GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Garin Nugroho Bersenang-Senang Maknai Kiprah 40 Tahun

Tahun 2021 merupakan sebuah penanda bahwa Garin Nugroho telah berkecimpung di dunia film selama 40 tahun, pencapain itu pun dirayakannya dengan sebuah karya yang penuh kegembiraan dan menyenangkan
Selasa, 21 Desember 2021 - 19:49 WIB
Sutradara Garin Nugroho ditemui saat pemutaran perdana film "Sepeda Presiden"
Sumber :
  • (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)

Jakarta - Tahun 2021 merupakan sebuah penanda bahwa Garin Nugroho telah berkecimpung di dunia film selama 40 tahun, pencapain itu pun dirayakannya dengan sebuah karya yang penuh kegembiraan dan menyenangkan.

Dalam perayaan 40 tahun, Garin menghadirkan film berjudul "Sepeda Presiden". Berbeda dengan film-filmnya terdahulu yang bersifat serius, dewasa dan njelimet, kali ini dia memilih untuk bersenang-senang dan berpetualang bersama anak-anak Papua.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Yang penting saya ingin gembira dan jadi anak-anak kembali, saya bosen dewasa jadi saya anak-anak aja. Enggak perlu mikir, dengar orang nyanyi, lihat orang nari gitu kan, dapat pemandangan alam," ujar Garin dikutip pada Selasa.

"Maka merayakan ini (40 tahun) juga harus dirayakan di tempat yang memiliki bakat seni tari, akting dan kemampuan yang jarang diangkat," lanjutnya.

Memaknai 40 tahun

Garin mengaku sangat bersyukur tetap bisa produktif di industri film tanah air. Dia telah merasakan berbagai era dengan beragam tema yang dihadirkan.

Saat zaman krisis film Indonesia, Garin cukup berani menghadirkan empat film yakni "Cinta dalam Sepotong Roti" (1991), "Surat untuk Bidadari" (1994), "Bulan Tertusuk Ilalang" (1995) dan "Daun Di Atas Bantal" (1998).

Dia mampu menembus batasan dan jaman di saat perfilman Indonesia sedang lesu bahkan menembus berbagai festival internasional. Kini setelah 40 tahun, Garin ingin memberikan sesuatu yang berarti bagi Indonesia khususnya Papua.

"Kini merayakan di tengah bakat anak-anak muda baru, itu kan menyenangkan sekali sebetulnya dan masih bisa produktif bekerja sama dengan anak-anak baru dan bisa kembali ke Papua," kata sutradara "Kucumbu Tubuh Indahku" itu.

Dalam rentang 40 tahun tentu banyak hal yang dihadapinya, kegagalan jelas sudah dialaminya berkali-kali. Namun bagi Garin hal tersebut tidaklah penting.

Garin juga tidak ingin berapa kali mengalami kegagalan saat membangun kiprahnya di perfilman Indonesia. Bagi Garin, 40 tahun adalah komitmennya untuk terus bekerja keras dan konsisten menghadirkan karya.

Bukan lagi soal materi yang didapat selama menjadi sutradara, melainkan keasyikan dalam menghadirkan karya.

"Ketika memilih film, kita harus kerja keras. Kehilangan duit dan harus nyari, tapi itu cara bertahan yang indah," ujar Garin.

Sutradara trilogi "Opera Jawa" ini melanjutkan, "Saya bisa bilang hidup saya asyik karena saya memilih apa yang saya inginkan."

Pria kelahiran 6 Juni 1961 itu, mengatakan sangat senang bisa berada dalam sejarah film Indonesia dan tumbuh bersama para sineas muda seperti Hanung Bramantyo, Ifa Isfansyah, Anggi Noen yang tak lain adalah para muridnya.

Garin mengungkapkan salah satu hal yang membuatnya bangga berada di titik ini adalah dapat menyaksikan para muridnya bisa berkarya lebih baik dari dirinya.

"Kalau tumbuh sendiri tapi tanaman lain rusak, ekosistemnya berarti enggak baik dan akan ikut mati juga. Dalam 40 tahun ini, tumbuh ekosistem yang sangat bagus dan mampu berkarya yang langka," kata ayah dari sutradara Kamila Andini itu.

Garin juga menggambarkan dirinya sebagai Indonesia kecil. Setiap karya yang diciptakannya mampu mewakili era tertentu pada sejarah Indonesia.

Misalnya, film tentang awal Indonesia tergambar dalam "Guru Bangsa Tjokroaminoto" (2014), "Nyai" (2016), era Kemerdekaan lewat "Soegija" (2012), tahun 1965 tergambar dalam "Puisi Tak Terkuburkan" (2000) , tentang era Soeharto dalam "Aach Aku Jatuh Cinta" (2015) hingga era Presiden Joko Widodo melalui "Sepeda Presiden".

"Jadi kalau mau lihat Indonesia dalam 40 tahun, Anda akan bisa lihat mikro Indonesia lewat karya-karya saya yang kebanyakan sensitif," ucap Garin.

Gali kreativitas, usir jenuh

Terus produktif secara konsisten selama 40 tahun tidak pernah membuat Garin jenuh. Salah satu kuncinya adalah pantang melakukan sesuatu yang hasilnya sudah pasti terlihat bagus.

"Saya kalau ada adegan yang biasa aja, saya tinggal tidur. Kalau yang sudah tahu pasti bagus apa gunanya? Untuk apa mengulang sesuatu yang sudah pasti bagus," katanya.

Garin selalu berusaha untuk mencari karya-karya yang berbeda dari sebelumnya. Tak heran jika dirinya banyak membuat produksi dari berbagai media mulai dari pertunjukan teater, film pendek, film dokumenter, film panjang hingga film biografi.

"Harus cari yang tidak jenuh, kita harus cari sesuatu yang tidak pernah kita lakukan, itu yang membuat saya tidak pernah tidur," ujar Garin.

Garin selama ini dikenal sebagai sosok sutradara yang selalu memegang teguh idenya atau idealis. Padahal menurutnya, sepanjang berkarir di industri film yang dilakukannya selalu bernegosiasi dan bekerja sama dengan orang lain.

Menurut Garin, tidak ada manusia yang 100 persen idealis. Namun setiap keyakinan akan menemukan jalannya sendiri, itulah prinsip yang selalu dipegang oleh Garin.

"Saya percaya setiap ide itu kayak tanaman, setiap tanaman akan mencari airnya sendiri atau fundingnya sendiri ketika dia ditempatkan di tempat yang tepat. Makanya jangan pernah menghitung kegagalan, itu menjenuhkan," katanya.

Era kolaborasi

Layaknya teknologi yang terus berkembang setiap waktu, industri perfilman pun demikian. Garin juga tidak menutup mata pada hal tersebut.

Dia menyebutkan dalam periode 5-10 tahun sekali, selalu mengikuti ekosistem yang berkembang seperti seperti membuat film pendek untuk merek ponsel, membuat tayangan untuk OTT, serial musikal di YouTube serta pertunjukan teater.

Dari sana banyak yang bisa dipelajari agar tidak ketinggalan zaman. Setiap periode, Garin selalu menempatkan dirinya untuk berada di titik nol.

"Saya beruntung bisa melakukan itu dan saya selalu mencoba dari nol terus," ucap Garin.

Mulai tahun ini, Garin juga memutuskan untuk menggandeng sutradara lain dalam membuat film. Pada "Sepeda Presiden", Garin mengajak Hestu Saputra, sedangkan untuk karya mendatang "Puisi Cinta yang Membunuhku", dia mengajak Kinoi Lubis yang sudah berpengalaman dalam pembuatan genre horor.

"Bentuk seni itu banyak, ekosistem yang baru dan ini semua menegangkan buat saya. Tapi kalau tidak menegangkan untuk apa hidup? bisa tidur lagi nanti saya," ujar Garin.

Kolaborasi mampu membuka sudut pandang baru bagi Garin, baik dari sisi produksi, cara kerja, teknologi hingga strategi target penonton.

Garin tidak pernah merasa lebih unggul dibandingkan dengan sutradara lainnya, meski jam terbangnya telah jauh berbeda. Dia mengaku sangat santai dan menikmati kerja bersama sutradara muda.

"Senang saja, rileks. Saya belajar dan dapat semangat baru. Saya banyak belajar lah di setiap ekosistem. Sutradara itu harus belajar berpindah, harus berani jadi badut di sirkus. Itu baru seniman besar," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di perayaan 40 tahun ini pun, Garin bersedia untuk kembali jatuh dan bangkit lagi serta menjaga keseimbangan melalui beragam jenis karya.

Tak ada target yang ingin dicapainya, Garin hanya ingin bersenang-senang dan bergembira untuk merayakan puluhan tahun yang telah dilewatinya bersama perfilman Indonesia. (ant/mii)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sidang Praperadilan Kuota Haji Gus Yaqut, Keterangan Ahli KPK Dinilai Menguatkan Pihak Eks Menag

Sidang Praperadilan Kuota Haji Gus Yaqut, Keterangan Ahli KPK Dinilai Menguatkan Pihak Eks Menag

Pihak Gus Yaqut menilai keterangan Ahli dari KPK dalam Sidang Praperadilan justru memperkuat posisi pihak eks Menag yang sejak awal menganggap penetapan tersangka mengandung cacat secara formil maupun materiil.
23 Tahun Jadi Mualaf, Cristian Gonzales Ungkap Pola Makan agar Tetap Bugar Selama Puasa Ramadhan

23 Tahun Jadi Mualaf, Cristian Gonzales Ungkap Pola Makan agar Tetap Bugar Selama Puasa Ramadhan

23 tahun jadi mualaf, Cristian Gonzales ungkap pola makan sehat dan kebiasaan olahraga agar tetap bugar saat menjalani puasa Ramadhan.
Sinyal Comeback Elkan Baggott ke Timnas Indonesia Menguat Jelang FIFA Series 2026​​​​​​​

Sinyal Comeback Elkan Baggott ke Timnas Indonesia Menguat Jelang FIFA Series 2026​​​​​​​

Bek Ipswich Town Elkan Baggott berpeluang kembali memperkuat Timnas Indonesia setelah cukup lama tidak mendapat panggilan. Kesempatan itu muncul seiring perubah
Duh, Viking Putuskan Jaga Jarak dari Bonek, Slogan “Viking Bonek Satu Hati” Diistirahatkan

Duh, Viking Putuskan Jaga Jarak dari Bonek, Slogan “Viking Bonek Satu Hati” Diistirahatkan

Kelompok suporter Persib Bandung Viking Persib Club mengambil sikap tegas dengan memutuskan menjaga jarak dari suporter Persebaya Surabaya Bonek. Mereka juga -
Upaya Tekan Aksi Tawuran Saat Ramadan, Polres Tangsel Gelar Balap Lari di Malam Hari

Upaya Tekan Aksi Tawuran Saat Ramadan, Polres Tangsel Gelar Balap Lari di Malam Hari

Masyarakat di wilayah hukum Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendadak memadati Jalan Promotor, Serpong pada Jumat (6/3/2026) malam.
Kata-kata Beckham Putra untuk Febri Hariyadi yang Alami Cedera di Persis, Pelatih Persib Bojan Hodak​​​​​​​ Bilang Begini

Kata-kata Beckham Putra untuk Febri Hariyadi yang Alami Cedera di Persis, Pelatih Persib Bojan Hodak​​​​​​​ Bilang Begini

Pelatih Persib Bojan Hodak dan pemain Maung Bandung Beckham Putra memberikan perhatian khusus terhadap kondisi Febri Hariyadi yang tengah mengalami cedera ... -

Trending

Lima Bulan Usai Putus Kontrak Megawati Hangestri, Manisa BBSK Kini Hampir Juara Liga Turki

Lima Bulan Usai Putus Kontrak Megawati Hangestri, Manisa BBSK Kini Hampir Juara Liga Turki

Setelah lima bulan berlalu pisah jalan dengan Megawati Hangestri tepatnya pada akhir Oktober 2025, Manisa BBSK malah hampir keluar sebagai juara liga Turki.
Siapakah Sabrina Farhana? Istri Kedua Founder Animasi Nussa Rara Aditya Triantoro yang Terseret Skandal Perselingkuhan

Siapakah Sabrina Farhana? Istri Kedua Founder Animasi Nussa Rara Aditya Triantoro yang Terseret Skandal Perselingkuhan

Nama Sabrina Farhana menjadi sorotan publik setelah terseret dalam skandal perselingkuhan yang diduga dilakukan Founder Animasi Nussa Rara, Aditya Triantoro
Terpopuler News Internasional: Rencana Donald Trump untuk Amerika Jika Tewas di Tangan Iran, hingga Kapal Perang Iran Ditenggelamkan AS

Terpopuler News Internasional: Rencana Donald Trump untuk Amerika Jika Tewas di Tangan Iran, hingga Kapal Perang Iran Ditenggelamkan AS

Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump soal rencana ketika ia terbunuh Iran. Kapal selam Amerika Serikat telah menenggelamkan kapal perang Iran
Eks Menko Polhukam Peringatkan Dwi Sasetyaningtyas Soal Bangga Status WNA Anak: Anda Bisa Sekolah Karena Indonesia Merdeka

Eks Menko Polhukam Peringatkan Dwi Sasetyaningtyas Soal Bangga Status WNA Anak: Anda Bisa Sekolah Karena Indonesia Merdeka

Eks Menko Polhukam, Mahfud MD ikut angkat bicara dan beri peringatan tegas kepada alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas.
Legenda Belanda Tak Habis Pikir dengan Justin Hubner, Bek Timnas Indonesia itu Disebut Cocok Gabung PSV Eindhoven

Legenda Belanda Tak Habis Pikir dengan Justin Hubner, Bek Timnas Indonesia itu Disebut Cocok Gabung PSV Eindhoven

Justin Hubner tampil gemilang bersama Fortuna Sittard. Legenda Belanda Ferdi Vierklau bahkan sebut bek Timnas Indonesia itu cocok gabung PSV Eindhoven.
Pengakuan Mencenangkan Militer AS Tak Kuat Lawan Iran, Bahkan Singgung Alat Mematikan Milik Iran

Pengakuan Mencenangkan Militer AS Tak Kuat Lawan Iran, Bahkan Singgung Alat Mematikan Milik Iran

Baru-baru ini mencuat terkait pengakuan mencengangkan Militer AS, yang tidak kuat lawan Iran. Sontak, pengakuan itu menyedot perhatian publik. 
Timnas Indonesia Masih Bisa Lolos Piala Dunia 2026! Coach Justin Sebut Garuda Berpotensi Main di Putaran Kelima dan Minta PSSI Lakukan Ini

Timnas Indonesia Masih Bisa Lolos Piala Dunia 2026! Coach Justin Sebut Garuda Berpotensi Main di Putaran Kelima dan Minta PSSI Lakukan Ini

Harapan Timnas Indonesia tampil di Piala Dunia FIFA 2026 ternyata belum sepenuhnya tertutup. Pengamat sepak bola Coach Justin ungkap adanya celah bagi Garuda.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT