News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Putra Bungsu John Kei Ungkap Mengerikannya Sosok Sang Preman Legendaris, Pernah Bacok-bacokan di Jaksel dengan 7 Orang dan Menang, Hingga…

Putra bungsu John Kei mengungkap sosok sang ayah yang dikenal sebagai preman legendaris. John Kei kerap keluar masuk penjara, hingga membacok orang. Seperti apa
Selasa, 23 April 2024 - 14:55 WIB
John Kei
Sumber :
  • YouTube

tvOnenews.com - Putra bungsu John Kei yang bernama Keiland Refra membagikan pengalaman berbahaya yang pernah dilalui ayahnya.

Sosok John Refra alias John Kei dikenal sebagai preman legendaris yang dijuluki 'Godfather Jakarta' karena jejak kriminalitasnya sudah tak asing lagi di Indonesia. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

John Kei tercatat pernah terlibat kasus pembunuhan dan pamornya sebagai preman saat itu banyak disegani orang.

John Kei beserta kelompoknya pernah terlibat dalam kasus pengeroyokan, kekerasan, dan pembunuhan di kawasan Duri Kosambi, Jakarta Barat, pada Minggu 21 Juni 2020. 

Pria asal kepulauan Kei itu terbukti melanggar Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Reputasi John kei di dunia kriminal bukan kaleng-kaleng, dia tergolong preman yang urusan kriminal kelas berat. Peristiwa penangkapan John Kei bahkan pernah hampir membahayakan Keiland Refra.

"Waktu penangkapan di rumah, kasus baru-baru ini di Green Lake tahun 2020, penyergapan itu gua juga hampir kebawa, dan gua udah diborgol juga di depan rumah tuh," kata Keiland Refra dikutip dari Youtube Jakarta Uncensored.

"Mungkin karena badan gua gede, dikiranya anggota (kelompok John Kei)," sambungnya.

Polisi batal membawa Keiland karena sang ibu langsung menghampirinya dan melarang putranya dibawa polisi.

Pada momen penyergapan itu, John Kei yang ditahan sempat berpesan juga kepada putra bungsunya itu.

"Bokap cuma pesan, Kei, jangan nangis sayang. Jagain Mama di rumah, kakak-kakak perempuan." ucapnya menirukan ucapan John Kei. 

Hal itu langsung menguatkan Keiland, "Itu gua langsung tahan lah (tangisan), gua mau nangis tapi gua tahan," imbuhnya.

Perjalanan Karir John Kei Sebagai Preman

Keiland Refra mengungkap sepak terjang ayahnya hingga seperti saat ini. Ia menyebut John Kei merantau di Jakarta dan menjaga keamanan di bar dan tempat billiard.

Ketika nama John Kei mulai dikenal, ia mulai merekrut beberapa orang untuk ikut bekerja dengannya dan menjadi debt collector.

“Setelah itu makin banyaklah orang Kei yang datang ke Ibu Kota dan bokap rangkul semua, tahun 1999 itu bokap udah mulai lah (terkenal) gitu,” ujar Keiland.

Saat ditanya peristiwa atau kejadian yang membuat nama seorang Jhon Kei terkenal, Keiland Refra mengungkap Jhon Kei pernah tersandung kasus di salah satu cafe di Jakarta Selatan dan saling bacok dengan 7-8 orang.

“Bokap berdua tuh sama temennya ribut sama sekitar 7-8 orang lah. Disitu bacok-bacokan lah,” kata Keiland.

Meski hanya berdua, namun Jhon Kei berhasil selamat meski harus masuk penjara untuk pertama kalinya dengan dakwaan kasus pembunuhan.

“Habis itu bokap langsung masuk penjara, bokap pertama masuk penjara kasus pembunuhan lah,” ucapnya.

Diketahui, kasus pembunuhan pertama yang dilakukan oleh John Kei adalah pada 12 Mei tahun 1992, saat itu ia bekerja sebagai security di salah satu hotel dan cafe di Jalan Jaksa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tapi ia awalnya ingin melerai sebuah perkelahian tetapi malah ia terkena pukul oleh seseorang dari belakang, perkelahian dengan dirinya tak terhindarkan.

John Kei akhirnya membacok lawannya menggunakan parang. Ia mengaku awalnya hanya ingin melukai bagian tangannya, tapi tidak sengaja mengenai lehernya. Hal itu diungkap dalam wawancaranya bersama Kick Andy di Lapas Nusakambangan. (ind/adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Waspada Status Siaga Gunung Semeru: Awan Panas Guguran Capai Jarak 2.500 Meter

Waspada Status Siaga Gunung Semeru: Awan Panas Guguran Capai Jarak 2.500 Meter

Gunung Semeru yang menjulang setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. 
Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.

Trending

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Waspada Status Siaga Gunung Semeru: Awan Panas Guguran Capai Jarak 2.500 Meter

Waspada Status Siaga Gunung Semeru: Awan Panas Guguran Capai Jarak 2.500 Meter

Gunung Semeru yang menjulang setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. 
Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT