GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dulu Jadi Kiper Andalan Klub Legendaris Liga Indonesia tapi Nasib Berkata Lain, Pemain Asal Medan Ini Kini Jadi Sekuriti Bank

Dulu jadi kiper andalan klub legendaris Liga Indonesia, tapi nasib berkata lain, pemain asal Medan ini beralih profesi jadi sekuriti bank. Simak kisahnya...
Sabtu, 2 November 2024 - 13:48 WIB
Herman Batak, mantak kiper klub legendaris Liga Indonesia
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube/LENSA OLAHRAGA

tvOnenews.com - Mantan kiper andalan klub legendaris Liga Indonesia ini pernah marah-marah karena gajinya tak dibayar, begini nasibnya sekarang.

Ia adalah Herman Batak, sosok pemain yang pernah menapaki perjalanan penuh liku dan menarik perhatian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah memutuskan pensiun sebagai pesepakbola, pemain asal Medan itu beralih profesi menjadi seorang sekuriti di sebuah bank.

Dulu Jadi Kiper Andalan di Klub Legendaris Liga Indonesia dan Pernah Marah-marah Saat Diwawancara Karena Gajinya Tak Dibayar, Herman Batak kini Nasibnya Seperti ini
Dulu Jadi Kiper Andalan di Klub Legendaris Liga Indonesia dan Pernah Marah-marah Saat Diwawancara Karena Gajinya Tak Dibayar, Herman Batak kini Nasibnya Seperti ini
Sumber :
  • Kedanku TV/Koncomacan

 

Bagi pecinta sepak bola Indonesia, mungkin sudah tak asing lagi dengan nama kiper Herman Batak.

Namanya kian dikenal karena pernah mengemban peran sebagai kiper di beberapa klub ternama, seperti PSS Sleman, PSM Makassar, PKT Bontang, PSMS Medan, Deltras Sidoarjo dan Persiram Raja Ampat.

Namun, tak banyak yang tahu bahwa Herman Batak menyimpan cerita yang cukup mengharukan.

Hal itu diungkapkannya dalam sebuah wawancara di saluran YouTube Kedanku TV.

Herman Batak dikenal dengan kemampuannya di lapangan, namun juga memiliki sifat yang temperamental.

Herman Batak
Herman Batak
Sumber :
  • Tangkapan Layar kanalk Youtube Kedanku TV

 

Ia mengungkap pernah mendapat hukuman dari komdis karena perilakunya yang dianggap indispliner.

Herman Batak juga pernah mengalami momen terberat yakni gajinya tak dibayarkan, ketika masih membela PSMS Medan.

"Balik kampung setengah musim ke PSMS Medan, di PSMS ya aku gak digaji. Ini PSMS Medan 2013 aku gak digaji, kutemui Indra Sakti," ujar Herman Batak dengan nada tinggi.

Pria kelahiran 1983 itu menceritakan betapa sulitnya situasi yang dihadapinya saat itu.

Akhirnya perjalanan kariernya di sepak bola mencapai ujungnya ketika ia memutuskan untuk pensiun.

Dulu jadi Kiper Andalan di Banyak Klub Legendaris Liga Indonesia, Herman Batak Kini Bangga Punya Pekerjaan di Luar Sepak Bola
Dulu jadi Kiper Andalan di Banyak Klub Legendaris Liga Indonesia, Herman Batak Kini Bangga Punya Pekerjaan di Luar Sepak Bola
Sumber :
  • Tangkapan layar Youtube Kedanku TV - ANTARA Foto

 

Usai memutuskan meninggalkan lapangan hijau, Herman Batak memilih jalan berbeda, ia meniti karier sebagai seorang sekuriti.

Situasi yang tak menentu di dunia sepak bola membuatnya mengambil langkah tersebut.

Ia mengaku pernah kembali ke PSS Sleman, namun tak ada kepastian.

Untuk tetap menafkahi keluarganya, ia akhirnya memutuskan pensiun dan mencari pekerjaan lain.

Herman Batak menjadi seorang sekuriti sejak tahun 2015.

Meski awalnya sulit, ia akhirnya bisa menjalankan perannya sebagai seorang sekuriti dengan baik.

Herman Batak telah menemukan stabilitas dalam pekerjaan barunya itu.

Ia juga menyampaikan bahwa bekerja menjadi sekuriti merupakan kesempatan yang bagus.

Terlebih, dengan gaji yang bisa mencukupi keluarganya. Ia juga manyampaikan duka menjadi seorang sekuriti kalau harus ditempatan di shift malam.

"Kesempatan sebagai sekuriti tak akan terulang dua kali, apalagi gajinya juga bagus. Sukanya gaji besar kalo dukanya kalau sering dapat giliran tugas malam hari," kata Herman Batak dengan tersenyum.

Dari perjalanan hidupnya itu, Herman Batak telah menemukan arti yang berbeda dalam hidupnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lika-liku hidup membuatnya tetap tegar dan optimis untuk menjalani kehidupan.

(udn/gwn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Infrastruktur dan Mobilitas Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kota

Infrastruktur dan Mobilitas Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kota

Kota dengan konektivitas udara dan infrastruktur yang kuat cenderung mengalami pertumbuhan kunjungan wisatawan lebih cepat dibanding wilayah lain. Di Indonesia, Makassar
Ribuan Pengunjung Padati Monas Pada Hari Kedua Libur Idul Adha 2026

Ribuan Pengunjung Padati Monas Pada Hari Kedua Libur Idul Adha 2026

Monumen Nasional atau yang dikenal sebagai Monas menjadi magnet untuk masyarakat menghabiskan waktu libur bersama keluarga.
Pria Bawa 8 Paket Ganja Siap Pakai Ditangkap di Tangerang, Ngaku Hendak Dijual Rp100 Ribu

Pria Bawa 8 Paket Ganja Siap Pakai Ditangkap di Tangerang, Ngaku Hendak Dijual Rp100 Ribu

Polres Metro Tangerang Kota menangkap seorang pria berinisial S yang kedapatan membawa narkotika jenis ganja pada Kamis (28/5) dini hari.
Rasanya Manis dan Segar, Tapi dr Zaidul Akbar Sebut Buah dan Obat ini Bisa Berbahaya Bila Kerap Dikonsumsi 

Rasanya Manis dan Segar, Tapi dr Zaidul Akbar Sebut Buah dan Obat ini Bisa Berbahaya Bila Kerap Dikonsumsi 

Terdapat beberapa jenis buah yang bisa menimbulkan dampak berbahaya apabila dikonsumsi bersamaan dengan obat tertentu, bahkan berisiko memicu serangan jantung
Misteri Kematian Lansia WNA di Tambun Bekasi, Tubuh Korban Dipenuhi Luka Bersimbah Darah

Misteri Kematian Lansia WNA di Tambun Bekasi, Tubuh Korban Dipenuhi Luka Bersimbah Darah

Polisi mengungkap fakta baru dibalik tewasnya warga negara asing (WNA) berinisial S (66) yang ditemukan bersimbah darah di Kampung Buaran, Desa Lambangsari, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Dibalik Canggihnya Artificial Intelligence (AI) Real-Time, Ada Ancaman Kebocoran Data yang Mengintai

Dibalik Canggihnya Artificial Intelligence (AI) Real-Time, Ada Ancaman Kebocoran Data yang Mengintai

Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini bergerak sangat cepat. Tidak lagi sekadar digunakan untuk chatbot atau rekomendasi konten

Trending

Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Kasus tersebut pertama kali diungkap oleh epidemiolog Indonesia, Wa Ode Dwi Diningrat, yang hadir dalam konferensi ilmiah itu sebagai perwakilan Oxford University, Inggris.
Habiburokhman Tegaskan Hewan Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah Secara Hukum dan Syariat

Habiburokhman Tegaskan Hewan Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah Secara Hukum dan Syariat

Habiburokhman menegaskan pembelian hewan kurban Presiden Prabowo menggunakan APBN sah secara hukum dan syariat Islam.
Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM bersama tiga anggota keluarganya ditemukan meninggal dunia di tenda camping Posong Temanggung. Polisi selidiki dugaan keracunan.
ITB Buka Suara soal Prihantini, Tegaskan Dugaan Riset Palsu di Denmark Tak Berkaitan dengan Aktivitas Akademik Kampus

ITB Buka Suara soal Prihantini, Tegaskan Dugaan Riset Palsu di Denmark Tak Berkaitan dengan Aktivitas Akademik Kampus

ITB buka suara soal Prihantini yang terseret dugaan riset palsu di konferensi ilmiah Denmark, tegaskan tak terkait aktivitas akademik kampus.
Pemain Bergaji Rp6,3 Miliar Siap Suplai Bola untuk Megawati Hangestri, Ungkap Ambisi Besar Jadi Juara V-League

Pemain Bergaji Rp6,3 Miliar Siap Suplai Bola untuk Megawati Hangestri, Ungkap Ambisi Besar Jadi Juara V-League

Setter andalan Hyundai Hillstate, Kim Da-in, siap menjadi tandem baru Megawati Hangestri di V-League 2026/2027. Pemain dengan bayaran tertinggi di Liga Korea.
Sempat Hilang saat Pawai Juara Persib Bandung, Frans Putros Beri Reaksi Mengejutkan usai Ponselnya Ditemukan

Sempat Hilang saat Pawai Juara Persib Bandung, Frans Putros Beri Reaksi Mengejutkan usai Ponselnya Ditemukan

Bek Persib Bandung, Frans Putros memberikan reaksi mengejutkan. Hal itu terjadi setelah ponsel diduga miliknya yang hilang saat pawai juara berhasil ditemukan.
Cara Nonton Live Streaming Road to UFC Season 5 Yudi Cahyadi vs Xie Bin Malam Ini

Cara Nonton Live Streaming Road to UFC Season 5 Yudi Cahyadi vs Xie Bin Malam Ini

Berikut cara nonton live streaming pertarungan Road to UFC Season 5 (RT5) dengan duel utama antara Yudi Cahyadi vs Xie Bin di kelas bulu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT