News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Beginilah Cara Hidup Bersenang-senang Tanpa Utang

Bersenang-senang merupakan kebutuhan rohani untuk mengobati kelelahan jasmani akibat padatnya rutinitas harian. Namun jangan sampai berujung pada utang.
Minggu, 11 Juni 2023 - 14:53 WIB
Ilustrasi Liburan
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com - Bersenang-senang merupakan salah satu kebutuhan rohani untuk mengobati kelelahan jasmani akibat padatnya pekerjaan atau rutinitas harian. Namun tanpa kemampuan kontrol diri, bisa jadi acara bersenang-senang berujung pada tagihan utang yang menggunung. 

Padahal, membiayai gaya hidup (minus gengsi) bisa disiasati tanpa menimbulkan lilitan utang. Tidak harus menjadi orang dengan banyak uang untuk dapat hidup senang. Kesenangan bisa diciptakan dengan versi sendiri masing-masing pribadi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal-hal yang kerap menjadi masalah adalah ketika seseorang mengikuti gaya bersenang-senang orang lain, sementara kemampuan finansialnya berbeda.

tvonenews

Bersenang-senanglah dengan berkaca pada ketersediaan dana yang ada, bukan diusahakan ada dan terpaksa mengorbankan kebutuhan lain yang lebih penting. Apalagi sampai menempuh cara berutang.

Penggunaan kartu kredit dan metode pembayaran tunda (pay later) adalah contoh cara berutang yang elegan, tidak "sehina" semisal meminjam uang kepada saudara atau tetangga. 

Akan tetapi tetap saja prinsipnya itu adalah utang yang menimbulkan kewajiban bayar di kemudian hari. Maka, utang dengan segala model dan bentuknya tentu tidak bijak jika digunakan untuk memenuhi hasrat yang bersifat pleasure.

Seperti membeli tiket konser musik berharga fantastis nyatanya banyak dilakukan orang tanpa mempertimbangkan kepantasan penghasilan yang mereka punya. Karena, idealnya anggaran rekreasi, menurut sejumlah ahli perencanaan keuangan, pada kisaran 5-10 persen saja dari jumlah penghasilan rutin. 

Nah, silahkan berhitung apakah Anda cukup layak untuk memburu acara hiburan berbiaya belasan juta rupiah?


Ilustrasi Uang (ant)

Rumus Pengelolaan Keuangan

Berapapun besarnya penghasilan Anda bila tidak dikelola dengan tertib bisa berdampak pada kebangkrutan. Pengelolaan menjadi kunci keberlangsungan dan kesehatan keuangan seseorang atau sebuah keluarga.

Menurut ahli perencanaan keuangan, Eric Roberge, CFP, mengelola penghasilan bisa dilakukan dengan fleksibel karena keuangan tiap orang berbeda.

“Kuncinya adalah mengambil tindakan dan menggunakan sistem untuk membantu Anda tetap konsisten dalam mengelola uang setiap bulan, dan memastikan Anda dapat mengatur pengeluaran, bisa menabung untuk esok, dan memberi Anda ruang untuk menikmati hidup hari ini, “ kata pendiri Beyond Your Hammock, perusahaan perencanaan keuangan virtual asal Boston, AS itu.

Selaras dengan itu, Direktur PT Panin Asset Management yang juga penulis buku investasi, Rudiyanto, melalui blognya membagikan rumus 10 – 20 – 30 – 40 dalam pengelolaan keuangan.

Adapun jabaran dari komposisi angka-angka di atas adalah:


Ilustrasi Sedekah (Ist)

10 persen – Kebaikan

Berapapun penghasilan Anda -- besar atau kecil -- usahakanlah untuk selalu berbuat kebaikan. 

Definisi berbuat kebaikan amat luas, tidak terbatas hanya pada memberikan donasi di tempat ibadah, tapi juga hal lain seperti berbakti kepada orang tua dan memberikan bantuan kepada orang lain yang membutuhkan.20 persen – Masa Depan

Termasuk di dalamnya anggaran untuk asuransi, investasi, dan dana darurat. Dalam konteks keuangan, persiapan untuk masa depan mencakup dana darurat, asuransi jiwa dan kesehatan, dana pendidikan anak, dana pensiun, dana untuk uang muka rumah (bagi yang belum memiliki), mengembangkan kekayaan, dan dana untuk berbagai tujuan keuangan lainnya.

30 persen – Cicilan Produktif

Sepanjang utang dan cicilan yang Anda miliki adalah untuk pembelian aset yang sifatnya produktif, menunjang pekerjaan, dan besarnya cicilan per bulan tidak melebihi 30 persen dari penghasilan, maka masih bisa dikatakan wajar. Contohnya, cicilan rumah, kendaraan, atau peralatan untuk kebutuhan wajib. Untuk rumah dengan status sewa juga bisa dimasukkan dalam alokasi ini.

40 Persen – Kebutuhan Hidup

Persentase ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari termasuk biaya makan, minum, transportasi, tagihan listrik, air, telepon, pulsa telepon, langganan televisi, keanggotaan olahraga, hobi, pakaian, rekreasi dan sebagainya. Semua yang sifatnya kebutuhan pokok sampai gaya hidup bisa dimasukkan dalam alokasi ini.

Bila telah menerapkan skema tersebut namun masih mengalami defisit, maka wajib ada perbaikan pendapatan.


Ilustrasi Seseorang sedang Menghitung Keuangan (ant)

Yang Harus Dihindari

Tekor, terlilit utang, atau dikejar-kejar debt collector merupakan kasus yang banyak terjadi di tengah masyarakat. Menjadi ironis bila hal itu ditimbulkan akibat pembiayaan gaya hidup dan membeli gengsi. Biaya gaya hidup masih relatif bisa dihitung dan dianggarkan, namun manakala sudah dirasuki unsur gengsi maka tidak bisa diukur berapa jumlah uang yang dibutuhkan untuk menjangkau itu.

Sebelum Anda mengalami keruntuhan ekonomi, beberapa hal berikut sebaiknya dihindari:

1. Update Barang

Gawai, perangkat elektronik, dan kendaraan adalah barang-barang yang memang perlu diperbarui secara berkala ketika terjadi kerusakan atau turunnya performa fungsionalnya. Artinya, membeli atau memperbarui barang-barang tersebut haruslah atas alasan urgensi bukan gengsi, dan titik tekannya terletak pada fungsi.

Keinginan untuk selalu update ponsel, kendaraan, atau barang elektronik hanya karena perusahaan telah merilis versi terbarunya, dijamin tidak akan ada habisnya. Masyarakat dengan tingkat perekonomian menengah ke bawah bisa dipastikan akan berangkat menuju kebangkrutan bila berperilaku demikian.

2. Membanding-bandingkan

Gemar melirik harta benda tetangga atau rekan-rekan kerja lalu membandingkan dengan yang dimiliki, kemudian merasa iri dan ingin menyaingi merupakan cikal-bakal perilaku konsumtif yang kelak sulit dihentikan.

Orang yang selalu menginginkan apa yang dimiliki oleh orang lain akan terjebak pada perlombaan tidak sehat dan bersifat terus-menerus bahkan bisa berurusan dengan pinjol (pinjaman online) atau jenis utang lainnya demi memenangi persaingan itu.

3. Pengabdi Gengsi

Tidak perlu mengabdi pada gengsi apalagi jika harta Anda masih bisa dihitung atau tidak tak terbatas. Harga sebuah gengsi amatlah mahal untuk orang yang masih hidup dengan gaji, dari bulan ke bulan berikutnya.

Ambisi untuk meraih gengsi akan menghilangkan kesadaran seseorang dalam membelanjakan uangnya dengan kadar yang tidak wajar. Gengsi yang berkerabat dekat dengan kebutuhan akan pengakuan dapat membuat orang mengerahkan segala upaya untuk membiayai gaya hidup agar bisa “seperti orang-orang”.


Ilustrasi Orang Liburan (pixabay)

Versi Sendiri

Setiap individu memiliki kemampuan finansial sendiri yang tentu berbeda dengan daya beli orang lain. Karenanya, jangan sekali-kali berkiblat pada orang lain dalam hal gaya hidup utamanya kebutuhan rekreasi.

Rekreasi atau bersenang-senang pada umumnya bisa berupa tamasya (travelling), wisata belanja dan kuliner, menonton acara hiburan, juga perawatan diri dapat dimasukkan dalam kategori ini.

Meski bagian dari kebutuhan rohani, dari skala prioritas rekreasi menempati urutan terbawah setelah dipenuhinya berbagai kebutuhan wajib yang lebih penting. Porsi alokasi dananya pun relatif kecil -- menurut rumus pengelolaan keuangan -- yakni tidak lebih dari 10 persen penghasilan.

Maka perlu disiasati agar bisa hidup bersenang-senang tanpa mengganggu arus kas keuangan. Berikut tiga tips rekreasi tanpa biaya tinggi:

1. Wisata dalam Negeri

Biarlah orang-orang yang kerepotan untuk menghabiskan uang yang pelesiran ke luar negeri. Bagi masyarakat kebanyakan, yang masih repot mengatur keuangan untuk memenuhi segala kebutuhan hidup, masih bisa berwisata di dalam negeri.

Malah ini sejalan dengan anjuran Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno yang meminta masyarakat Indonesia menyemarakkan destinasi wisata dalam negeri demi turut mendongkrak perekonomian Tanah Air.

Kemolekan alam Ibu Pertiwi terlalu berharga untuk dilewatkan dalam agenda penjelajahan Anda. Kalau belum sempat ambil cuti dari pekerjaan, mungkin penjelajahan ringan ke objek wisata di daerah sekitar dapat dilakukan saat libur akhir pekan.

2. Belanja Produk Lokal

Telah banyak jenama produk lokal yang mampu menembus pasar global. Akan sangat disayangkan jika masyarakat Indonesia sendiri kurang mengapresiasi dengan cara membelinya. Selain mengikuti anjuran Presiden Joko Widodo untuk mencintai produk dalam negeri, belanja barang lokal juga tentu lebih murah karena tidak perlu menanggung pajak bea cukai yang biasanya dibebankan pada konsumen.

Apa salahnya wisata belanja seraya membantu tumbuh kembang UMKM atau perusahaan rintisan.

3. Tonton Pertunjukan Seniman Tanah Air

Menonton konser artis luar negeri berbiaya belasan juta rupiah atau artis negeri sendiri yang membanderol tiket hanya ratusan ribu rupiah? Pertanyaan yang tentu saja tidak berlaku untuk kalangan yang tak mempermasalahkan uang. Akan tetapi tetap saja keberpihakan kepada seniman Tanah Air perlu dikedepankan.

Bicara acara hiburan juga tak melulu konser musik, masih banyak pertunjukan seni lainnya yang juga menghibur sebagai ajang bersenang-senang. Sebutlah pameran seni rupa, instalasi seni, pertunjukan teater atau wayang orang  serta seni tradisional lainnya, penayangan film dan berbagai festival budaya.

Kehadiran Anda untuk menonton di panggung-panggung pertunjukan para seniman lokal, tentu menjadi suntikan energi bagi mereka untuk terus berkarya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tidak hanya murah, di antara pertunjukan atau pameran seni itu bahkan banyak yang gratis dan terbuka untuk umum.

Jadi kata siapa bersenang-senang itu harus membuang banyak uang apalagi sampai terjerumus utang. Dengan menetapkan versi sendiri, menikmati kesenangan hidup ternyata begitu gampang. (ant)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Waspadai Perubahan Pemain Asing Port FC, Teja Paku Alam Pelajari Ancaman Lewat Video

Waspadai Perubahan Pemain Asing Port FC, Teja Paku Alam Pelajari Ancaman Lewat Video

Persib akan menjalani partai perdana di ASEAN Club Championship 2026/2027 pada Kamis (8/10/2026). Tim asuhan Igor Tolic dijadwalkan bertandang ke markas Port FC yang menjadi pesaing di grup B.
Jalan Akses Dibangun, Pengembangan Tebu Rakyat di Selopamioro Didorong Meluas

Jalan Akses Dibangun, Pengembangan Tebu Rakyat di Selopamioro Didorong Meluas

PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) bersama Asosiasi Nelayan Perkebunan (ANPER) membangun akses jalan menuju areal tebu rakyat di Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri.
Rebut Pole Position, Jorge Martin Kalahkan Marc Marquez di Kualifikasi MotoGP Jepang 2026

Rebut Pole Position, Jorge Martin Kalahkan Marc Marquez di Kualifikasi MotoGP Jepang 2026

Pembalap Aprilia, Jorge Martin mengungguli rival utamanya, Marc Marquez, sekaligus mencatatkan rekor lap baru di Sirkuit Motegi.
Tambah Medali, Timnas Sepak Takraw Indonesia Dikalahkan Jepang di Final Asian Games 2026

Tambah Medali, Timnas Sepak Takraw Indonesia Dikalahkan Jepang di Final Asian Games 2026

Tampil di Nagoya City Mizuho Park Gymnasium, Sabtu (3/10/2026), Timnas Sepak Takraw Indonesia memastikan medali perak dari nomor kuadran putra setelah kalah di final Asian Games 2026 dari Jepang. 
Bukan Cuma Kasih Nasihat, Ini Tugas Penting Wantimpres Baru dan Larangan yang Tak Boleh Dilanggar

Bukan Cuma Kasih Nasihat, Ini Tugas Penting Wantimpres Baru dan Larangan yang Tak Boleh Dilanggar

Sebanyak 26 orang resmi diangkat jadi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia. Pelantikan tersebut dilaksanakan pada Jumat (02/10/2026).
Buntut Video Ria Ricis Batal Naik Helikopter di Bali, Arya Wedakarna: Jangan Sedikit-Sedikit Unggah ke Medsos

Buntut Video Ria Ricis Batal Naik Helikopter di Bali, Arya Wedakarna: Jangan Sedikit-Sedikit Unggah ke Medsos

Buntut video Ria Ricis batal naik helikopter di Bali, anggota DPD asal Bali Arya Wedakarna imbau para artis tak langsung unggah di media sosial.

Trending

Buntut Kekalahan Tak Masuk Akal 6-0 dari Malaysia, Poin FIFA Singapura Terkuras dan Ranking Berpotensi Melorot

Buntut Kekalahan Tak Masuk Akal 6-0 dari Malaysia, Poin FIFA Singapura Terkuras dan Ranking Berpotensi Melorot

Timnas Singapura mengakhiri kiprahnya di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan hasil pahit. The Lions dihajar Malaysia enam gol tanpa balas di Stadion Si Jalak Harupat.
Cetak Gol Debut, Striker Kelahiran Liverpool Sebut Vietnam Vs Malaysia Layaknya Final FIFA ASEAN Cup 2026

Cetak Gol Debut, Striker Kelahiran Liverpool Sebut Vietnam Vs Malaysia Layaknya Final FIFA ASEAN Cup 2026

Gol debut itu pun memastikan kemenangan 4-2 Vietnam atas Pakistan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (2/10/2026). 
Tidak Diduga Jusuf Hamka "Digeruduk Ojol" usai Dilantik Jadi Wantimpres, Videonya Menarik Perhatian

Tidak Diduga Jusuf Hamka "Digeruduk Ojol" usai Dilantik Jadi Wantimpres, Videonya Menarik Perhatian

Siapa sangka, Jusuf Hamka alias Babah tiba-tiba digeruduk Ojol setelah dilantik sebagai Wantimpres. Videonya viral di media sosial
FIFA Tak Perlu Klarifikasi, Malaysia Bisa Cek IFAB untuk Perubahan Tambahan Waktu di Laga Timnas Indonesia Vs Bangladesh

FIFA Tak Perlu Klarifikasi, Malaysia Bisa Cek IFAB untuk Perubahan Tambahan Waktu di Laga Timnas Indonesia Vs Bangladesh

Malaysia yang sama-sama berjuang ke babak final FIFA ASEAN Cup 2026 dijegal Timnas Indonesia di detik terakhir dalam penyisihan Grup A. 
Kata-Kata Rocky Gerung Usai Dilantik Jadi Anggota Wantimpres: Kita Buat Pertimbangan, User-nya Presiden

Kata-Kata Rocky Gerung Usai Dilantik Jadi Anggota Wantimpres: Kita Buat Pertimbangan, User-nya Presiden

Rocky Gerung menyampaikan beberapa kata usai dilantik jadi Anggota Wantimpres di Istana Negara, Jumat (2/10/2026). Menurutnya, Wantimpres bertugas melihat persoalan yang muncul dari sebuah kebijakan secara lebih mendalam. 
Akui Sudah Fokus Lawan Timnas Indonesia di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Pelatih Thailand Terkejut Atas Kekalahan dari Filipina

Akui Sudah Fokus Lawan Timnas Indonesia di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Pelatih Thailand Terkejut Atas Kekalahan dari Filipina

Thailand sudah lebih dahulu memastikan finis sebagai juara grup dan menantang Timnas Indonesia di babak final FIFA ASEAN Cup sebelum akhirnya kalah dari Filipina
Literasi Keuangan Anak Muda Masih 73,32 Persen, BI Buka Gerai CERDAS PeKA di Surabaya

Literasi Keuangan Anak Muda Masih 73,32 Persen, BI Buka Gerai CERDAS PeKA di Surabaya

Tingkat inklusi keuangan kelompok usia muda yang tinggi belum sepenuhnya diikuti pemahaman terhadap layanan dan risiko keuangan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT