Meski Terkenal jadi Preman Legendaris, John Kei Tegas Minta Anak-anaknya Kejar Pendidikan, Tak Disangka Salah Satu Anaknya Ada yang…
- YouTube
tvOnenews.com - Siapa yang tidak megenal sosok preman legendaris bernama John Kei. Sosoknya begitu disegani oleh banyak orang, namun ia tak semenakutkan itu bagi anak-anaknya.
John Kei memang dikenal sebagai mantan preman legendaris yang dijuluki 'Godfather’ Jakarta. Bergelut di dunia premanisme, ia kerap berurusan dengan hukum, seperti terlibat kasus pembunuhan. Bahkan John Kei pernah mendekam di penjara Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.
Putra bungsu John Kei, Keiland Refra mengungkapkan peristiwa yang membuat nama sang ayah begitu dikenal dan disegani. Keiland Refra mengungkap, Jhon Kei pernah tersandung kasus di salah satu cafe di Jakarta Selatan dan saling bacok dengan 7-8 orang.
“Bokap berdua tuh sama temennya ribut sama sekitar 7-8 orang lah. Disitu bacok-bacokan lah,” kata Keiland.
Meski hanya berdua, namun Jhon Kei berhasil selamat meski harus masuk penjara untuk pertama kalinya dengan dakwaan kasus pembunuhan.
“Habis itu bokap langsung masuk penjara, bokap pertama masuk penjara kasus pembunuhan lah,” ucapnya.
Dikenal sebagai sosok preman yang disegani, Keiland Refra turut mengungkap cara mendidik John Kei kepada lima anaknya. Ia mengaku kerap disegani oleh sebagian orang karena dikenal sebagai anak John Kei.
“Kalau untuk disegani mungkin iya beberapa orang masih segan, ya. Gue juga gak mau orang ngeliat gue langsung takut gara-gara gue anaknya John Kei, cukup disegani aja udah, kita sama-sama respect,” tegas Keiland.
Keiland mengaku kerap diajarkan untuk berbaur dengan semua orang dan tidak boleh merasa bangga karena ayahnya preman terkenal.
“Bokap ngajarin kayak, “kamu nongkrong jangan mentang-mentang anak papa terus kamu pamer gitu,”.” jelasnya.
“Bokap ngajarin kamu berbaur aja, saling menghargai sama mereka dan dengan kayak gitu mereka juga menghargai. Maksudnya gak usah mandang gue anaknya siapa gitu,” imbuhnya.
Keiland Refra Ungkap John Kei Begitu Menjunjung Tinggi Pendidikan
Disisi lain, Keiland merasa kehilangan sosok ayah yang kerap keluar masuk penjara. Saat berusia 7 tahun, ia berharap ayahnya bisa berada di rumah untuk menghabiskan waktu bersama anak-anak.
Load more