News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Meski Dikritik Kurang Etika Pegi Setiawan Masih Ogah Ketemu Dedi Mulyadi, Herwanto Pro Nikita Mirzani: Dia Kurang Keilmuan!

Kritik terhadap Pegi Setiawan semakin mencuat, terutama setelah Pegi disebut-sebut oleh Nikita Mirzani karena belum sempat bertemu dengan Dedi secara langsung.
Kamis, 25 Juli 2024 - 18:35 WIB
Meski Dikritik Kurang Etika, Pegi Setiawan Masih Ogah Ketemu Dedi Mulyadi, Herwanto Pro Nikita Mirzani: Dia Kurang Keilmuan!
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com/ Tangkapan Layar YouTube: Intens Investigasi; Deddy Corbuzier

tvOnenews.com - Pegi Setiawan kembali menjadi sorotan setelah belum juga bertemu dengan Dedi Mulyadi, meskipun banyak pihak telah mendesaknya. 

Kritik terhadap Pegi Setiawan semakin mencuat, terutama setelah ia disebut-sebut oleh Nikita Mirzani karena belum bertemu dengan Dedi secara langsung. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam wawancara terbaru, Herwanto Nurmansyah, ketua relawan Sahabat Polisi, juga mengomentari situasi ini dan menyoroti sikap Pegi yang dianggap kurang etika.

Herwanto kritik Pegi Setiawan
Herwanto kritik Pegi Setiawan. Sumber: Kolase tvOnenews.com/ Tangkapan Layar YouTube: Intens Investigasi.

Menurut Herwanto, pertemuan antara Pegi dan Dedi Mulyadi sangat penting untuk menunjukkan rasa terima kasih dan penghargaan, mengingat banyak orang, termasuk Dedi, telah membantu Pegi selama ini. 

"Saya sebenarnya agak sedih juga melihat Kang Dedi. Ya, sempat papasan tuh, saya ngelihat videonya itu. 

Jadi begitu Kang Dedi keluar, ya si Pegi ke sini, kan? Nah, sempat Kang Dedi ngomong, 'Oh ini Pegi ya? Salaman,' begitu kan? Ada Toni juga di situ. 

Nah, ternyata baru dengar kabar sekarang ini ternyata mereka itu belum ketemu benar-benar," kata Herwanto.

Kritik terhadap Pegi Setiawan tidak hanya datang dari Nikita Mirzani, tetapi juga dari Herwanto. 

Herwanto mengungkapkan bahwa sikap Pegi yang belum menyempatkan waktu untuk bertemu Dedi Mulyadi, meskipun telah diberi banyak bantuan, menunjukkan kurangnya etika. 

Ia menambahkan bahwa Pegi seharusnya meluangkan waktu untuk bertemu Dedi sebagai bentuk apresiasi. 

"Menurut saya, sesibuk-sibuknya dia, tolong juga ya sempatkan dulu ibar ketemu Kang Dedi. Sedangkan orang-orang ini di luar membantu dia. Karena bukan permasalahan ibaratnya harus pamrih dan sebagainya, tapi apa etikanya. Etikanya lebih baik, coba Pegi luangkan waktu datanglah ke Kang Dedi, ngobrol," ujar Herwanto.

Selain itu, Herwanto juga menyoroti jawaban Pegi ketika ditanya tentang hal ini dalam sebuah wawancara. 

Ia merasa bahwa jawaban Pegi yang menyatakan "belum ada waktu" kurang pantas, terutama mengingat banyaknya orang yang telah mendukungnya. 

Herwanto menyebut jawaban tersebut sebagai cerminan kurangnya keilmuan atau wawasan dari Pegi. 

"Saya sangat menyayangkan jawaban Pegi pada saat dia sama Nikita Mirzani jawabannya, 'Saya belum ada waktu.' Di sini juga banyak wawancara, ya saya sayangkan banget. Maksud saya, jawabannya harusnya jangan kayak begitu. Tapi saya juga ya memaklumi mungkin ya latar belakang pendidikan dan lain sebagainya lah," jelasnya.

Di sisi lain, Herwanto tampak mendukung sikap Nikita Mirzani yang keras dalam mengkritik Pegi. 

Menurutnya, meskipun Nikita dikenal dengan omongannya yang pedas, kritik tersebut bertujuan baik dan dapat membantu Pegi untuk berubah menjadi lebih baik. 

"Nikita Mirzani itu memang omongannya pedas, tapi kalau menurut saya, omongan pedas itu ya terima aja karena untuk kebaikan. Saya tidak mendukung Nikita Mirzani, tidak mendukung Pegi, tapi saya melihat sisi baiknya. Nikita itu memang keras, omongannya pedas, tapi pedasnya itu seperti jamu. Nah, kalau menurut saya ini, omongannya Nikita seperti jamu, biarpun pahit, tapi manfaatnya luar biasa," tambah Herwanto.

Herwanto juga menyinggung apakah Pegi sudah mengucapkan terima kasih secara langsung kepada Dedi Mulyadi. 

Meskipun Pegi telah mengucapkan terima kasih kepada banyak pihak, termasuk Prabowo, Jokowi, dan pengacaranya, Herwanto merasa bahwa pertemuan langsung dengan Dedi masih sangat penting. 

"Memang Pegi pada saat dia keluar, kan dia sudah mengucapin terima kasih semua, bahkan kepada Pak Prabowo, terima kasih sama Pak Jokowi, terima kasih pengacaranya, terima kasih sama netizen semua, terima kasih. Cuma memang kan ada orang-orang yang memang harus spesial dia jumpai, terutama memang Kang Dedi," tuturnya.

Dalam situasi ini, Herwanto menegaskan bahwa meskipun ia tidak mendukung Nikita Mirzani atau Pegi Setiawan secara khusus, ia berharap kritik ini dapat menjadi pelajaran bagi Pegi. 

Sikap Pegi yang dianggap kurang etika dalam menangani situasi ini bisa menjadi bahan introspeksi untuk memperbaiki diri di masa depan. 

Herwanto juga berharap bahwa Pegi dapat lebih terbuka menerima kritik sebagai upaya untuk memperbaiki diri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kontroversi yang melibatkan Pegi Setiawan, Dedi Mulyadi, dan Nikita Mirzani ini terus menjadi perhatian publik. 

Diharapkan semua pihak dapat menyelesaikan masalah ini dengan bijaksana, demi kebaikan bersama. (anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bantah Dakwaan, Kubu Yaqut Pertanyakan Kerugia Keuangan Negara Rp622 Miliar

Bantah Dakwaan, Kubu Yaqut Pertanyakan Kerugia Keuangan Negara Rp622 Miliar

Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut menjalani sidang perdana atas kasus dugaan korupsi kuota haji periode 2023-2024 di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (12/8/2026).
Dugaan Penyiapan Uang 1 Juta Dolar AS dari Gus Yaqut ke Pansus Haji DPR RI, Ini Kata KPK

Dugaan Penyiapan Uang 1 Juta Dolar AS dari Gus Yaqut ke Pansus Haji DPR RI, Ini Kata KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami soal dugaan penyiapan uang 1 juta Dolar Amerika Serikat (AS) dari mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut untuk diserahkan ke Panitia Khusus atau Pansus Haji DPR RI.
Gus Alex Bantah Terima Uang Korupsi Kuota Haji, Dakwaan Jaksa Disebut Zalim

Gus Alex Bantah Terima Uang Korupsi Kuota Haji, Dakwaan Jaksa Disebut Zalim

Terdakwa korupsi kuota haji, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex merespon soal dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yang menyebut bahwa dirinya telah memperkaya diri dengan penerimaan uang USD 5.233.800 dan Rp330 juta.
Dari Polewali Mandar ke Istana: Cerita Ismi Ulfaida, Siswa Sekolah Rakyat Pertama Dalam Barisan Paskibraka Nasional

Dari Polewali Mandar ke Istana: Cerita Ismi Ulfaida, Siswa Sekolah Rakyat Pertama Dalam Barisan Paskibraka Nasional

Di bawah terik matahari Depok, Jawa Barat, Sabtu (8/8) siang itu, bunyi derap sepatu Paskibraka yang bersahutan menciptakan irama kedisiplinan di lapangan Pusat Pengembangan SDM Kemendikdasmen. 
Ekshumasi Jasad Sutrimo Selesai, Dokter Forensik Pastikan Tak Ada Luka Bekas Kekerasan di Tubuh

Ekshumasi Jasad Sutrimo Selesai, Dokter Forensik Pastikan Tak Ada Luka Bekas Kekerasan di Tubuh

Polda Metro Jaya bersama tim gabungan dokter forensik selesai melakukan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Rabu (12/8), guna mengungkap penyebab kematian almarhum.
Pasal 50 A UU P2SK Diuji ke MK, Pemohon: Berpotensi Samarkan Hasil Tindak Pidana

Pasal 50 A UU P2SK Diuji ke MK, Pemohon: Berpotensi Samarkan Hasil Tindak Pidana

Pemuda Bulan Bintang mengajukan permohonan pengujian materiil Pasal 50A ayat (5) dan ayat (6) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Trending

Pengembalian Uang Raja Juli Kurang 2.000 Dolar Singapura, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan dan Kapolres Kuansing

Pengembalian Uang Raja Juli Kurang 2.000 Dolar Singapura, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan dan Kapolres Kuansing

Uang yang dikembalikan Raja Juli ke KPK ternyata kurang 2.000 dolar Singapura. Padahal, pemberian amplop dari Suhardiman kepada Menhut sebesar 14.000 Dolar Singapura.
Babak Baru Konflik Ruben Onsu Vs Sarwendah, Minta Audit Nafkah Anak: Masuk Akal Gak di Bawah Umur Pengeluaran Rp200 Juta?

Babak Baru Konflik Ruben Onsu Vs Sarwendah, Minta Audit Nafkah Anak: Masuk Akal Gak di Bawah Umur Pengeluaran Rp200 Juta?

Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah kembali memanas. Kali ini, pihak Ruben meminta dilakukan audit terhadap uang nafkah anak yang selama ini disalurkan ke Sarwendah.
Idap HIV, Pelaku Mutilasi Depok Rutin Kontrol hingga Ikut Kajian

Idap HIV, Pelaku Mutilasi Depok Rutin Kontrol hingga Ikut Kajian

Fakta baru ditemukan dalam kasus mutilasi Depok. Fakta barunya, yakni pelaku mengidap HIV. Selama ini dia rutin kontrol dan membeli obat.
Sidang Bupati Pati Sudewo Memanas, Camat Blak-blakan soal Ancaman Copot hingga Nominal Mahar Jabatan Perangkat Desa

Sidang Bupati Pati Sudewo Memanas, Camat Blak-blakan soal Ancaman Copot hingga Nominal Mahar Jabatan Perangkat Desa

Sidang Bupati Pati nonaktif Sudewo mengungkap dugaan ancaman terhadap camat yang menolak pengisian perangkat desa. Saksi juga menyebut adanya syarat uang hingga ratusan juta.
Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin, Jasaraharja Putera Tinjau Kondisi Korban

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin, Jasaraharja Putera Tinjau Kondisi Korban

Insiden kebakaran melanda Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin saat berlayar dari Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, pada Rabu (12/8/2026).
Praktisi Hukum Prediksi Ruben Onsu Sulit Rebut Hak Asuh Anak, Soroti Bukti yang Dibawa ke Pengadilan

Praktisi Hukum Prediksi Ruben Onsu Sulit Rebut Hak Asuh Anak, Soroti Bukti yang Dibawa ke Pengadilan

Upaya Ruben Onsu untuk mendapatkan hak asuh anak dari mantan istrinya, Sarwendah, diprediksi menghadapi jalan yang tidak mudah. Apa alasannya?
Pemerintah Dorong Wilayah 3T Lepas dari Ketergantungan Program Internet Bersubsidi

Pemerintah Dorong Wilayah 3T Lepas dari Ketergantungan Program Internet Bersubsidi

BAKTI Komdigi mulai menyiapkan strategi keluar (exit strategy) dari sejumlah wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang telah memiliki tingkat kematangan konektivitas tertentu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT