News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Singgung soal Aep, Teman 5 Terdakwa Kasus Vina Cirebon Muncul ke Publik, Ceritakan Malam Kejadian Tahun 2016 Versi-nya, Katanya Aep Pernah...

Teman 5 terdakwa kasus Vina Cirebon muncul ke publik dan ceritakan malam kejadian tahun 2016 versi-nya dan singgung soal Aep, katanya Aep itu pernah...
Selasa, 16 Juli 2024 - 01:28 WIB
Teman satu tongkrongan 5 terdakwa kasus Vina Cirebon muncul dan singgung soal Aep
Sumber :
  • Kolase tim tvOnenews

"Kamu setengah sepuluh pulang, artinya anak-anak setengah sepuluh dipastikan di mana?" tanya Dedi Mulyadi untuk memastikan.

"Di rumahnya Hadi Bolang," jawab Indra.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Andai kata peristiwa Vina dan Eky itu lewat jam setengah 10, berarti mereka tidak nongkrong di depan smp 11 dong," tanya Dedi lagi.

"Enggak, ada di dalam gang," ucap Indra.

"Jadi kalau Eky lewat mereka nggak tahu dong," tanya Dedi lagi untuk memastikan.

"Nggak tahu," kata Indra.


Indra Pratama - Aep. Sumber: kolase tim tvOnenews
 

Indra juga mengatakan, nongkrong bersama teman-teman itu memang sering dilakukan. Dan biasanya tidurnya memang di rumah Pak RT.

"Biasanya memang begitu, tidurnya suka di situ. Di rumah anaknya Pak RT," kata Indra.

Keesokan harinya (28 Agustus 2016), sekitar pukul 09.00 WIB, Indra pergi ke rumah Jaya, namun hanya menemui keponakan Jaya yang memberitahu bahwa Jaya masih tidur di rumah Pak RT.

Kemudian, sebelum pulang Indra mengaku sempat mengintip teman-temannya yang masih tidur di rumah Pak RT.

"Saya ngintip di jendela, ada anak-anak lagi pada tidur, nggak mampir, nggak enak takut ganggu," ujar Indra.

Indra juga mengaku pernah menjadi saksi di pengadilan. Tapi kesaksiannya tidak dihiraukan oleh hakim pada saat itu.

Sementara itu, Indra juga memastikan bahwa ia tidak mengenal Pegi Setiawan. Indra mengatakan bahwa Pegi bukan termasuk teman satu tongkrongannya.


Indra Pratama - Pegi Setiawan. Sumber: kolase tim tvOnenews

"Kenal sama Pegi nggak Kamu?" tanya Dedi Mulyadi.

"Nggak kenal. Nggak kenal sama sekali," kata Indra Pratama.

Mengenai kesaksian Aep dan Dede, Indra menduga Aep memberikan kesaksian palsu karena memiliki dendam kepada teman-teman tongkrongannya.

Menurut Indra, Aep dan Dede pernah terlibat konflik dengan teman-temannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Aep itu kemungkinan punya dendam sama anak-anak. Waktu itu pernah digebukin Aep itu, karena bawa cewe Aep sama Dede itu," kata Indra Pratama.

Seperti diketahui, kesaksian Aep dan Dede dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky Cirebon menjadi dasar putusan pengadilan untuk menahan terdakwa dan menetapkan DPO.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Evaluasi Menyeluruh Latsarmil Kemhan: Porsi Latihan Fisik Kini Sesuaikan Kondisi Peserta Koperasi Merah Putih

Evaluasi Menyeluruh Latsarmil Kemhan: Porsi Latihan Fisik Kini Sesuaikan Kondisi Peserta Koperasi Merah Putih

Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin menginstruksikan dilakukannya peninjauan ulang secara menyeluruh terhadap program latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bagi para calon manajer Koperasi Merah Putih. 
Persib Bandung Pinjamkan Wonderkid Zulkifli Lukmansyah Untuk Dapatkan Menit Bermain

Persib Bandung Pinjamkan Wonderkid Zulkifli Lukmansyah Untuk Dapatkan Menit Bermain

Persib sepakat untuk melepas Zulkifli Lukmansyah dengan status pinjaman di awal musim 2026/2027. ia diharapkan bisa menimba ilmu selama dipinjamkan ke klub lain
Pengurus DPW dan DPD PAN DKI Jakarta Dilantik, Eko Patrio Kepada Gubernur Pramono: Titip Anak-Anak Pak

Pengurus DPW dan DPD PAN DKI Jakarta Dilantik, Eko Patrio Kepada Gubernur Pramono: Titip Anak-Anak Pak

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan alias Zulhas melantik pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) DKI Jakarta periode 2024-2029.
Walau jadi Tim Paling Tertindas di Piala Dunia 2026, Iran Belum Pernah Terkalahkan

Walau jadi Tim Paling Tertindas di Piala Dunia 2026, Iran Belum Pernah Terkalahkan

Keputusan dramatis Video Assistant Referee (VAR) yang menganulir gol kemenangan Iran di masa injury time memaksa laga krusial kontra Mesir berakhir imbang 1-1.
Ritual Adat Pangku Paliare, Tradisi Suku Semende di Bengkulu Mensensus Jumlah Penduduk

Ritual Adat Pangku Paliare, Tradisi Suku Semende di Bengkulu Mensensus Jumlah Penduduk

Tradisi unik dan menarik dilaksnakan masyarakat adat Suku Semende Ulu Nasal di Kabupaten Kaur, Bengkulu setiap 10 Muharam. Kampung yang biasanya sepi karena war
Remaja hingga Orang Dewasa Jangan Sepelekan Saluran Cerna, Deteksi Dini Demi Cegah Penyakit Serius di Dalam Tubuh

Remaja hingga Orang Dewasa Jangan Sepelekan Saluran Cerna, Deteksi Dini Demi Cegah Penyakit Serius di Dalam Tubuh

Salah satu aspek yang kerap luput dari perhatian oleh anak remaja hingga orang dewasa adalah kesehatan sistem pencernaan yang sangat memiliki peran penting dalam menjaga kondisi tubuh secara keseluruhan.

Trending

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat membuka banyak kemudahan bagi masyarakat.
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

RYS (50) aparatur sipil negara (ASN) sebagai Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan ditemukan tewas membusuk dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda.
Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT