News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

#Kaburajadulu Ramai Banget, Sebenarnya Akibat Frustasi atau Cari Gaji Lebih? dr Faisal di Hadapan Helmy Yahya Berani Ungkap Hal ini: Mereka itu...

Ramai tagar KaburAjaDulu di sosial media. Dr. Muhammad Faisal, seorang psikolog dan penulis, berpendapat bahwa Gen Z tidak lagi memiliki kesadaran bahwa dirinya
Selasa, 18 Februari 2025 - 19:54 WIB
#Kaburajadulu Ramai Banget, Sebenarnya Akibat Frustasi atau Cari Gaji Lebih dr Faisal di Hadapan Helmy Yahya Berani Ungkap Hal ini Mereka itu...
Sumber :
  • youtube Helmi Yahya

"Jadi perasaan cukup itu jadi perasaan yang dibutuhkan kembali. Jadi gak terus menerus komparasi, itu yang pada akhirnya FOBO, menjadi kegelisahan anak sekarang," imbuhnya.

Helmi Yahya kemudian bertanya apakah ada saran bagi anak muda untuk bisa berkembang dan menghadapi situasi ini dengan lebih baik. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dr. Faisal memberikan perspektif bahwa generasi muda perlu melihat kembali sejarah perjuangan pemuda Indonesia. 

#Kaburajadulu Ramai Banget, Sebenarnya Akibat Frustasi atau Cari Gaji Lebih dr Faisal di Hadapan Helmy Yahya Berani Ungkap Hal ini Mereka itu...
#Kaburajadulu Ramai Banget, Sebenarnya Akibat Frustasi atau Cari Gaji Lebih dr Faisal di Hadapan Helmy Yahya Berani Ungkap Hal ini Mereka itu...
Sumber :
  • tangkapan layar helmi yahya

 

"Ya, nasihat saya adalah berkaca pada generasi-generasi muda Indonesia. Jadi kalau dulu Indonesia lahir dari anak-anak muda yang masih usia belasan, dua puluhan dengan segala keterbatasan. Membaca buku, berdiskusi, berimajinasi, lalu lahirlah Indonesia. Indonesia itu adalah sebuah imajinasi. Saya rasa ini yang dibutuhkan generasi sekarang untuk re-imajinasi lagi atau imajinasikan ulang bagaimana Indonesia. Kalau sudah, saya yakin akan jadi Indonesia yang baru. Saya yakin Indonesia akan menuju bangsa yang besar," ungkapnya.

Tantangan berikutnya yang dihadapi generasi muda adalah bagaimana mereka bisa bertahan dalam kondisi yang penuh ketidakpastian. 

Helmi Yahya menanyakan keterampilan dasar apa yang harus dimiliki agar anak muda bisa bertahan dalam dunia kerja yang semakin kompetitif. 

Dr. Faisal menjawab bahwa mencintai ilmu adalah kunci utama untuk bisa bertahan dan berkembang.

"Kalau saya mengatakan, dia harus cinta sama ilmu apapun Mas Helmi. Kalau dia cinta sama ilmu, dia akan jadi long live learner. Jadi dia gak jadi orang yang pragmatis, gak jadi orang yang FOMO, FOBO, tapi dia mengejar itu karena benar-benar cinta sama ilmu yang dia miliki," pungkasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai seorang psikolog yang telah meneliti generasi muda selama lebih dari 15 tahun melalui YouthLab.id, Dr. Faisal memiliki pandangan yang mendalam tentang karakteristik generasi saat ini. 

Dalam bukunya "Kembali ke Akar," ia membandingkan generasi milenial yang lebih kreatif, inovatif, dan memiliki orientasi sosial tinggi dengan generasi Z yang lebih rentan terhadap tekanan dan mudah merasa putus asa. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Alasan John Herdman Tetap Bawa Mees Hilgers dan 2 Calon Pemain Naturalisasi ke Timnas Indonesia

Alasan John Herdman Tetap Bawa Mees Hilgers dan 2 Calon Pemain Naturalisasi ke Timnas Indonesia

John Herdman tak memasukkan nama Mees Hilgers, Luke Vickery dan Mitchell Baker dalam skuad Timnas Indonesia untuk melawan Oman dan Mozambik. 
Pemkot Cirebon Hentikan Gaji ASN yang Tidak Masuk Kerja 10 Hari Berturut-turut

Pemkot Cirebon Hentikan Gaji ASN yang Tidak Masuk Kerja 10 Hari Berturut-turut

Pemkot Cirebon akan menghentikan pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak masuk kerja selama 10 hari berturut-turut tanpa alasan yang sah. Kepala
Wamendagri Wiyagus Tegaskan Pancasila Jadi Perekat Bangsa dan Kunci Perdamaian Dunia: Jangkar Moral Hadapi Turbulensi Global

Wamendagri Wiyagus Tegaskan Pancasila Jadi Perekat Bangsa dan Kunci Perdamaian Dunia: Jangkar Moral Hadapi Turbulensi Global

Wamendagri Wiyagus menjelaskan bahwa Pancasila telah terbukti menjadi pedoman bangsa yang mampu menjaga persatuan di tengah berbagai tantangan.
Polda NTB Ungkap 184 Kasus Kejahatan Jalanan, Amankan 232 Tersangka

Polda NTB Ungkap 184 Kasus Kejahatan Jalanan, Amankan 232 Tersangka

Polda NTB beserta jajaran kabupaten/kota mengungkap 184 kasus kejahatan jalanan dengan 232 tersangka selama periode 1 Januari hingga 31 Mei 2026. Kapolda NTB
Gerindra Beberkan Makna Simbol Gandengan Tangan Prabowo-Megawati di Hari Pancasila

Gerindra Beberkan Makna Simbol Gandengan Tangan Prabowo-Megawati di Hari Pancasila

Terkait gandengan Presiden Prabowo Subianto dengan mantan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri saat Hari Pancasila, telah
Momentum Hari Lahir Pancasila, FKUB Mimika dan Kesbangpol Gelar Sunat Massal Lintas Agama serta Edukasi Kebangsaan

Momentum Hari Lahir Pancasila, FKUB Mimika dan Kesbangpol Gelar Sunat Massal Lintas Agama serta Edukasi Kebangsaan

Puluhan anak dari keluarga Muslim, Kristen, dan Katolik mengikuti program sunat massal gratis dan edukasi wawasan kebangsaan yang digelar oleh FKUB Mimika bersama Kesbangpol.

Trending

Yasinta Moiwend Buka Suara Soal Tudingan Naik Private Jet ke Jakarta

Yasinta Moiwend Buka Suara Soal Tudingan Naik Private Jet ke Jakarta

Tokoh masyarakat adat Papua, Yasinta Moiwend, tengah menjadi sorotan publik setelah munculnya tudingan menggunakan private jet untuk terbang ke Jakarta....
Nasib Memilukan Seorang ART di Bogor, Karena Charger Nyawanya Melayang

Nasib Memilukan Seorang ART di Bogor, Karena Charger Nyawanya Melayang

Nasib memilukan seorang asisten rumah tangga (ART) berinsial RR (26) di Bogor. Pasalnya, nyawanya meyalang karena sebuah charger dan nyawanya disikat rekannya
AKBP Syarif Beberkan Penyebab Utama Jokowi Tak Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila

AKBP Syarif Beberkan Penyebab Utama Jokowi Tak Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila

Ajudan mantan Presiden Jokowi, AKBP Syarif Muhammad Fitriansya beberkan penyebab utama Jokowi tidak hadiri upacara Hari Lahir Pancasila yang digelar hari ini
Miris, Anak-anak Korban Penyalahgunaan Lem di Bawah Jembatan Ampera Dibina Dinsos

Miris, Anak-anak Korban Penyalahgunaan Lem di Bawah Jembatan Ampera Dibina Dinsos

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang, Sumatera Selatan, melakukan pembinaan terhadap anak-anak korban penyalahgunaan lem di kawasan Jembatan Ampera yang viral di media sosial sejak akhir pekan Mei 2026.
Pesan KDM untuk Warga Jabar, Khususnya Ibu-ibu Diminta Cerdas bermain Medsos

Pesan KDM untuk Warga Jabar, Khususnya Ibu-ibu Diminta Cerdas bermain Medsos

Belum lama ini Kang Dedi Mulyadi menyampaikan pesan penting agar warganya bisa lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial.
Mengotori Tangan, Merawat Masa Depan: Edukasi Lingkungan di Desa Gongsol

Mengotori Tangan, Merawat Masa Depan: Edukasi Lingkungan di Desa Gongsol

Semangat itu hadir di Desa Gongsol, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, melalui kegiatan TANDU OSOJI yang diinisiasi HMJ IKO FISIP UMSU bersama Tangan Edukasi Indonesia. Desa yang terbagi ke dalam empat dusun ini memiliki kehidupan yang khas. Di siang hari, suasana desa dipenuhi riuh anak-anak karena sebagian besar orang tua bekerja di ladang sebagai petani.
Dedi Mulyadi Salut dengan Remaja Penjual Rempeyek yang Tumbuh Tanpa Ayah: Hebat Kamu Nak

Dedi Mulyadi Salut dengan Remaja Penjual Rempeyek yang Tumbuh Tanpa Ayah: Hebat Kamu Nak

Dedi Mulyadi salut dengan remaja penjual rempeyek di Sukajadi yang tumbuh tanpa ayah. Gubernur Jawa Barat itu borong dagangan dan janjikan tambahan tabungan Rp5 juta.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT