Gus Miftah Akhirnya Bicara Jujur Kenapa Suka Berbicara Kasar saat Ceramah, Ternyata Sengaja Dilakukan karena Dia Dulu Pernah...
- Istimewa
"Kebiasaan saya ngomong agak nggak enak, itu sengaja untuk membuat saya dekat dengan kawan-kawan saya kaum marginal," ujarnya.
Ia juga menceritakan, dirinya dulu pernah mengaji dan membaca ayat, tapi kaum marginal tidak menyukainya sehingga tidak mau mengaji lagi.
Oleh karena itu, berceramah dengan pembawaan santai dipilihnya agar kaum marginal mau melanjutkan belajar.
"Jadi dulu saya pernah ngaji baca ayat, terus mereka bilang, Gus besok nggak usah ngaji lagi ya, saya pusing dengar kayak gitu," kata Gus Miftah.
- Antara
Gus Miftah juga menceritakan pengalamannya saat mengaji bersama sejumlah perempuan yang bekerja sebagai PSK.
Pada saat itu, dia menjabat tangan mereka meskipun bukan muhrim. Hal ini dilakukan karena para PSK tersebut enggan melanjutkan kegiatan mengaji lagi jika tidak bersalaman.
"Saya pernah ngaji, terus salaman sama mbak-mbak PSK. 'Bukan muhrim kok salaman' Bapak ibu tahu alasannya apa? Dulu saya memutuskan tidak salaman, dianya tidak mau ngaji. 'Nggak usah ngaji, dianya sok suci'," ujar Gus Miftah.
"Kalau dalam bahasa ushul iqih itu ada bahasa ngambil darurat yang lebih ringan. Saya mendingan menerima salaman mereka, tapi mereka mau ngaji, dari pada mereka tidak salaman, mereka tidak mau ngaji," sambungnya.
(gwn)
Load more