GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Traktir Satu Angkatan Staycation di Bali, Putra Bandar Narkoba Freddy Budiman Akui Besaran Uang Jajannya Saat Masa Kejayaan Sang Ayah

Fikri Budiman, putra Freddy Budiman mengungkapkan sebuah fakta mengejutkan terkait sang ayah. Fikri mengaku ketika duduk di bangku SMP, dirinya pernah......
Selasa, 13 Juni 2023 - 05:25 WIB
Potret Fikri Budiman bersama Freddy Budiman
Sumber :
  • Instagram/fernandfikri

Jakarta, tvOnenews.com – Putra Freddy Budiman, Fikri Budiman, diketahui kerap menceritakan mengenai kehidupan pribadi sang ayah sebelum dieksekusi mati.

Salah satu cerita Fikri Budiman yang menyita perhatian publik adalah ketika dirinya mengaku sempat merasakan masa kejayaan Freddy Budiman sebagai bandar narkoba.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meskipun masa kecil hingga remajanya dihabiskan dengan tinggal bersama sang tante, namun ia tetap bisa memperoleh privilege dari bisnis Freddy Budiman.

Fikri dalam sebuah tayangan YouTube berjudul ‘Fikri Bongkar Harta Freddy Budiman dan Kisah Asmaranya’ mengaku ketika SMP dirinya kurang berani untuk meminta uang pada sang tante. Ia hanya mengandalkan uang saku yang diberikan dari Senin hingga Jumat.

“Uang jajan kan ngepas ya Senin sampai Jumat,” ucap Fikri Budiman dalam tayangan YouTube channel GenPI co pada 26 November 2021.

“Dulu sih ya sehari tuh seratusan. Senin sampai Jumat dikasihnya per minggu berarti lima ratus,” tambah Freddy Budiman.

Fikri Budiman sempat traktir satu angkatan

Mengingat nilai dari ‘barang haram’ narkoba cukup fantastis, tak heran jika Fikri Budiman sempat merasakan hidup bergelimang harta. Dalam channel YouTube The Leonardo’s, Fikri menceritakan saat SMP dirinya pernah merasakan menjadi seorang ‘crazy rich’.

“Gue ngerasa tajir mampus itu pas gue SMP, tahun-tahun 2010-an. Gue ngerasa tajir banget karena punya hotel gue di Bali, terus konveksi gue gede banget, terus juga punya tanah sana-sini, rumah di Pondok Indah di kawasan golf lagi,” ungkap Fikri Budiman.

Meski demikian kala itu Fikri Budiman tidak menyadari jika ayahnya merupakan seorang bandar narkoba. Ia hanya mengerti jika Freddy Budiman merupakan seorang pebisnis saja.

“Gue ngerasa waktu itu ‘oh mungkin bokap gue businessman’ karena di saat itu setelah Gue dari Bangka Belitung, bokap Gue itu bilang, kan selalu nelpon setiap satu minggu sekali. Dia cuman bilang ‘Papa lagi kerja, Papa lagi usaha, nanti Papa transfer’,” sebut Fikri Budiman.

Saking kaya-nya Fikri Budiman saat SMP, dirinya pernah mentraktir teman-temannya untuk menginap di hotel sewaktu perpisahan.

“Sampai waktu itu Gue pernah ada momen di mana Gue perpisahan sekolah SMP, satu angkatan Gue bayarin hotel di Bali, satu orang satu kamar,” jelas Fikri Budiman.

Perjalanan Freddy Budiman sebelum vonis mati

Sebelum vonis mati dijatuhkan, diketahui bahwa Freddy Budiman pernah berkali-kali terjerat kasus pengedaran narkoba. Sayangnya, hal tersebut tidak membuat Freddy jera bahkan mencoba mengendalikan peredaran narkoba dari balik jeruji besi.

Kiprah Freddy Budiman di dunia kriminal diketahui telah dimulai sejak 1990-an silam. Saat itu Freddy dikabarkan pernah menjadi seorang bos copet di Surabaya.

Ternyata, Freddy Budiman tidak hanya beraksi di Surabaya, tanah kelahirannya, namun juga melebarkan sayap ke Jakarta. Berbeda dengan di Surabaya, di ibukota, Freddy bukan lagi menjadi seorang pencopet.

Dirinya justru menggeluti bisnis narkotika dan pertama kali ditangkap pada tahun 2009. Kala itu, Freddy kedapatan memiliki 500 gram sabu-sabu dan divonis hukuman penjara selama tiga tahun empat bulan.

Namun penahanan selama tiga tahun lebih tersebut ternyata tidak membuat Freddy Budiman jera. Dirinya lantas tertangkap kembali atas kasus yang sama pada tahun 2011. Kali ini Freddy ditangkap karena memiliki 300 gram heroin, 27 gram sabu, dan 450 gram bahan pembuat ekstasi.

Pada kali kedua ini Freddy Budiman dijatuhi hukuman yang lebih berat yakni 18 tahun penjara. Dirinya ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur.

Namun penjara seakan hanya menangkap raga Freddy Budiman, tidak dengan pemikirannya. Dirinya diketahui tetap berbisnis narkoba dari balik jeruji besi.

Dalam jumlah yang lebih fantastis, kali ini Freddy Budiman tertangkap basah menyelundupkan 1,4 juta butir pil ekstasi dari Hong Kong ke Indonesia. Kasus penyelundupan ekstasi dari China tersebut merupakan kasus terbesar dalam 10 tahun terakhir di Indonesia.

Rencananya ratusan ribu ekstasi tersebut akan disebarkan ke beberapa kota besar di Indonesia. Akibat perbuatannya ini Freddy Budiman lantas diganjar dengan vonis hukuman mati pada 15 Juli 2013 oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ternyata hukuman mati juga tidak menghentikan ulah Freddy Budiman selama dipenjara. Diketahui dirinya sempat dikabarkan menggelar pesta narkoba dan berkumpul dengan teman wanitanya selama berada di Lapas Cipinang. (Lsn)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Prabowo Gelar Karpet Merah Untuk Investor AS, Tawarkan Hilirisasi hingga Proyek Strategis Nasional

Prabowo Gelar Karpet Merah Untuk Investor AS, Tawarkan Hilirisasi hingga Proyek Strategis Nasional

Di forum bisnis tersebut, Prabowo menempatkan kemitraan ekonomi sebagai kunci fase baru hubungan bilateral
Racik Petasan Jelang Ramadhan, Meledak, 7 Rumah Hancur , 1 Tewas, 5 Luka-luka

Racik Petasan Jelang Ramadhan, Meledak, 7 Rumah Hancur , 1 Tewas, 5 Luka-luka

Ledakan hebat terjadi di salah satu rumah warga di Dusun Mimbo. Desa Sumberanyar, Kecamatana Banyuputih, Kabupaten Situbondo.
7 Rekomendasi Tempat Bukber All You Can Eat di Jakarta dengan Harga Terjangkau

7 Rekomendasi Tempat Bukber All You Can Eat di Jakarta dengan Harga Terjangkau

Tak perlu khawatir kantong jebol, karena resto all you can eat eat berikut ini menawarkan harga terjangkau
Satpol PP Turunkan Lebih 1.900 Personel di Jakarta, Amankan Sahur on the Road dan Tawuran saat Bulan Ramadhan

Satpol PP Turunkan Lebih 1.900 Personel di Jakarta, Amankan Sahur on the Road dan Tawuran saat Bulan Ramadhan

Kepala Satpol PP DKI Jakarta Satriadi Gunawan mengatakan pihaknya mengerahkan ribuan personel untuk penertiban sahur on the road, tawuran, hingga balapan liar selama bulan Ramadhan.
Liga Italia Terancam Tanpa Wakil di Liga Champions, Presiden Inter Milan: Sepak Bola Kita Sudah Menurun

Liga Italia Terancam Tanpa Wakil di Liga Champions, Presiden Inter Milan: Sepak Bola Kita Sudah Menurun

Presiden Inter Milan, Giuseppe Marotta, menyadari bahwa Liga Italia telah mengalami penurunan selama sedekade terakhir. Hal ini mengacu kepada raihan minor tim-tim Serie A di Liga Champions.
Timnas Indonesia Ketiban Durian Runtuh? Bek Berdarah Maluku Cetak 3 Gol Beruntun di Eredivisie

Timnas Indonesia Ketiban Durian Runtuh? Bek Berdarah Maluku Cetak 3 Gol Beruntun di Eredivisie

Di tengah persiapan pelatih John Herdman menjalani laga debutnya bersama Timnas Indonesia, satu nama pemain keturunan justru tampil panas di Eredivisie. Siapa?

Trending

Emil Audero Bisa Minder? Kiper Eropa 199 Cm Berdarah Surabaya Siap Panaskan Persaingan di Timnas Indonesia

Emil Audero Bisa Minder? Kiper Eropa 199 Cm Berdarah Surabaya Siap Panaskan Persaingan di Timnas Indonesia

Timnas Indonesia kembali dihadapkan pada potensi tambahan amunisi baru di bawah mistar. Kiper jangkung Eropa ini bisa bikin Maarten Paes dan Emil Audero minder?
3 Hukuman Berat Ini Hantui Persib Bandung, Pengulangan Sanksi Bisa Buat AFC ..

3 Hukuman Berat Ini Hantui Persib Bandung, Pengulangan Sanksi Bisa Buat AFC ..

Meski secara finansial Persib tetap mendapat pemasukan miliaran rupiah dari AFC, ada potensi sanksi yang bisa menghantui dalam sidang Komite Disiplin dan Etik AFC dalam beberapa hari ke depan.
Mauro Zijlstra Mengaku Kaget dengan Gaya Main Liga Indonesia

Mauro Zijlstra Mengaku Kaget dengan Gaya Main Liga Indonesia

Penyerang Timnas Indonesia Mauro Zijlstra mengaku terkejut usai menjalani debut bersama Persija Jakarta di ajang Super League 2025/2026. Ia menilai gaya bermain
AFC Banned Persib Bandung Akibat Terjadi Pitch Invasion dan Pelemparan Botol usai Pertandingan Kontra Ratchaburi FC di 16 Besar ACL 2?

AFC Banned Persib Bandung Akibat Terjadi Pitch Invasion dan Pelemparan Botol usai Pertandingan Kontra Ratchaburi FC di 16 Besar ACL 2?

Kericuhan di GBLA usai Persib vs Ratchaburi jadi sorotan AFC. Maung Bandung terancam denda besar hingga sanksi laga tanpa penonton di kompetisi Asia berikutnya.
Jadwal Proliga 2026, Kamis 19 Februari: Ada Big Match Jakarta Popsivo Polwan vs Bandung BJB Tandamata

Jadwal Proliga 2026, Kamis 19 Februari: Ada Big Match Jakarta Popsivo Polwan vs Bandung BJB Tandamata

Jadwal Proliga 2026 hari ini, yang akan diramaikan dengan duel seru di sektor putri antara Jakarta Popsivo Polwan vs Bandung BJB Tandamata yang akan menjadi pembuka di Seri Bogor.
Terjual Rp6,5 Miliar, Uang Hasil Lelang Lukisan SBY "Kuda Api" Disumbangkan untuk Bantuan Kemanusiaan

Terjual Rp6,5 Miliar, Uang Hasil Lelang Lukisan SBY "Kuda Api" Disumbangkan untuk Bantuan Kemanusiaan

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut uang hasil lelang lukisan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan disumbangkan.
Kisah Pilu Punch, Bayi Monyet di Jepang Bawa Boneka Orangutan Gegara Dibuang sang Ibu: Kini Temukan Induk Asuhnya

Kisah Pilu Punch, Bayi Monyet di Jepang Bawa Boneka Orangutan Gegara Dibuang sang Ibu: Kini Temukan Induk Asuhnya

Seekor bayi monyet, Punch selalu membawa boneka orangutan di Kebun Binatang Ichikawa, Jepang. Ia mulai diterima kera lain dan mendapat induk asuhnya viral.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT