Jadi Korban Bacok Warga sampai Patah Tulang, Panji Petualang Beritahu Cara Merawat Ular Agar Sembuh
- Kolase tvOnenews.com/ Tangkapan Layar YouTube: Panji Petualang
tvOnenews.com - Panji Petualang, seorang ahli reptil terkenal di Indonesia, kembali menunjukkan keberanian dan keahliannya dalam merawat ular berbisa dalam video terbaru yang diunggah di kanal YouTube-nya.
Dalam video berjudul "KING Cobra KORBAN BACOK WARGA BERONTAK KESAKITAN SAAT PANJI MANDIKAN", Panji Petualang menjelaskan bagaimana ia merawat beberapa King Cobra yang menjadi korban penganiayaan warga.
Salah satu ular tersebut mengalami patah tulang akibat bacokan dan harus mendapatkan perawatan intensif dari Panji Petualang.
![]()
Panji Petualang rendam ular. Sumber: Tangkapan Layar YouTube: Panji Petualang.
Dalam video unggahannya, Panji Petualang tidak hanya menunjukkan keterampilannya, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara merawat ular yang terluka agar dapat sembuh dengan baik.
Panji Petualang mengungkapkan bahwa King Cobra yang baru saja diterimanya dari warga mengalami berbagai luka yang cukup parah.
"King Cobra ini adalah korban bacok warga dan kondisinya sangat memprihatinkan," jelas Panji saat memulai proses perawatan.
Bekas luka terlihat jelas di bagian tubuh ular, dengan beberapa tulang yang tampak bengkok.
"Jika tulangnya tidak diurut dengan benar, ular ini bisa mengalami cacat permanen," tambah Panji.
Oleh karena itu, Panji segera memindahkan ular tersebut ke kandang yang lebih besar untuk memberikan ruang yang cukup dalam proses penyembuhan.
Salah satu cara yang dilakukan Panji Petualang untuk merawat ular yang patah tulang adalah dengan memberikan terapi rendam air.
Menurut Panji, perawatan ini membantu mengurangi stres pada ular dan memungkinkan luka-luka di tubuhnya lebih cepat sembuh.
"Kita rendam dulu sambil memberikan minum. Ini untuk menenangkan ular dan membantu mempercepat proses penyembuhan luka," kata Panji.
![]()
Panji Petualang rendam ular. Sumber: Tangkapan Layar YouTube: Panji Petualang.
Ia juga menjelaskan bahwa ular yang berada dalam kondisi stres atau sakit dapat menunjukkan perilaku agresif, sehingga perawatan harus dilakukan dengan sangat hati-hati.
Selain itu, Panji juga menunjukkan teknik khusus dalam menangani ular King Cobra yang terkenal sangat berbahaya.
"King Cobra ini agak brutal. Jika tidak hati-hati, bisa berbahaya," ucap Panji sambil terus memandikan ular tersebut dengan hati-hati.
Ia menambahkan bahwa King Cobra liar biasanya tidak langsung menggigit, tetapi akan menunjukkan tanda-tanda seperti "suruntalan" sebelum menyerang.
Oleh karena itu, Panji selalu menjaga jarak aman dan memastikan dirinya berada dalam posisi yang aman saat menangani ular tersebut.
Panji Petualang juga menjelaskan bahwa proses penyembuhan King Cobra yang mengalami patah tulang tidaklah mudah dan memerlukan perhatian khusus.
"Tulangnya perlu diurut agar rapi sebelum diberi obat. Mudah-mudahan bisa selamat, karena baru beberapa minggu di sini," ujarnya.
Ia berharap dengan perawatan yang intensif, ular tersebut dapat pulih dan kembali hidup sehat di alam liar.
Namun, sebelum ular tersebut siap dilepas, Panji memastikan bahwa semua luka telah sembuh dan ular dalam kondisi yang baik.
Selain merawat ular yang terluka, Panji Petualang juga menggunakan kesempatan ini untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memahami perilaku dan habitat ular.
"Masyarakat tidak bisa disalahkan, mereka menangkap ular karena takut," kata Panji.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa menangani ular berbisa seperti King Cobra memerlukan pengetahuan dan keterampilan khusus untuk menghindari cedera baik pada manusia maupun ular itu sendiri.
Oleh karena itu, Panji mengajak masyarakat untuk segera melapor kepada ahli atau pihak berwenang jika menemukan ular di sekitar tempat tinggal mereka.
Panji juga mengungkapkan rasa syukurnya karena selalu diberi keselamatan oleh Tuhan dalam setiap aksinya menangani ular berbisa.
"Alhamdulillah, Panji selalu ditolong Allah. Saya bersyukur karena Tuhan yang menolong saya, bukan karena saya sakti," ucapnya dengan rendah hati.
Kutipan ini menunjukkan keyakinannya bahwa segala keberhasilan dan keselamatannya dalam merawat ular adalah berkat pertolongan Tuhan.
Dalam video tersebut, Panji juga membagikan beberapa tips kepada pemirsa yang mungkin menghadapi situasi serupa.
Ia menyarankan agar selalu menggunakan alat pelindung seperti sarung tangan tebal saat menangani ular berbisa dan selalu berada dalam jarak aman.
"Kita harus berhati-hati saat merawatnya agar bisa sembuh," pesan Panji.
Dengan berbagai teknik dan pengetahuan yang dimilikinya, Panji Petualang berharap dapat memberikan inspirasi kepada masyarakat untuk lebih memahami pentingnya menjaga kelestarian satwa liar, termasuk ular berbisa seperti King Cobra.
Dengan segala usaha dan dedikasinya, Panji Petualang terus menunjukkan komitmennya dalam melindungi dan merawat satwa liar, terutama ular berbisa yang sering kali dianggap sebagai ancaman oleh banyak orang.
Melalui edukasi dan aksi nyata, Panji berharap dapat mengubah pandangan masyarakat tentang ular dan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.
Video ini menjadi bukti nyata betapa gigihnya Panji Petualang dalam menjalankan misinya sebagai seorang pecinta dan pelindung satwa liar.
(anf)
Load more