News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bantah Keras Tuduhan Saksi Dede, Elza Syarief Kuasa Hukum Iptu Rudiana: Sepintar Apa Iptu Rudiana Bikin Skenario...

Bantah keras tuduhan saksi Dede, begini tanggapan Elza Syarief kuasa hukum Iptu Rudiana: Sepintar apa Iptu Rudiana bikin skenario...
Rabu, 24 Juli 2024 - 16:54 WIB
Elza Syarief dan Dede Riswanto
Sumber :
  • kolase foto tim tvOnenews

tvOnenews.com - Elza Syarief, kuasa hukum Iptu Rudiana bantah keras tuduhan Dede Riswanto.

Saksi kasus pembunuhan Vina Cirebon, Dede, baru-baru ini muncul ke publik dan membuat pengakuan mengejutkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dede merupakan salah satu saksi kunci di kasus pembunuhan Vina dan Eky tahun 2016, bersama dengan temannya, Aep.

Dalam catatan BAP kasus Vina Cirebon, Dede dan Aep mengaku melihat para pelaku melakukan pelemparan, pengejaran hingga pemukulan terhadap Vina dan Eky.


Dedi Mulyadi dan Dede. Sumber: YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
 

Baca Juga: Didesak Minta Maaf kepada Iptu Rudiana dalam Waktu 3x24 jam, Jawaban Dedi Mulyadi dan Dede Disambut Tepuk Tangan

Karena kesaksian Dede dan Aep itulah didapat 8 tersangka dan 3 DPO kasus pembunuhan Vina dan Eky.

Sebanyak 7 terpidana didakwa seumur hidup dan satu orang dijatuhi hukuman 8 tahun penjara karena masih di bawah umur.

Namun, baru-baru ini saksi Dede muncul ke publik dan mengaku bahwa keterangannya dalam BAP kasus Vina Cirebon tahun 2016 lalu adalah kesaksian palsu.

Dede mengaku bahwa dirinya tidak melihat kejadian pada malam 27 Agustus 2016. Ia menjadi saksi karena mengikuti arahan dari Iptu Rudiana dan Aep.

Dengan didampingi Dedi Mulyadi dan Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN PERADI), Dede mencabut kesaksiannya pada tahun 2016 lalu.

Menanggapi hal itu, kuasa hukum Iptu Rudiana, Elza Syarief membantah keras pernyataan dari Dede.

"Tidak benar (Iptu Rudiana melakukan seperti yang dikatakan Dede)," ujar Elza Syarief, dalam acara Catatan Demokrasi, tvOne.


Elza Syarief dan Dede. Sumber: kolase tim tvOnenews
 

Baca Juga: Meski Banyak Saksi Ngaku Iptu Rudiana Bersalah, tapi Hal Itu Tidak Akan Bermakna di Mata Hukum Jika...

Elza Syarief meyakini bahwa kliennya itu tidak melakukan seperti yang dikatakan oleh Dede Riswanto.

Elza mengatakan, ayah Eky itu hanya berpangkat Iptu. Sedangkan kasus Vina lebih banyak ditangani oleh Polda Jabar.

Maka menurutnya tidak mungkin seorang polisi berpangkat Iptu memiliki kekuatan untuk ikut campur dalam kasus yang ditangani oleh seorang polisi berpangkat Kombes.

"Klien saya ini hanya berpangkat Iptu, dan kasus ini hanya tiga hari di Cirebon, kemudian ditarik ke Polda. Di mana kepala dari Dirreskrimum berpangkat Kombes, di dalam TNI maupun di dalam Polri itu ada namanya hierarki yang tidak bisa dilampaui. Apalagi kasus itu sudah diambil Polda, tidak bisa cawe-cawe," kata Elza Syarief.

"Dia hanyalah sebagai pelapor, bukan penyidik, apalagi ngarah-ngarahin," sambungnya.

Elza Syarief menegaskan bahwa kliennya itu tidak mungkin melakukan seperti yang dituduhkan oleh Dede, termasuk membuat skenario di BAP.


Dede dan Iptu Rudiana. Sumber: kolase tim tvOnenews
 

Baca Juga: Berlinang Air Mata, Dedi Mulyadi Beri Pesan Menohok kepada Aep yang Belum Muncul ke Publik: Kamu Jahat Aep...

"Apalagi mengaitkan bahwa itu skenario, sepintar apa Iptu Rudiana mengarang cerita ada 11 orang perannya gini, gini, emang dia jadi pengarang skenario kayak film. Tidak mungkin, Saya bantah dengan keras," tegas Elza Syarief.

Menurut Elza Syarief, posisi Dede sebagai saksi bisa bebas mengatakan apa saja. Namun, pernyataan dari Dede itu memiliki resiko hukum.

Dikarenakan sudah dianggap menyebarkan fitnah terhadap Iptu Rudiana, Dede disomasi dan didesak untuk minta maaf terhadap Iptu Rudiana beserta keluarga dalam waktu 3x24 jam.

Jika tidak meminta maaf kepada Iptu Rudiana dalam waktu yang sudah ditentukan, maka akan diproses secara hukum.

"Resiko hukumnya jelas, apalagi sudah disebarluaskan, karena itu kami telah melakukan somasi 3x24 jam, jika tidak mencabut atau meminta maaf kepada klien kami, setelah tiga hari pasti akan kami proses hukum," kata Elza Syarief.

"Dan itu ancaman hukumnya sangat tinggi, jika memberikan keterangan palsu 7 tahun, kalau memberatkan terdakwa 9 tahun," lanjutnya.

(gwn)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews


 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kemendagri Koordinasikan Usulan Sasaran BSPS dari Daerah Guna Dukung Program Perumahan

Kemendagri Koordinasikan Usulan Sasaran BSPS dari Daerah Guna Dukung Program Perumahan

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berkomitmen terus meningkatkan kerja sama dengan pemerintah daerah dalam rangka menyukseskan program penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Kakorlantas Polri: Polantas Miliki Prioritas Utama Keselamatan Masyarakat

Kakorlantas Polri: Polantas Miliki Prioritas Utama Keselamatan Masyarakat

Korlantas Polri menekankan prioritas utama berupa keselamatan masyarakat di ruas jalan raya.
Terangi Desa Bojong di Bandung Barat, BRI Peduli Hadirkan PLTS untuk Perkuat Ekonomi Masyarakat

Terangi Desa Bojong di Bandung Barat, BRI Peduli Hadirkan PLTS untuk Perkuat Ekonomi Masyarakat

BRI Peduli menyalurkan PLTS berkapasitas 17,4 kWp yang dilengkapi Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 43,2 kWh di Desa Bojong, Kecamatan Rongga, Bandung Barat.
Tak Hanya Lampung! Jokowi akan Keliling Jateng dari Solo

Tak Hanya Lampung! Jokowi akan Keliling Jateng dari Solo

Tak hanya Lampung, mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan akan melanjutkan safari politiknya dengan melakukan roadshow ke berbagai wilayah di
Kenapa Megawati Hangestri Tak Bisa Pakai Nomor Punggung 8 di Hyundai Hillstate? Ini Alasan di Baliknya

Kenapa Megawati Hangestri Tak Bisa Pakai Nomor Punggung 8 di Hyundai Hillstate? Ini Alasan di Baliknya

Megawati Hangestri dipastikan tak lagi memakai nomor punggung 8 di Hyundai Hillstate nantinya. Simak alasan sebenarnya di balik pilihan nomor baru Megatron.
Cemerlang di Bawah Danantara, Pegadaian Akselerasi Ekosistem Bank Emas Nasional dan Siap Go Global

Cemerlang di Bawah Danantara, Pegadaian Akselerasi Ekosistem Bank Emas Nasional dan Siap Go Global

Pegadaian di bawah naungan Danantara memantapkan posisinya sebagai pelopor sekaligus satu-satunya Bank Emas di Indonesia yang memiliki ekosistem hulu-ke-hilir.

Trending

Timnas Indonesia Calling! Termasuk Pemain dari Barcelona, 6 Pilar Persija Masuk TC Garuda Jelang Piala AFF 2026

Timnas Indonesia Calling! Termasuk Pemain dari Barcelona, 6 Pilar Persija Masuk TC Garuda Jelang Piala AFF 2026

Persija Jakarta jadi penyumbang pemain terbanyak dalam pemusatan latihan Timnas Indonesia. Sebanyak enam pemain Macan Kemayoran dipanggil mengikuti TC di Bali.
Daftar Pemain Lokal Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea 2026-2027: Kim Da-in Jadi Andalan

Daftar Pemain Lokal Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea 2026-2027: Kim Da-in Jadi Andalan

Hyundai Hillstate resmi mengumumkan daftar 17 pemain lokal yang didaftarkan kepada Federasi Bola Voli Korea Selatan (KOVO) pada tahap pertama untuk menghadapi kompetisi Liga Voli Korea (V-League) 2026-2027. Kim Da-in masih menjadi andalan.
Neymar Pensiun usai Brasil Tersingkir di Piala Dunia 2026: Semuanya Berakhir di Sini

Neymar Pensiun usai Brasil Tersingkir di Piala Dunia 2026: Semuanya Berakhir di Sini

Keputusan besar diambil Neymar setelah perjalanan Brasil di Piala Dunia 2026 berakhir lebih cepat. Penyerang berusia 34 tahun itu resmi mengakhiri kariernya.
Ancelotti Sentil PSSI-nya Brasil usai Selecao Tersingkir di Piala Dunia 2026, Blak-blakan Minta 'Ronaldinho' Baru Buat Juara

Ancelotti Sentil PSSI-nya Brasil usai Selecao Tersingkir di Piala Dunia 2026, Blak-blakan Minta 'Ronaldinho' Baru Buat Juara

Carlo Ancelotti kirim pesan setelah Brasil tersingkir dari Piala Dunia 2026. Pelatih Italia itu menilai sepak bola Brasil butuhkan talenta istimewa yang baru.
Pulangkan Raksasa Brasil, Timnas Norwegia Menjadi Kuda Hitam Terkuat di Piala Dunia 2026?

Pulangkan Raksasa Brasil, Timnas Norwegia Menjadi Kuda Hitam Terkuat di Piala Dunia 2026?

Dengan kombinasi taktik yang solid dan generasi emas yang lapar akan prestasi, Norwegia membuktikan bahwa mereka bukan sekadar pelengkap di Piala Dunia 2026.
PM India Narendra Modi Sambangi Jakarta 6-8 Juli, Simak 12 Ruas Jalan Protokol Jakarta yang Terdampak

PM India Narendra Modi Sambangi Jakarta 6-8 Juli, Simak 12 Ruas Jalan Protokol Jakarta yang Terdampak

Polda Metro Jaya bersiap melakukan pengamanan ketat terkait kunjungan kenegaraan Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi di Jakarta yang dijadwalkan berlangsung pada 6 hingga 8 Juli 2026. 
Donald Trump Intervensi FIFA? Pemain Amerika Serikat Resmi Dapat Penangguhan Sanksi Kontroversi Kartu Merah Piala Dunia

Donald Trump Intervensi FIFA? Pemain Amerika Serikat Resmi Dapat Penangguhan Sanksi Kontroversi Kartu Merah Piala Dunia

Striker Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun, memicu kontroversi ketika menerima kartu merah saat Amerika Serikat mengalahkan Bosnia-Herzegovina pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT