Bule Bertato sampai di Wajah ini Curhat Pernah Putus Asa dan Jadi Gelandangan, Ungkap Keajaiban ini Sebelum Mualaf
- YouTube
tvOnenews.com - Seorang mualaf bule bernama Joseph Johnson membagikan kisah hidupnya ketika memutuskan masuk Islam. Ia mengaku menghadapi kehidupan yang sulit tanpa tempat tinggal dan harapan.
Dengan tubuh penuh tato, ia terpaksa mencuri untuk bertahan hidup. Namun kini ia telah menemukan kedamaian dan tujuan hidupnya melalui Islam.
Joseph Johnson lahir sebagai seorang Kristiani yang taat hingga umur 23 tahun. Ia mualaf dan mengganti nama menjadi Fatih Ibrahim yang kini disapa Ibo.
Ibo sempat viral di berbagai Instagram luar negeri yang menyoroti wajah dan tubuhnya yang penuh tato ketika melaksanakan ibadah umrah. Dalam kanal YouTube Cerita Untung, Ibo menceritakan perjalanan hidupnya menemui Islam.
Berdasarkan pengakuan Ibo, ia begitu tersesat sebelum mengenal Islam. Bahkan ia mengikuti pergaulan orang-orang dengan memakai narkoba. Kemudian, setelah mengenal Islam, ia mengaku menjadi orang yang lebih baik.
“Seperti pada umumnya, saya memiliki struktur dalam hidup. Saya memiliki tujuan dan arah, Islam adalah hal terbaik yang pernah terjadi pada saya,” kata Ibo dalam bahasa Inggris.
Ibo menceritakan sosok yang mengenalkannya pada Islam. Rupanya, keluarganya yang mengenalkannya karena saudaranya menikah dengan seorang muslim.
“Awalnya keluarga, sepupu dan bibi, mereka masuk islam pada 2011. Mereka menikah suaminya dari negara Kurdistan (Irak). Jadi itulah wawasan pertama yang saya dapatkan tentang islam,” jelasnya.
Perjalanan Mengenal Islam sampai Memutuskan Mualaf
Kemudian, Ibo menjelaskan pengalaman hidupnya hingga mengenal Islam. Hal ini bermula ketika ayahnya meninggal dunia, Ibo mengaku sangat terpukul dan hilang arah.
“Tahun 2015 ayah saya meninggal dunia, saya sangat kehilangan. Saya membutuhkan arah dan tujuan karena saya butuh bantuan, saya butuh bantuan dari ayah,” ujar Ibo.
Sepeninggalan ayahnya, Ibo menjadi tak percaya dengan Tuhan. Meski sudah berusaha ibadah ke gereja, namun ia merasa tetap kosong dan tak ada komunikasi dari hati dengan Tuhannya.
“Saya tidak percaya dengan Tritunggal Maha Kudus, saya tidak percaya Yesus adalah Tuhan, kemudian saya tidak percaya dengan Tuhan,” ungkapnya.
Ia mengaku sempat menjadi tunawisma sepeninggal sang ayah. Lantaran tak mengerti cara menyewa rumah, ia terpaksa hidup di jalan.
Load more