News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Inilah Sat 81 Kopassus, Pasukan Elite yang Dibentuk Luhut Binsar Pandjaitan, Ternyata Dulunya...

Mengenal Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang merupakan pembentuk Sat 81 Kopassus.
Selasa, 6 Mei 2025 - 13:57 WIB
Luhut Binsar Panjaitan, sosok yang membentuk Detasemen 81 Kopassus.
Sumber :
  • VIVA

tvOnenews.com – Tak banyak yang tahu bahwa Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, bukan hanya dikenal sebagai tokoh penting di bidang politik dan ekonomi, tapi juga sosok sentral di balik pembentukan satuan elite militer paling rahasia di Indonesia—Sat 81 Kopassus.

Pasukan elit ini merupakan satuan anti-teror andalan milik TNI Angkatan Darat, yang kini dikenal dengan nama Sat-81/Gultor Kopassus.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dibentuk pada tahun 1981, satuan ini menjadi tonggak penting dalam sejarah penanggulangan terorisme di Indonesia.

Di balik pendiriannya, berdirilah dua sosok militer yang kini jadi pejabat publik: Luhut Binsar Pandjaitan dan Prabowo Subianto, yang kala itu masih berpangkat mayor dan kapten.

Anggota Sat-81 Gultor Kopassus TNI Angkatan Darat.
Anggota Sat-81 Gultor Kopassus TNI Angkatan Darat.
Sumber :
  • Saudi Gazette

 

Dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada 30 Juni 2022, Luhut bercerita bahwa ide pembentukan satuan ini muncul saat dirinya diperintahkan oleh Jenderal Benny Moerdani untuk mengikuti pendidikan anti-teror di luar negeri.

Ia dan Prabowo dikirim ke Jerman untuk belajar di GSG-9, satuan elit anti-teror milik Polisi Federal Jerman.

Sebelumnya, Luhut sudah menjalani pelatihan di US Army Special Forces di Fort Bragg, serta SAS (Special Air Service) di Inggris—dua institusi pelatihan pasukan khusus paling elite di dunia.

"Pak Benny memanggil kami untuk dipersiapkan pergi ke Jerman, karena beliau mengantisipasi ke depan ini akan banyak ancaman teroris di dunia," kenang Luhut.

Luhut menjelaskan bahwa nama “Detasemen 81” terinspirasi dari operasi pembebasan sandera di Bandara Don Mueang, Thailand pada tahun 1981.

Saat itu, pasukan khusus Thailand berhasil membebaskan sandera dalam operasi yang menjadi sorotan dunia.

Kolase foto Luhut Binsar Pandjaitan dan Prabowo Subianto.
Kolase foto Luhut Binsar Pandjaitan dan Prabowo Subianto.
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / VIVA / Facebook Prabowo Subianto

 

"Angka 81 itu kami ambil dari tahun operasi tersebut, dan setelah kami laporkan ke Jenderal Jusuf yang saat itu Menteri Pertahanan dan Panglima ABRI, beliau langsung menyetujui. Katanya, angka 9 itu angka tertinggi. Maka kami jadikan Detasemen 81," ujarnya.

Sesuai arahan dari Benny Moerdani, Sat 81 dibentuk sebagai satuan kecil namun dengan kemampuan luar biasa.

Mereka dilatih untuk menjalankan misi-misi khusus yang sangat berisiko tinggi.

Oleh karena itu, Luhut bersama timnya membuat berbagai spesialisasi tugas untuk para prajurit, mulai dari operasi penyelamatan sandera, pembebasan pesawat, hingga infiltrasi dalam kondisi ekstrem.

Tak main-main, seleksi masuk Sat 81 sangat ketat. Salah satu standar utama adalah kemampuan navigasi darat individu (individual land navigation), yang disebut Luhut sebagai kemampuan kunci dalam operasi cepat dan tepat dalam kondisi tekanan tinggi.

Sebagai komandan pertama Sat 81, Luhut menanamkan prinsip yang menjadi pegangan prajurit hingga hari ini: "Siap, Setia, Berani".

Siap berarti selalu siap menjalankan operasi kapan pun dibutuhkan. Setia menandakan loyalitas mutlak kepada negara dan institusi.

Dan Berani adalah tekad untuk menyelesaikan tugas tanpa ragu, apapun risikonya.

"Kesetiaan kepada institusi itu yang saya tanamkan sejak awal. Tidak mudah, tapi itulah fondasi kekuatan satuan ini," tegas Luhut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kini lebih dari 40 tahun sejak pertama kali dibentuk, Sat 81 Kopassus tetap menjadi andalan dalam operasi rahasia dan anti-teror di Indonesia.

Dan di balik sejarahnya, berdiri sosok Luhut Binsar Pandjaitan—yang ternyata dulunya adalah arsitek utama satuan paling elite di tubuh TNI Angkatan Darat. (tsy)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Seusai Pisah Jalan dengan Persib Bandung, Adam Przybek akan Kembali Berkarier di Asia Tenggara

Seusai Pisah Jalan dengan Persib Bandung, Adam Przybek akan Kembali Berkarier di Asia Tenggara

Setelah dilepas Persib Bandung dengan catatan sekali tampil di Super League, kiper Wales Adam Przybek dipastikan bakal kembali merumput di klub Asia Tenggara.
Udara Jakarta Terburuk Keenam di Dunia Pada Kamis Pagi

Udara Jakarta Terburuk Keenam di Dunia Pada Kamis Pagi

Kualitas udara Jakarta, pada Kamis pagi, menempati peringkat keenam terburuk di dunia, berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 06.00 WIB.
Prabowo akan Resmikan 895 Jembatan Merah Putih Presisi, Akses 2 Juta Warga Terbuka

Prabowo akan Resmikan 895 Jembatan Merah Putih Presisi, Akses 2 Juta Warga Terbuka

Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan secara virtual Jembatan Merah Putih Presisi di sejumlah wilayah Indonesia, Kamis (13/8/2026).
Penyidikan Kematian Sutrimo Berpatokan pada Pembuktian Ilmiah, Dokter Forensik: Proses Finalisasi Masih Berlangsung

Penyidikan Kematian Sutrimo Berpatokan pada Pembuktian Ilmiah, Dokter Forensik: Proses Finalisasi Masih Berlangsung

Proses penyidikan kematian Sutrimo berpatokan pada pembuktian ilmiah. Pihak kepolisian menghormati proses ilmiah yang sedang berjalan dan tidak akan mendahului kesimpulan dari tim dokter forensik.
Resmi! KNVB Tunjuk Eks Pelatih Barcelona Xavi Hernandez untuk Ambil Alih Timnas Belanda

Resmi! KNVB Tunjuk Eks Pelatih Barcelona Xavi Hernandez untuk Ambil Alih Timnas Belanda

Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) resmi menunjuk Xavi Hernandez sebagai pelatih baru Timnas Belanda. Sang mantan pelatih Barcelona mengambil alih tugas Ronald Koeman.
Bilal Hasan Resmi Dikontrak UFC, Incar Satu Pertarungan di Akhir 2026

Bilal Hasan Resmi Dikontrak UFC, Incar Satu Pertarungan di Akhir 2026

Petarung MMA Indonesia, Bilal Hasan mengaku menginginkan satu pertarungan di akhir tahun 2026. Keinginannya tersebut ia ungkapkan usai resmi mendapatkan kontrak UFC melalui ajang Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 pada Rabu (12/8/2026).

Trending

Garda Revolusi Iran Nyatakan Siap Konflik Panjang dengan AS

Garda Revolusi Iran Nyatakan Siap Konflik Panjang dengan AS

Iran siap menghadapi konflik berkepanjangan dengan Amerika Serikat demi menjamin kondisi keamanan sepenuhnya.
Denny Indrayana Gelar Sayembara Rp100 Juta Temukan Ijazah Gibran

Denny Indrayana Gelar Sayembara Rp100 Juta Temukan Ijazah Gibran

Polemik mengenai ijazah SMA/sederajat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi perhatian setelah muncul sayembara berhadiah Rp100 juta yang digagas Denny Indrayana.
Babak Baru Konflik Ruben Onsu Vs Sarwendah, Minta Audit Nafkah Anak: Masuk Akal Gak di Bawah Umur Pengeluaran Rp200 Juta?

Babak Baru Konflik Ruben Onsu Vs Sarwendah, Minta Audit Nafkah Anak: Masuk Akal Gak di Bawah Umur Pengeluaran Rp200 Juta?

Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah kembali memanas. Kali ini, pihak Ruben meminta dilakukan audit terhadap uang nafkah anak yang selama ini disalurkan ke Sarwendah.
Sebelum Gadis Baju Putih, Pria Ini yang Duluan Kasih Challenge Sebotol Miras Gratis dengan Ayat Al-Qur'an

Sebelum Gadis Baju Putih, Pria Ini yang Duluan Kasih Challenge Sebotol Miras Gratis dengan Ayat Al-Qur'an

Gadis baju putih bukan yang pertama, pria bertopi ini ternyata yang memulai sayembara hafalan ayat Al-Qur'an dengan sebotol miras yang diawali surat Al-Ikhlas.
Pengembalian Uang Raja Juli Kurang 2.000 Dolar Singapura, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan dan Kapolres Kuansing

Pengembalian Uang Raja Juli Kurang 2.000 Dolar Singapura, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan dan Kapolres Kuansing

Uang yang dikembalikan Raja Juli ke KPK ternyata kurang 2.000 dolar Singapura. Padahal, pemberian amplop dari Suhardiman kepada Menhut sebesar 14.000 Dolar Singapura.
Ekshumasi Jasad Sutrimo Selesai, Dokter Forensik Pastikan Tak Ada Luka Bekas Kekerasan di Tubuh

Ekshumasi Jasad Sutrimo Selesai, Dokter Forensik Pastikan Tak Ada Luka Bekas Kekerasan di Tubuh

Polda Metro Jaya bersama tim gabungan dokter forensik selesai melakukan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Rabu (12/8), guna mengungkap penyebab kematian almarhum.
Resmi! KNVB Tunjuk Eks Pelatih Barcelona Xavi Hernandez untuk Ambil Alih Timnas Belanda

Resmi! KNVB Tunjuk Eks Pelatih Barcelona Xavi Hernandez untuk Ambil Alih Timnas Belanda

Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) resmi menunjuk Xavi Hernandez sebagai pelatih baru Timnas Belanda. Sang mantan pelatih Barcelona mengambil alih tugas Ronald Koeman.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT