Menyusul Tio Pakusadewo, Heri Coet Residivis yang Telah 8 Kali Keluar Masuk Penjara Ungkapkan Fakta Mengejutkan Tentang Lapas, Ternyata.....
- Tangkapan layar YouTube Uya Kuya TV
Jakarta, tvOnenews.com – Sejak Tio Pakusadewo membeberkan fakta terkait kehidupan di penjara, kini makin banyak mantan narapidana yang turut bersuara.
Melalui laman YouTube Uya Kuya, Heri Coet dan rekan-rekannya dalam Yayasan Anugrah Insan Residivis (AIR) turut membagikan pengalamannya berada di dalam jeruji besi.
Heri Coet bukanlah nama baru dalam lembaga permasyarakatan atau lapas, pasalnya ia telah 8 kali keluar masuk jeruji besi. Rekam jejak pria yang bernama asli Asep Djuheri ini cukup mentereng di dunia hitam karena kerap tertangkap atas kasus pencurian kendaraan bermotor hingga narkotika.
Pada channel YouTube Uya Kuya, Heri Coet menyebut sebenarnya baru 4 kali keluar masuk penjara saja dirinya sudah jera alias kapok. Namun karena menjadi tulang punggung untuk ketujuh adik-adiknya, mau tidak mau Heri Coet harus kembali bergelut dengan dunia hitam.
“Saya keluarga besar 10, saya anak ketiga. Kakak saya yang dua juga sudah keluar dari rumah, saya akhirnya jadi anak paling gede meskipun ketiga dan saya harus mengurusi adik-adik saya yang tujuh,” ungkap Heri Coet.
Kala itu pilihan Heri hanya dua yakni berjualan narkoba atau mencuri. Meskipun pernah berjualan pil koplo, namun Heri Coet justru pilih mendalami karier untuk melakukan pencurian kencaraan bermotor (curanmor).
Bukan hanya motor, Heri Coet juga menjadikan mobil sebagai target sasarannya. Hal ini lantaran kedua benda tersebut punya risiko yang sama tapi harganya lebih mahal mobil.
“Motor risikonya sama cuman harganya murah, kalau mobil meskipun risikonya sama cuman harga mahal. Jadi rata-rata dulu saya satu hari harus dapat mobil 1,” jelas Heri Coet.
Selama perjalanan mencurinya, Heri Coet pernah tertangkap dengan berbagai cara mulai dari dihajar massa, proses pengembangan kasus, hingga kepergok langsung oleh si pemilik kendaraan. Heri bercerita bahwa pengalaman dihajar massa membuat pendengarannya mulai berkurang.
“Makanya saya agak-agak bonge (kurang bisa mendengar) karena sempat dimassa-in,” ungkap Heri Coet.
Karena dihajar massa ini Heri bahkan sempat mengalami hari-hari tidak dapat berjalan hingga harus menggunakan kursi roda.
Dihajar massa buat Heri Coet justru semakin mahir mencuri
Dalam kanal YouTube Uya Kuya, Heri Coet juga menyampaikan pernyataan yang mengejutkan. Dirinya mengklaim bahwa ia semakin mahir melancarkan aksi curanmornya karena belajar pada sejawat di penjara.
“Dan saya nyari (di lapas) siapa asbaknya (penadah), terus cari pemain-pemain curanmor di dalam yang senior siapa saja, gimana bikin kunci yang kuat,” ungkap Heri Coet.
Heri mengaku bahwa pelajaran ‘kelam’ ini didapatkannya secara gratis dari senior-senior pelaku curanmor di dalam penjara. Namun dirinya sesekali berbagi rokok dan kopi pada para senior yang dimintai pengetahuan tersebut.
Meskipun pernah berada sampai pada masa kejayaan menjadi pelaku curanmor namun Heri mengaku bahwa uangnya habis tak bersisa. Kala itu, uang hasil curiannya habis dipakai untuk membeli narkoba jenis putau.
Ternyata bukan hanya Heri Coet yang merasakan jeruji besi dalam keluarganya, keempat adiknya pun ternyata juga menjalani hal yang sama. Adik-adik Heri Coet ini ditangkap karena kasus curanmor dan pembegalan.
Meski demikian, kini Heri Coet sudah insyaf dan fokus mengembangkan Yayasan Air dan menjadi pengusaha. (Lsn)
Load more