Pesan Ustaz Adi Hidayat atas Gejolak di Palestina, Tak Kapok Meski Diblokir Google Imbas Donasi Rp14 Miliar: Tidak Menghentikan…
- YouTube
tvOnenews.com - Ustaz Adi Hidayat menanggapi gejolak yang terjadi antara Palestina dengan Israel beberapa waktu lalu. Ustaz Adi mengajak masyarakat untuk melihat kebelakang perihal sejarah Indonesia ketika memperjuangkan kemerdekaan.
Ia mengatakan ketika masyarakat Indonesia masih berjuang untuk meraih kemerdekaan, ada seorang mufti dari Palestina, Syekh Muhammad Amin Al Husaini terang-terangan mendukung kemerdekaan Indonesia.
Empat tahun sejak pengumuman dukungan mufti besar itu, tepatnya pada 1948, Palestina justru terjajah oleh Israel. Hingga kini sudah sekian puluh tahun berlalu Palestina masih belum merdeka dan wilayah tanahnya yang luas semakin kecil.
Menurut sang pendakwah, narasi-narasi tentang pendudukan Israel terhadap Palestina kerap kali diputar balik sehingga memberikan opini yang berbeda khususnya pada generasi masa kini yang tidak belajar sejarah.
Dalam video yang diunggah di YouTube-nya, UAH mengajak seluruh masyarakat Indonesia mendukung Palestina.
“Saatnya Palestina merdeka seperti yang lain juga merdeka, mendapat kenyamanan dalam beraktivitas, terbebas dari konflik, saling menghormati, dan kiranya itu akan menghantarkan kedamaian ke berbagai pihak dalam berkehidupan,” kata Ustaz Adi Hidayat.
Oleh karena itu, ia mengajak menebarkan kedamaian di muka bumi ini. Dalam konteks Palestina, ia mengajak mendoakan para pejuang-pejuang mendapat kemerdekaan dalam kehidupannya.
Aksi Ustaz Adi Hidayat ini bukan yang pertama, sebelumnya ia pernah menyalurkan donasi sebesar Rp14 miliar kepada Palestina. Hal ini bahkan membuatnya harus menelan pil pahit karena Google memblokir sejumlah aplikasi pembelajarannya di Playstore.
Kronologi mengenai akun yang diblokir milik Ustaz Adi Hidayat dikabarkan oleh akun twitter @m1n4_95 di Twitter atau X. Selain aplikasi belajar, aplikasi Al Quran yang dibuat oleh UAH juga turut dihapus oleh Google.
"Beberapa Akun Ustadz Adi Hidayat diblokir oleh google, begitu jg aplikasi Al Qur'an di playstore dihapus oleh google. Hal ini setelah UAH menyerahkan bantuan 14 M ke Palestina. Begitulah kerja kaum kafir. Mari kita doakan, Semoga UAH selalu diberi kemudahan dlm berdakwah," tulis akun tersebut.
Ustaz Adi Hidayat Ungkap Kekecewaan karena Aplikasinya Dihapus Google
Pendakwah asal Banten itu menanggapi sikap Google yang menghapus aplikasi miliknya. Ia nampak tak habis pikir dengan ketentuan Google yang mendadak menghapus tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.
"Saya mendapatkan info bahwa aplikasi kita sudah diremove oleh google, yang tidak ada kaitan sama sekali (dengan Palestina). Anda bisa bayangkan kita membuat aplikasi Alquran tiba-tiba diremove," kata Ustaz Adi Hidayat.
Menurutnya, hal ini adalah risiko dari sebuah perjuangan yang dilakukannya untuk menyebarkan agama Islam. Meski mendapat rintangan, ia bertekad untuk terus menyampaikan kebenaran tanpa takut.
"Tapi kami ingin mengatakan walaupun matahari diletakkan di sebelah tangan Adi Hidayat, lalu rembulan diletakkan di tangan Adi Hidayat tidak pernah bisa menghentikan Adi Hidayat untuk menyampaikan kebenaran," tegasnya.
"Saya sampaikan pada teman-teman untuk support nilai-nilai kebenaran dan juga jaga kondisi adab kita untuk semangat belajar," imbuhnya.
Ia sendiri tidak mempermasalahkan penghapusan akun tersebut. Terlebih hal itu menjadi bagian dari nilai kebaikan yang harus diupayakan umat Islam.
"Bagi kami Alhamdulillah tidak ada masalah, apakah subscriber menghilang bahkan misalkan akun ini menghilang tidak jadi masalah. Kami berjuang Lillah karena Allah SWT,” ucapnya.
“Terima kasih salam hangat untuk Google yang telah meremove beberapa akun kami, Suatu saat anda akan mengerti bagaimana kita bisa menyuarakan nilai-nilai kebaikan," sambungnya.
"Dan pada suatu saat Anda akan memahami Anda punya kekuatan untuk melakukan itu karena ini mungkin titik awal bagi anak bangsa kami yang punya kemampuan-kemampuan teknologi yang dahsyat untuk membuat dan menyaingi apa yang telah Anda buat," ungkapnya.
UAH berharap agar umat muslim kedepannya bisa menciptakan teknologi sendiri yang dapat menyaingi teknologi seperti Google saat ini. Ia berharap nantinya dapat memberi kebaikan dari rahmat Allah SWT.
"Sudah saatnya teman-teman sekalian kita hadirkan sebuah tampilan dahsyat untuk menyaingi apa yang sekarang didominasi oleh sebagian kalangan. Jika ini menjadi langkah awal yang bagus maka semoga Allah merahmati kita semua," pungkasnya. (adk)
Load more