Padahal Dulunya Cuma Marbot Masjid, Takdir Membawanya jadi Kopral Taruna Akmil: yang Saya Pakai Disini Uang Rakyat...
- YouTube
Hasilnya, Fadlul gagal untuk Caba TNI AD namun, berhasil lolos ke tahap selanjutnya di seleksi taruna AAU hingga tingkat Panda. Meski demikian, ia harus kembali menerima kegagalan di sesi tes kesehatan.
Di tengah 9 kali gagal percobaan tersebut, Fadlul sebenarnya punya keinginan untuk berkuliah. Namun, ia urungkan karena faktor ekonomi di keluarganya.
Fadlul bercerita, ayahnya hanya seorang petani jeruk musiman. Tanah yang dimilikinya sebesar 250 meter persegi untuk dibagi bersama 9 saudara lainnya.
Motivasi Fadlul Rohman untuk Lolos Akmil dan Menjadi Anggota TNI
Ia mengaku motivasi terbesarnya adalah orang tua. Fadlul mengaku ingin segera membanggakan dan membahagiakan kedua orang tuanya.
"Motivasi saya untuk selalu berlatih dan belajar adalah orang tua, karena saya ingin membanggakan orang tua saya. Setiap saya melaksanakan tes, saya pejamkan mata, bayangin orang tua saya senyum lihat saya, jadi saya termotivasi," tutur Fadlul.
āKetika saya melaksanakan lari, nafas sudah habis, tenaga sudah habis, saya merem sambil lari, orang tua nunggu di rumah nih, itu tes terakhir saya. Motivasi lebih baik mati disini daripada saya nggak masuk. Akhirnya saya mendapat nilai bagus,ā sambungnya.
Selama mengikuti seleksi Akmil di Jakarta, Fadlul bercerita bahwa dirinya tidak tinggal dengan kakaknya. Ia lebih memilih tinggal di masjid kawasan Bekasi. Di masjid, Fadlul menghabiskan waktu untuk latihan fisik dengan latihan lari sekaligus melatih kemampuan akademik dengan temannya.
āSaya ini dulu mulai dari bangun pagi, bangun pagi mulai setengah tiga. Salat tahajud sampai subuh, terus adzan di masjid kan. Saya sama temen-temen ambil sepatu terus lari. Pulang ke rumah antar keponakan sekolah, lalu balik ke masjid untuk belajar akademik,ā ucapnya.
āSecara tidak langsung mental kita itu terbentuk dari situlah, secara tidak sengaja mental ini terbentuk teratur karena waktu kita termanajemen,ā terangnya.
Tidak hanya mempersiapkan diri dalam seleksi Akmil, ternyata Fadlul juga ikut terlibat menjadi ta'lim masjid atau marbot masjid. Sesekali, Fadlul mengajar hadroh dan mengaji untuk anak-anak komplek hingga menghidupkan suasana Islam di sana.
Load more