News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bukan Posisi Bersujud, Terungkap Kondisi Sebenarnya Jasad Mbah Maridjan saat Ditemukan pasca Erupsi Gunung Merapi, dr Sumy Hastry: Sang Juru Kunci ..

Terungkap kesaksian Ahli Forensik dr Sumy Hastry saat sang juru kunci Mbah Maridjan ditemukan meninggal pasca terjadinya erupsi gunung Merapi, bukan bersujud.
Selasa, 5 November 2024 - 13:46 WIB
Kesaksian Ahli Forensik dr Sumy Hastry saat Mbah Maridjan Ditemukan Meninggal pasca Erupsi Gunung Merapi ..
Sumber :
  • Tangkapan layar

tvOnenews.com - Terungkap kesaksian Ahli Forensik dr Sumy Hastry saat sang juru kunci Mbah Maridjan ditemukan meninggal pasca terjadinya erupsi gunung Merapi.

Masyarakat Indonesia masih teringat betapa dahsyatnya erupsi salah satu gunung api teraktif di Indonesia, yang terjadi pada 26 Oktober 2010.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Luncuran awan panas serta material yang mengakibatkan sejumlah daerah pemukiman warga terkena dampaknya.

Ratusan orang menjadi korban akibat bencana alam yang dahsyat ini, termasuk juru kunci Gunung Merapi saat itu, Mbah Maridjan.

Setelah Mbah Maridjan ditemukan meninggal akibat peristiwa tersebut, sebuah isu beredar di masyarakat bahwa juru Gunung Merapi itu meninggal dalam keadaan sujud ke arah puncak gunung.

Mengenai hal tersebut, Ahli Forensik, dr Sumy Hastry Purwanti memberikan penjelasan secara rinci kondisi jenazah Mbah Maridjan saat ditemukan di rumahnya.

Diketahui, jenazah Mbah Marijan diautopsi di Rumah Sakit Sardjito, Yogyakarta. 

dr Sumy Hastry beri kesaksian kondisi terakhir jenazah Mbah Maridjan
dr Sumy Hastry beri kesaksian kondisi terakhir jenazah Mbah Maridjan
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com

 

dr Sumy Hastry memberikan kesaksiannya saat bertugas mengidentifikasi korban di Yogyakarta dalam kanal Youtube Denny Darko. 

Saat itu dirinya tengah bertugas sebagai Kepala Urusan Kedokteran Forensik di RS Bhayangkara, Semarang, Jawa Tengah.

“Sesaat jadi begitu meletus itu (gunung Merapi), katanya semburan awan panas sama abunya sampai kota Magelang, Muntilan dan kita ditelpon tim saya untuk membantu,” kata dr Hastry.

Berdasarkan pengakuan dr Sumy Hastry, dirinya langsung bergegas menuju Yogyakarta dan sejumlah wilayah di Kabupaten Jawa Tengah untuk mengecek korban Gunung Merapi.

“Itu saya ngalamin, katanya Mbah Maridjan jadi korban. Kebetulan saya langsung ke Jogja tapi sebelumnya mampir ke wilayah Kabupaten Jawa Tengah dulu ya, kayak Magelang, Muntilan, untuk lihat kira-kira ada jenazah atau korban atau tidak,” sambungnya.

Dia mengatakan bahwa korban ternyata lebih banyak di Yogyakarta dibandingkan sekitar Kabupaten Magelang.

“Kita sempat istirahat seadanya di mobil dengan tim dan besoknya ditelpon disuruh geser ke Jogja, karena ternyata korbannya malah lebih banyak di Jogja,” kata dr Hastry.

Setelah tiba di Yogyakarta, dr Sumy Hastry membantu mengidentifikasi korban yang terkena awan panas dan guguran abu Gunung Merapi salah satunya Mbah Maridjan, yang dipusatkan di Rumah Sakit Sardjito.

“Pasti jenazah akan sulit untuk dikenali kena awan panas dan semburan debu. Kita bekerja dan kita identifikasi itu kayak Covid, jadi kita harus lengkap pakai APD. Kalau gak kan bisa masuk ke pernapasan kita," ungkap dr Sumy Hastry.

"Alhamdulillah kalau yang dikenal bisa langsung dikebumikan, kalau belum ya kita berusaha identifikasi. Ternyata beberapa hari kemudian kita Identifikasi itu Mbah Maridjan,” sambungnya 

Guna memastikan keakuratan data para korban Gunung Merapi, rekan dokter dr Sumy Hastry mengumpulkan data langsung ke keluarga korban di pengungsian.

“Teman-teman juga ada yang ke TKP untuk membantu menanyakan data-data antemortem di pengungsian. Kira-kira keluarga yang hilang itu siapa namanya, ciri-cirinya apa karena kita yang di kamar jenazah memeriksa data jenazah tersebut,” lanjutnya.

Bukan bersujud, terungkap kondisi sebenarnya Mbah Maridjan

Dalam wawancaranya bersama Denny Darko, dr Sumy Hastry mengungkapkan kondisi para korban erupsi Gunung Merapi yang ditemukan tim evakuasi.

“Kena abu putih panas semua, abu yang putih tapi panas,” ujar dr Hastry.

Dr Sumy Hastry menegaskan bahwa salah satu penyebab banyaknya korban yang meninggal dalam bencana tersebut yakni menghirup abu vulkanik yang disemburkan Gunung Merapi.

Para korban juga ditemukan dalam keadaan tertutup debu panas.

“karena terhirup (abu panas) saluran napasnya, terhirup masuk awan panas sama pasir jadi satu, jadi langsung meninggal ditempat. (Tubuhnya) tertutup debu panas itu, kayak patung lilin putih,” sambungnya.

Selain itu, debu panas Gunung Merapi membuat jasad para korban mengeras dan sulit diidentifikasi.

 “(Wajahnya) keras juga, tertutup ya jadi usahakan kita kerok. Kita lihat apakah mungkin ada cacat lain. Dari baju juga sulit sekali diidentifikasi karena tertutup debu panas,” kata dr Hastry.

Diketahui, erupsi Gunung Merapi pada 26 Oktober 2010 terjadi pada malam hari ketika masyarakat sedang beristirahat dan terlelap tidur.

“Iya (jasad korban kaku), ada yang duduk, ada yang meringkuk gitu. Dan Mbah Maridjan waktu itu sih posisi memang sedang istirahat,” kata dr Sumy Hastry.

Lalu, dr Hastry mengatakan bahwa Mbah Maridjan ditemukan bukan dalam keadaan bersujud melainkan di posisi tidur.

“Karena posisi tidur, jadi kesannya seperti bersujud. Tapi sebetulnya dia kayak menahan atau menekuk karena ketegangan otot tubuhnya. Jadi kesannya kayak sujud padahal ya tidak posisi tidur aja,” lanjutnya

Sang Ahli Forensik dr Hastry juga mengatakan bahwa jasad Mbah Maridjan baru bisa dievakuasi 3 atau 4 hari setelah erupsi Gunung Merapi.

 “Kayaknya hari ketiga atau keempat baru ditemukan di rumahnya,” kata dr Sumy Hastry.

Ahli Forensik, dr Sumy Hastry Purwanti Membeberkan Kondisi Jenazah Mbah Maridjan saat Ditemukan
Ahli Forensik, dr Sumy Hastry Purwanti Membeberkan Kondisi Jenazah Mbah Maridjan saat Ditemukan
Sumber :
  • Kolase tim tvOnenews.com

 

Dia mengatakan bahwa tim dokter forensik bekerja dengan sangat cepat agar para korban erupsi Gunung Merapi dapat segera dimakamkan. Selain itu, abu panas yang tersisa tidak memberikan dampak kepada para dokter yang bertugas.

 “Lah itu memang kita identifikasinya biar cepat aja dan segera dimakamkan karena kan debu panasnya juga dapat mengganggu kami dan tim, biar pemerintah Kota Yogyakarta juga dapat jelas nih yakin jumlah total semuanya berapa. Jadi misal kalau ada lagi letusan, ibaratnya kan sudah siap dan tidak terpaku untuk tinggal disitu dan mau dievakuasi,” tandas dr Hastry.

Dr Sumy Hastry bercerita bahwa saat melakukan evakuasi, ada tim Basarnas yang turut menjadi korban.

“Tim Basarnas yang mengevakuasi ada juga yang menjadi korban, kita mengenali dari bajunya,” jelasnya.

“Kita berhasil menemukan dan melihat korban dalam hal ini adalah Mbah Maridjan, dan tidak seperti yang disebutkan bersujud karena memang rata-rata seperti itu, karena dia berusaha melindungi dirinya,” lanjut dr Hastry.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai informasi, erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada tahun 2010 menjadi peristiwa besar hingga menewaskan setidaknya sekitar 353 orang tewas termasuk Juru Kunci Gunung Merapi, Mbah Maridjan.

Beberapa fakta yang dapat terlihat dari ganasnya letusan Gunung Merapi dapat terlihat salah satunya pada sebuah museum di Yogyakarta, yaitu Museum Mini Sisa Hartaku. (Kmr/ind)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Top 3 Voli: Megawati Hangestri Dapat Peringatan, Kesan Pemilik Nomor di Hillstate soal Megatron, hingga Kim Hee-jin Pevoli Senior

Top 3 Voli: Megawati Hangestri Dapat Peringatan, Kesan Pemilik Nomor di Hillstate soal Megatron, hingga Kim Hee-jin Pevoli Senior

Redaksi tvOnenews.com telah memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar Megawati Hangestri di musim ketiga hingga wejangan para seniornya.
Vanja Bukilic hingga Jordan Wilson Liburan Bareng, Tanpa Sosok Megawati Hangestri

Vanja Bukilic hingga Jordan Wilson Liburan Bareng, Tanpa Sosok Megawati Hangestri

Para pemain asing Liga Voli Korea menarik atensi volimania setelah terlihat menghabiskan waktu bersama di Korea Selatan, namun sayangnya sosok Megawati Hangestri justru tidak terlihat dalam momen tersebut.
Jadwal Voli Asian Games 2026, Senin 28 September: Timnas Voli Indonesia Lawan Kirgistan Pagi Ini

Jadwal Voli Asian Games 2026, Senin 28 September: Timnas Voli Indonesia Lawan Kirgistan Pagi Ini

Jadwal voli Asian Games 2026 hari ini, Senin (28/9/2026). Timnas Voli Indonesia akan kembali unjuk gigi, kali ini wajib menang saat melawan Kirgistan.
Jadwal Semifinal Bulu Tangkis Asian Games 2026: Indonesia Pastikan Raih 4 Medali, Alwi Farhan Cs Masih Berjuang Demi Emas

Jadwal Semifinal Bulu Tangkis Asian Games 2026: Indonesia Pastikan Raih 4 Medali, Alwi Farhan Cs Masih Berjuang Demi Emas

Jadwal semifinal bulu tangkis Asian Games 2026 hari ini, Senin (28/9/2026). Sebanyak empat wakil Indonesia telah memastikan meraih medali, namun Alwi Farhan dan kawan-kawan tetap masih akan berjuang demi meraih medali emas.
Tambah Pundi Medali Indonesia, Tim Esports Nomor Pokemon Unite Lewati Target Asian Games 2026

Tambah Pundi Medali Indonesia, Tim Esports Nomor Pokemon Unite Lewati Target Asian Games 2026

Pelatih kepala Timnas Esports Indonesia Richard Permana mengungkapkan bahwa target awal mereka sebenarnya hanya medali perunggu.
Nyaris Jegal Tuan Rumah, Pokemon Unite Indonesia Catatkan Medali Perak Asian Games 2026

Nyaris Jegal Tuan Rumah, Pokemon Unite Indonesia Catatkan Medali Perak Asian Games 2026

Nyaris menjegal tuan rumah, Tim Esports Indonesia berhasil meraih medali perak setelah kalah tipis 1-3 dari Jepang, di final nomor Pokemon United, Minggu (27/9/2026). 

Trending

Joey Pelupessy Soroti Para Pemain Debutan Timnas Indonesia, Luke Vickery Dapat Pujian Usai Cetak Assist ‎

Joey Pelupessy Soroti Para Pemain Debutan Timnas Indonesia, Luke Vickery Dapat Pujian Usai Cetak Assist ‎

‎Timnas Indonesia berjaya mengawali FIFA ASEAN Games 2026 dengan hasil positif. Kemenangan 2-0 atas Singapura berhasil diamankan dalam laga perdana pada Jumat (25/9/2026).
Jadwal Asian Games 2026, Senin 28 September: 4 Pebulu Tangkis Pastikan Raih Medali, Timnas Voli Indonesia Main

Jadwal Asian Games 2026, Senin 28 September: 4 Pebulu Tangkis Pastikan Raih Medali, Timnas Voli Indonesia Main

Jadwal Asian Games 2026 hari ini, Senin (28/9/2026). Tim Indonesia sudah memastikan medali usai empat pebulu tangkis tanah air tampil di semifinal. Sedangkan Timnas Voli Indonesia akan kembali berjuang.
Jadwal Semifinal Bulu Tangkis Asian Games 2026: Indonesia Pastikan Raih 4 Medali, Alwi Farhan Cs Masih Berjuang Demi Emas

Jadwal Semifinal Bulu Tangkis Asian Games 2026: Indonesia Pastikan Raih 4 Medali, Alwi Farhan Cs Masih Berjuang Demi Emas

Jadwal semifinal bulu tangkis Asian Games 2026 hari ini, Senin (28/9/2026). Sebanyak empat wakil Indonesia telah memastikan meraih medali, namun Alwi Farhan dan kawan-kawan tetap masih akan berjuang demi meraih medali emas.
Miliki Harta Fantastis, KPK Bidik Anggota Polri Terkait Kasus di Bekasi

Miliki Harta Fantastis, KPK Bidik Anggota Polri Terkait Kasus di Bekasi

KPK terus melakukan pendalaman terkait proyek pengadaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Tambah Pundi Medali Indonesia, Tim Esports Nomor Pokemon Unite Lewati Target Asian Games 2026

Tambah Pundi Medali Indonesia, Tim Esports Nomor Pokemon Unite Lewati Target Asian Games 2026

Pelatih kepala Timnas Esports Indonesia Richard Permana mengungkapkan bahwa target awal mereka sebenarnya hanya medali perunggu.
Jadwal Voli Asian Games 2026, Senin 28 September: Timnas Voli Indonesia Lawan Kirgistan Pagi Ini

Jadwal Voli Asian Games 2026, Senin 28 September: Timnas Voli Indonesia Lawan Kirgistan Pagi Ini

Jadwal voli Asian Games 2026 hari ini, Senin (28/9/2026). Timnas Voli Indonesia akan kembali unjuk gigi, kali ini wajib menang saat melawan Kirgistan.
Aceh Kembali Dilanda Banjir, Ini Lokasinya

Aceh Kembali Dilanda Banjir, Ini Lokasinya

Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan sebanyak 13 desa dari tujuh kecamatan di Kabupaten Aceh Tenggara kembali terendam banjir akibat meluapnya air sungai pascadiguyur hujan deras sejak kemarin malam, Sabtu (26/9/2026).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT