Nusakambangan pada 24 April 2015 sekitar pukul 01.40 WIB, untuk kemudian menjalani persiapan eksekusi mati. 

Saat hari berpindah ke 29 April 2015 eksekusi mati Mary Jane yang seharusnya dilaksanakan dibatalkan di detik-detik terakhir. 

Mary tidak masuk dalam daftar terpidana yang dibawa ke lokasi eksekusi di Lapangan Limus Buntu sekitar pukul 00.00 WIB. Ia kemudian dibawa keluar sel dan dikembalikan lagi ke LP Wirogunan Yogyakarta.

Mary Jane direkrut oleh Maria Kristina Sergio

Sehari sebelum eksekusi mati Mary Jane dilaksanakan, pada 28 April 2015, seseorang bernama Maria Kristina Sergio tiba-tiba menyerahkan diri di Kepolisian Provinsi Nueva Ecija, Filipina, pukul 10.30 waktu setempat. 

Kristina mengaku merekrut Mary Jane, terpidana mati yang sedang menanti eksekusi mati pada malam harinya.

Divisi Biro Investigasi Anti Perdagangan Manusia Filipina juga mengajukan tuntutan kasus perekrutan ilegal terhadap Mary Jane yang dilakukan oleh Kristina bersama partnernya Julius Lacanilao dan seorang lagi berkewarganegaraan Afrika 'Ike', ke Departemen Kehakiman. 

Saat itu, Lacanilao juga menyerahkan diri ke polisi bersama Kristina.Dalam sebuah wawancara dengan salah satu media Filipina, ABS-CBN, Kristina membantah atas tuduhan itu. 

Kristina mengatakan bahwa dirinya hanya ingin menolong Mary Jane untuk mendapatkan pekerjaan di Malaysia. 

Kristina juga mengatakan bahwa saat di Malaysia, Mary Jane sering melakukan panggilan telepon dengan seseorang. 

Beberapa hari setelah Mary Jane tiba di Malaysia, ia menghubungi Kristina bahwa Mary akan terbang ke Indonesia.

Kristina juga berdalih tidak mengetahui penerbangan Mary Jane ke Indonesia dan terkejut saat mengetahui bahwa Mary Jane sudah tertangkap karena membawa sejumlah narkoba di bandara Indonesia. 

Kristina bahkan menantang untuk melakukan uji detektor kebohongan kepada siapa saja yang menuduhnya merekrut Mary Jane secara ilegal.

Pemerintah Filipina meminta grasi untuk Mary Jane

Pemerintah Filipina sudah meminta grasi untuk Mary Jane saat ini tengah menunggu eksekusi mati.

Permintaan itu menjadi upaya terbaru dari pemerintah Filipina untuk menyelamatkan nyawa terpidana mati atas kasus narkoba.

Sekretaris Pers untuk Presiden Ferdinand Marcos Jr mengungkapkan bahwa permintaan grasi untuk Mary Jane akan disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Filipina Enrique Manalo saat bertemu Menlu Indonesia Retno Marsudi di Jakarta.

Pertemuan Menteri Luar Negeri kedua negara digelar di sela kunjungan kenegaraan Marcos Jr ke Indonesia.

Mary Jane akui sempat depresi, eksekusi mati ditunda

Mary Jane mengaku jika dirinya sempat mengalami depresi sejak pertama kali hakim menjatuhkan vonis hukuman mati kepadanya. 

Ia mengaku jika dirinya dilanda stres, tidak bisa tidur, dan bahkan sempat membenci Tuhan. 

Namun, setelah mendapatkan penundaan terhadap eksekusi mati, Mary Jane mengaku dirinya bisa bangkit dan mendapatkan banyak dukungan dari berbagai pihak untuk terus berjuang. 

Dia juga menyadari bahwa jika selama ini dirinya telah dimanfaatkan atas trauma yang pernah dialami Mary karena hampir diperkosa di Dubai dan kemudian Cristina mengririmnya ke Yogyakarta. 

Mary Jane habiskan sisa hidupnya membatik di penjara

Kini, Mary Jane mulai mahir berbicara bahasa Indonesia setelah hampir 13 tahun menghabiskan waktunya di penjara. 

Ibu dua anak itu juga saat ini rajin membatik selama berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II B Yogyakarta, Wonosari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyawakarta (DIY).  

Kepala Lapas Perempuan Kelas II B Yogyakarta Ade Agustina mengatakan jika batik karya Mary Jane sudah tidak terhitung. 

Bahkan satu kain batik karya Mary Jane kini memiliki harga jual yang tinggi, mulai dari Rp 600.000 hingga jutaan. 

Melalui hasil penjualan karyanya itu, kini Mary Jane bisa mengirimkan uang ke keluarganya di Filipina. Tak hanya rajin membatik, Mary Jane juga terlibat di aktivitas sosial lain di lapas, seperti bermain organ tunggal untuk mengiringi kegiatan kerohanian. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

(udn)


 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Rezeki Mulus Lewat Kerja Sama, Cek Ramalan Keuangan Shio Anjing Tanggal 29 September 2026 di Sini!

Rezeki Mulus Lewat Kerja Sama, Cek Ramalan Keuangan Shio Anjing Tanggal 29 September 2026 di Sini!

Karakter shio Anjing yang penuh kewaspadaan hingga protektif terhadap kepentingan bersama akan menemukan momentum terbaik untuk mengamankan nilai aset besok.
Viral Hewan Hidup Dijadikan Suvenir Pernikahan, Ada yang Ditinggalkan di MRT Lebak Bulus

Viral Hewan Hidup Dijadikan Suvenir Pernikahan, Ada yang Ditinggalkan di MRT Lebak Bulus

Viral pengantin bagikan anak ayam sebagai suvenir pernikahan. Warganet soroti kondisi hewan, hingga ada yang ditemukan ditinggalkan di MRT Lebak Bulus.
Dapat Panggilan Kesayangan dari Megawati Hangestri, Lee Min-young Malah 'Ngambek'

Dapat Panggilan Kesayangan dari Megawati Hangestri, Lee Min-young Malah 'Ngambek'

Rookie Hyundai Hillstate menolak panggilan yang disematkan Megawati Hangestri kepadanya. Momen lucu ini terjadi saat mereka sedang liburan singkat di Pulau Jeju
Link Live Streaming Voli Asian Games 2026: Pagi Ini Ada Timnas Voli Indonesia Vs Kirgistan

Link Live Streaming Voli Asian Games 2026: Pagi Ini Ada Timnas Voli Indonesia Vs Kirgistan

Link live streaming voli Asian Games 2026 hari ini, Senin (28/9/2026), ada Timnas Voli Putra Indonesia menghadapi Kirgistan.
Update Klasemen Medali Asian Games 2026 Pagi Ini: Tim Indonesia Hanya Tambah Perak, Malaysia Melesat Tembus 10 Besar

Update Klasemen Medali Asian Games 2026 Pagi Ini: Tim Indonesia Hanya Tambah Perak, Malaysia Melesat Tembus 10 Besar

Update klasemen medali Asian Games 2026 per Senin (28/9/2026) pukul 06.00 WIB. Tim Indonesia dan Malaysia kini kembali memiliki perbedaan mencolok dalam perolehan medali di ajang bergengsi ini.
Kabar Baik, 5 Zodiak Ini Diprediksi Bersinar di Tempat Kerja Besok 29 September 2026

Kabar Baik, 5 Zodiak Ini Diprediksi Bersinar di Tempat Kerja Besok 29 September 2026

Siap-siap ketiban hoki! 5 zodiak ini diprediksi beruntung soal karier besok, 29 September 2026. Ada yang dapat peluang, perhatian, hingga kepercayaan!

Trending

Joey Pelupessy Soroti Para Pemain Debutan Timnas Indonesia, Luke Vickery Dapat Pujian Usai Cetak Assist ‎

Joey Pelupessy Soroti Para Pemain Debutan Timnas Indonesia, Luke Vickery Dapat Pujian Usai Cetak Assist ‎

‎Timnas Indonesia berjaya mengawali FIFA ASEAN Games 2026 dengan hasil positif. Kemenangan 2-0 atas Singapura berhasil diamankan dalam laga perdana pada Jumat (25/9/2026).
Jadwal Asian Games 2026, Senin 28 September: 4 Pebulu Tangkis Pastikan Raih Medali, Timnas Voli Indonesia Main

Jadwal Asian Games 2026, Senin 28 September: 4 Pebulu Tangkis Pastikan Raih Medali, Timnas Voli Indonesia Main

Jadwal Asian Games 2026 hari ini, Senin (28/9/2026). Tim Indonesia sudah memastikan medali usai empat pebulu tangkis tanah air tampil di semifinal. Sedangkan Timnas Voli Indonesia akan kembali berjuang.
Jadwal Voli Asian Games 2026, Senin 28 September: Timnas Voli Indonesia Lawan Kirgistan Pagi Ini

Jadwal Voli Asian Games 2026, Senin 28 September: Timnas Voli Indonesia Lawan Kirgistan Pagi Ini

Jadwal voli Asian Games 2026 hari ini, Senin (28/9/2026). Timnas Voli Indonesia akan kembali unjuk gigi, kali ini wajib menang saat melawan Kirgistan.
Jadwal Semifinal Bulu Tangkis Asian Games 2026: Indonesia Pastikan Raih 4 Medali, Alwi Farhan Cs Masih Berjuang Demi Emas

Jadwal Semifinal Bulu Tangkis Asian Games 2026: Indonesia Pastikan Raih 4 Medali, Alwi Farhan Cs Masih Berjuang Demi Emas

Jadwal semifinal bulu tangkis Asian Games 2026 hari ini, Senin (28/9/2026). Sebanyak empat wakil Indonesia telah memastikan meraih medali, namun Alwi Farhan dan kawan-kawan tetap masih akan berjuang demi meraih medali emas.
Miliki Harta Fantastis, KPK Bidik Anggota Polri Terkait Kasus di Bekasi

Miliki Harta Fantastis, KPK Bidik Anggota Polri Terkait Kasus di Bekasi

KPK terus melakukan pendalaman terkait proyek pengadaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Tambah Pundi Medali Indonesia, Tim Esports Nomor Pokemon Unite Lewati Target Asian Games 2026

Tambah Pundi Medali Indonesia, Tim Esports Nomor Pokemon Unite Lewati Target Asian Games 2026

Pelatih kepala Timnas Esports Indonesia Richard Permana mengungkapkan bahwa target awal mereka sebenarnya hanya medali perunggu.
Aceh Kembali Dilanda Banjir, Ini Lokasinya

Aceh Kembali Dilanda Banjir, Ini Lokasinya

Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan sebanyak 13 desa dari tujuh kecamatan di Kabupaten Aceh Tenggara kembali terendam banjir akibat meluapnya air sungai pascadiguyur hujan deras sejak kemarin malam, Sabtu (26/9/2026).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT