Gus Baha Ikut Beri Komentar soal Kontroversi Ceramah Gus Miftah, Jawabannya di Luar Dugaan: Semoga Diampuni...
- Kolase YouTube
tvOnenews.com - Kasus ceramah kontroversial yang melibatkan Gus Miftah kembali menjadi topik hangat di masyarakat.
Insiden ini bermula saat Gus Miftah, dalam sebuah ceramah, melontarkan guyonan yang dianggap melecehkan seorang penjual es teh.
Akibatnya, kritik deras mengalir dari berbagai pihak, dan status "Gus" yang melekat pada nama Miftah Maulana Habiburrahman mulai dipertanyakan.
Dalam situasi yang penuh polemik ini, nama Gus Baha turut diseret ke tengah diskusi.
Pendakwah kondang yang dikenal dengan tutur kata bijak ini diminta memberikan pandangannya terkait kontroversi tersebut.
Momen itu terjadi saat Gus Baha mengisi acara pengajian di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.
Seorang peserta pengajian bertanya, “Hari ini viral berita seorang Gus yang berceramah dengan kalimat kurang baik. Mungkin diniatkan guyon, tapi malah melukai hati orang lain,”
“Tapi Masyaallah, Gus Baha, guyonan sampean kok nggak pernah melukai hati orang. Pertanyaan saya, Gus, sebenarnya sejarah panggilan Gus itu seperti apa?" tambahnya.
Pertanyaan ini membawa dua isu sekaligus, kritik terhadap gaya ceramah Gus Miftah yang dinilai kurang beretika, serta pembahasan tentang makna gelar “Gus”.
Peserta itu juga menambahkan, apakah panggilan Gus hanya layak untuk anak atau menantu kiai, atau bisa diberikan kepada siapa saja.
![]()
Menanggapi pertanyaan tersebut, Gus Baha dengan santai memberikan jawaban yang tidak terduga.
Alih-alih langsung menanggapi isi pertanyaan, ia lebih dulu menyampaikan peringatan tentang sifat provokatif dalam pertanyaan tersebut.
"Ini yang provokatif dulu. Semoga diampuni oleh Allah Ta'ala," ujar Gus Baha dengan nada humor.
Ia melanjutkan, “Saya ini nggak aktif di media sosial, tapi sering dengar laporan macam-macam tentang berbagai pihak.”
Gus Baha lalu mengalihkan pembahasan dengan menceritakan kisah Nabi Musa saat melaksanakan salat istisqa.
Dalam kisah itu, doa Nabi Musa tidak dikabulkan Allah SWT karena ada seorang provokator di tengah-tengah komunitasnya.
"Allah mengatakan, di komunitasmu itu ada tukang adu-adu, provokator. Maka doamu tidak akan Aku ijabahi," terang Gus Baha.
Load more