News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Perlakuan Oknum Intel ke Lokasi Syuting film Vina, Meminta Data Skenario Film Sampai Memberi Peringatan Begini ke Kakak Vina ...

Di tengah proses panjang mencari 3 pelaku pembunuhan Vina Cirebon, Marliyana (kakak korban) mengaku sempat didatangi oleh seseorang yang mengaku sebagai intel.
Rabu, 22 Mei 2024 - 17:04 WIB
Kakak Vina, Maliyana menceritakan didatangi oleh oknum intel saat proses syuting film Vina: Sebelum 7 Hari.
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com/ Dua Sisi - tvOne

tvOnenews.com - Di tengah proses panjang mencari 3 pelaku pembunuhan Vina Cirebon, Marliyana (kakak korban) mengaku sempat didatangi oleh seseorang yang mengaku sebagai intel.

Update terbaru, polisi berhasil menangkap Pegi alias Perong, yang merupakan satu dari tiga DPO pembunuh Vina dan Eky asal Cirebon.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Jules Abraham mengatakan, polisi masih akan mendalami kemana saja Pegi selama delapan tahun ini jadi buronan. 

Polisi juga bakal menelusuri soal Pegi diduga mengganti identitasnya selama jadi buronan. 

Perong
Wajah pegi ditangkap di Bandung

"Nanti akan kita sampaikan, masih dilakukan pendalaman. Kami akan ungkap secara terang benderang," kata Jules dilansir dari Antara, Rabu (22/5). 

Jules mengungkapn bahwa Pegi diduga selama menjadi buronan berprofesi sebagaui kuli bangunan di Bandung. 

"Informasi terakhir yang kami dapatkan adalah pekerjaan saat ini sebagai kuli bangunan di Bandung, sehingga kami melakukan penangkapan di Bandung," ujar Jules.

Jules mengatakan, penyidik dari Ditreskrimum Polda Jabar akan bekerja maksimal dan mengungkap kasus pembunuhan terhadap Vina itu secara transparan. 

Kesaksian kakak Vina yang didatangi oleh intel

Seiring viralnya atas penayangan film Vina: Sebelum 7 Hari di bioskop, kasus pembunuhan hingga pemerkosaan Vina kembali menyeruak ke publik.

Pasangan kekasih, Muhammad Rizki Saparudiana dan Vina Dewi Arsita meninggal atas perbuatan keji 11 orang tersangka yang tak lain adalah geng motor di Cirebon, Jawa Barat. 

8 tahun berlalu, kasus ini kembali dibicarakan karena masih ada tiga pelaku lain yang masih buron belum ditangkap.

Selain itu, sebelumnya dipercayai bahwa ini kecelakaan tunggal berdasarkan skenario yang dibangun pelaku.

Dalam kesempatan bincang di Acara Dua Sisi tvOne, Marliyana selaku kakak dari Vina mengungkap soal fakta kasus pembunuhan adiknya.

Marliyana mengungkap alasan menyetujui soal kisah tragis kematian Vina diangkat ke layar lebar.

"Biar mereka (aparat) semua nggak tutup mata, karena memang tiga pelaku kan sampai saat ini belum ada kabar beritanya, makanya saya mengangkat film ini biar mereka nggak tidur," ungkapnya di acara Dua Sisi tvOne.

"Mereka buka mata bahwa tiga (pelaku) ini belum ada, belum ada kabar. Dari tahun 2016 sampai sekarang tidak ada kabar," tandasnya.

Marliyana mengatakan bahwa tidak pihak kepolisian yang memberitahukan perkembangan kasus pembunuhan Vina (16).

Pada kesempatan itu juga, Marliyana mengungkap fakta bahwa saat proses syuting film Vina, dirinya didatangi oleh dua orang yang mengaku sebagai aparat.

"Dia bilang untuk tidak dibikin film, seperti peringatan ya," tuturnya.


Kakak Vina, Marliyana dalam wawancara dengan tvOne, Kamis (16/5).

Sementara itu Produser film Vina: Sebelum 7 hari yang juga hadir di forum Dua Sisi. Ia mengatakan bahwa saat proses syuting tahun lalu sempat terjadi hal serupa yang dialami kakak Vina.

"Jadi saya dengar dari tim saya, kebetulan saya di Jakarta ketika syuting lagi jalan. Pertama ke rumah bu Marliyana, dari pihak bu Marliyana bilang,'udah ke lokasi syuting aja,'. Di lokasi syuting mereka (aparat) datang untuk beberapa menit ngobrol sama tim saya, dan akhirnya mereka pulang," kata Dheeraj Kalwani, produser film Vina: Sebelum 7 Hari.

"Mereka meminta skenario, data film dan menurut kami itu tidak bisa kami kasih, kita kan production house kan," tambahnya.

"Mereka datang membawa surat tugas nggak?" tanya Dwi Anggia, host Dua Sisi.

"Tidak membawa surat tugas, dan mereka langsung pulang," jelas Dheeraj Kalwani.

Tak sampai disitu saja, Marliyana mengungkap hal yang disampaikan oleh aparat kepadanya.

"Harusnya jangan dibuat film, itu nama kepolisian menjadi jelek,'saya bilang saya di sini tidak ada menjelekkan pihak polisi, saya hanya menuntut hak saya sebagai keluarga korban," tuturnya.

"Menanyakan tiga pelaku ini tidak ada kabarnya sampai saat ini," terangnya.

Marliyana mengaku bahwa saat itu dirinya tidak langsung menanyakan pihak aparat yang mendatanginya dari mana, serta surat tugasnya.

"Dia datang cuman mengaku sebagai intel," ucapnya.

Mengetahui situasi tersebut, ibu dari Marlinya juga merasa khawatir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Yang merasa khawatir ibu ya, gimana neng, nanti kalau ada apa-apa sama kamu, gimana. Karena Mama mikir udah kehilangan anak, jangan sampai nanti ada apa-apa nih sama kamu," paparnya. (ind)

Baca artikel terkini dari tvOnenews.com selengkapnya di Google News, Klik di sini
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Datang Jauh-Jauh dari Bekasi, Dedi Mulyadi Ungkap Kisah Hidup Kepsek yang Sempat Ngamuk di Pos Satpam

Datang Jauh-Jauh dari Bekasi, Dedi Mulyadi Ungkap Kisah Hidup Kepsek yang Sempat Ngamuk di Pos Satpam

​​​​​​​Dedi Mulyadi ungkap kisah haru kepsek dari Bekasi yang sempat marah di pos satpam. Di balik emosinya, tersimpan perjuangan panjang dan beban hidup berat.
Sumardji Bocorkan Calon Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026: Satu Negara Asia Sudah Oke

Sumardji Bocorkan Calon Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026: Satu Negara Asia Sudah Oke

etua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI Sumardji akhirnya buka suara mengenai teka-teki calon lawan Timnas Indonesia untuk agenda FIFA Matchday edisi Juni 2026. ...
KPK Ungkap Alasannya Tetapkan Tersangka Terhadap Ajudan Gubernur Riau Marjani

KPK Ungkap Alasannya Tetapkan Tersangka Terhadap Ajudan Gubernur Riau Marjani

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap alasannya menetapkan tersangka terhadap Marjani selaku ajudan Gubernur Riau, Abdul Wahid. KPK menyebut berdasarkan
8 Laga Tak Terkalahkan! Persis Makin Percaya Diri Hindari Degradasi

8 Laga Tak Terkalahkan! Persis Makin Percaya Diri Hindari Degradasi

Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, mengungkapkan rasa puasnya setelah timnya meraih kemenangan penting 2-1 atas Semen Padang pada pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026.
16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual Akhirnya Dimunculkan, Sidang Dini Hari Berubah Jadi Ledakan Emosi Massa

16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual Akhirnya Dimunculkan, Sidang Dini Hari Berubah Jadi Ledakan Emosi Massa

16 mahasiswa FH UI pelaku pelecehan seksual dimunculkan dalam sidang dini hari, massa bereaksi keras dan tuntut sanksi tegas dari kampus.
Tak Gentar, KPK Siap Hadapi Gugatan Rp11 Miliar dari Kubu Ajudan Gubernur Riau

Tak Gentar, KPK Siap Hadapi Gugatan Rp11 Miliar dari Kubu Ajudan Gubernur Riau

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siap menghadapi gugatan perbuatan melawan hukum yang diajukan oleh ajudan Gubernur Riau, Marjani. Pelaksana tugas Direktur

Trending

Di Depan Dedi Mulyadi, Sahara Sempat Akui Khilaf Sebut Yai Mim ‘Dugong’: Itu Sangat Salah

Di Depan Dedi Mulyadi, Sahara Sempat Akui Khilaf Sebut Yai Mim ‘Dugong’: Itu Sangat Salah

​​​​​​​Sahara akui khilaf di depan Dedi Mulyadi usai sebut Yai Mim ‘dugong’. Ia menyebut ucapannya sangat salah dan menyampaikan permintaan maaf terbuka.
16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual Akhirnya Dimunculkan, Sidang Dini Hari Berubah Jadi Ledakan Emosi Massa

16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual Akhirnya Dimunculkan, Sidang Dini Hari Berubah Jadi Ledakan Emosi Massa

16 mahasiswa FH UI pelaku pelecehan seksual dimunculkan dalam sidang dini hari, massa bereaksi keras dan tuntut sanksi tegas dari kampus.
Jay Idzes Diprediksi Absen di Piala AFF 2026, Bung Ropan Usulkan Sosok Pengganti yang Bisa Jadi Andalan

Jay Idzes Diprediksi Absen di Piala AFF 2026, Bung Ropan Usulkan Sosok Pengganti yang Bisa Jadi Andalan

Jay Idzes diprediksi absen di Piala AFF 2026 karena bukan agenda FIFA. Bung Ropan usulkan John Herdman maksimalkan kekuatan pemain lokal sebagai solusi.
Kata Kurniawan Dwi Yulianto setelah Sempat Diragukan Akibat Hasil Minor di Laga Uji Coba,  Kini Buktikan Progres Menjanjikan Timnas Indonesia U-17 di Piala AFF U-17

Kata Kurniawan Dwi Yulianto setelah Sempat Diragukan Akibat Hasil Minor di Laga Uji Coba, Kini Buktikan Progres Menjanjikan Timnas Indonesia U-17 di Piala AFF U-17

Langkah awal manis berhasil ditorehkan oleh Timnas Indonesia U-17 dalam ajang Piala AFF U-17 2026. Bertanding di hadapan pendukung sendiri di Stadion Gelora Jok
Tak Gentar, KPK Siap Hadapi Gugatan Rp11 Miliar dari Kubu Ajudan Gubernur Riau

Tak Gentar, KPK Siap Hadapi Gugatan Rp11 Miliar dari Kubu Ajudan Gubernur Riau

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siap menghadapi gugatan perbuatan melawan hukum yang diajukan oleh ajudan Gubernur Riau, Marjani. Pelaksana tugas Direktur
Kejagung Rotasi Jabatan 59 Kepala Kejaksaan Negeri, Edmond Novvery Menjabat Sebagai Kepala Kejari Karo

Kejagung Rotasi Jabatan 59 Kepala Kejaksaan Negeri, Edmond Novvery Menjabat Sebagai Kepala Kejari Karo

Kejagung RI melakukan rotasi terhadap sejumlah Kepala Kejaksaan Negeri di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Kepala Kejari Karo, Dante Rajagukguk yang
Dari Biasa Jadi Berbahaya! Dewa United Makin Siap Guncang Papan Atas Super League

Dari Biasa Jadi Berbahaya! Dewa United Makin Siap Guncang Papan Atas Super League

Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, mengungkapkan kunci di balik kemenangan penting timnya saat bertandang ke markas Malut United pada pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT