News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Nyalinya Boleh Juga, John Kei Tak Kalah Nekat dengan Hercules: Ternyata Asal-usul sebagai Preman Dimulai saat John Berani…

Hercules bukan satu-satunya preman legendaris yang menorehkan namanya dalam sejarah kriminal Indonesia. Nama John Refra alias John Kei juga tak kalah sangar. Pria berdarah Maluku ini bahkan mendapat julukan "The Godfather"
Rabu, 7 Mei 2025 - 15:25 WIB
Tak Kalah Garang dengan Hercules, Preman Legendaris John Kei Pernah Habisi Orang
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com

tvOnenews.com - Nama Hercules Rosario Marshal kembali menjadi buah bibir publik setelah pernyataannya menuai kecaman dari sejumlah purnawirawan TNI. Di antaranya adalah Letjen TNI (Purn) Sutiyoso yang disebut-sebut dalam pernyataan Hercules.

Tak hanya itu, respons keras juga datang dari Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo yang menyatakan kemarahannya secara terbuka dalam sebuah video yang kini viral di media sosial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski disorot karena kontroversi, sosok Hercules tetap lekat sebagai figur legendaris dalam dunia premanisme ibu kota.

Hercules
Hercules
Sumber :
  • YouTube

 

Dikenal sebagai "raja preman Tanah Abang", perjalanan hidup pria asal Timor Timur ini dipenuhi liku dan perjuangan keras, dari hidup sebagai gelandangan hingga menjadi tokoh penting di Jakarta.

Hercules memulai kariernya sebagai tenaga bantuan militer dalam operasi-operasi di Timor Timur. Namun hidupnya berubah drastis saat harus dirawat di RSPAD Gatot Subroto karena luka serius di tangannya.

Sayangnya, tangan itu harus diamputasi. Tidak tahan menjalani rawat inap yang berkepanjangan, Hercules kabur dari rumah sakit dan memilih bertahan hidup di kolong jembatan kawasan Tanah Abang.

“Saya mau mandiri. Tiba di Tanah Abang, saya tinggal di kolong jembatan,” ucap Hercules dalam buku Kick Andy: Kumpulan Kisah Inspiratif.

Kondisi keras jalanan membuat Hercules hidup dalam kewaspadaan penuh. Ia mengaku selalu tidur dengan golok di tangan sebagai upaya mempertahankan diri dari serangan lawan.

“Daripada dibunuh, lebih baik saya bunuh duluan,” ujar Hercules blak-blakan.

Sejak 1980-an, Hercules dikenal luas karena keberaniannya dan seringnya ia selamat dari upaya pembunuhan. Dalam sebuah video perbincangan bersama Gus Miftah dan Ustaz Yusuf Mansur, Hercules mengungkap bagaimana hampir setiap malam ia harus menghadapi serangan fisik.

“Kalau bacok itu hampir setiap malam saya dibacok. Kalau keroyok itu sekali keroyok seratus orang, pakai samurai panjang-panjang, celurit, apa semua. Tapi memang belum waktunya [meninggal],” katanya.

John Kei, mantan preman legendaris berjuluk "The Godfather"
Sumber :
  • Antara

 

Hercules bukan satu-satunya preman yang ditakuti

Namun, Hercules bukan satu-satunya preman legendaris yang menorehkan namanya dalam sejarah kriminal Indonesia.

Nama John Refra alias John Kei juga tak kalah sangar. Pria berdarah Maluku ini bahkan mendapat julukan "The Godfather" karena reputasinya yang ditakuti di dunia kriminal kelas berat.

Namun, siapa sangka, perjalanan John Kei juga diawali dari latar belakang penuh kemiskinan dan kekerasan sejak masa kecil.

Dalam wawancara eksklusif bersama Andy F. Noya di acara Kick Andy pada 12 April 2019, John Kei membuka lembaran hidup kelamnya.

“Saya lahir dari keluarga yang merupakan petani, bapak saya petani, ibu saya petani, miskin. Masa kecil saya setiap pulang sekolah, senior-senior kita adu kita untuk berantem (bully), kalau berantem, kalau satu kalah, udah jadi dua lawan satu, jadi dari kecil saya sebenarnya sudah hobi berantem,” ungkapnya.

Pendidikan formal John pun terhambat. Ia mengaku hanya sempat mengenyam pendidikan di SMEA, meski lebih menginginkan sekolah teknik STM.

Namun karena tak betah dan sering terlibat perkelahian, ia akhirnya putus sekolah. Meski begitu, ia berhasil mendapatkan ijazah persamaan setara SMA saat merantau.

Dengan tekad keluar dari kemiskinan, John meninggalkan kampung halamannya di usia 18 tahun dan nekat menyusup kapal menuju Surabaya tanpa tiket.

“Saya sama sekali tidak punya uang, akhirnya saya loncat masuk ke kapal tujuan Surabaya, kemudian saat ditagih tiket, saya jelaskan pada petugasnya, bahwa saya tidak punya uang, tidak punya tiket, dan akhirnya saya diminta untuk bekerja membersihkan kapal,” kenangnya.

Namun, hidup di Surabaya tak semudah bayangannya. Ia sempat tinggal dengan saudaranya, namun tak cocok dan akhirnya memutuskan hidup di jalanan. Dari sana, ia lalu menuju Jakarta.

Tahun 1992 menjadi titik balik kehidupan John Kei. Saat itu ia bekerja sebagai satpam di tempat hiburan malam yang sering dikunjungi warga asing.

Di sanalah peristiwa berdarah pertama yang membawanya pada dunia kekerasan dimulai.

Mantan preman legendaris, John Refra alias John Kei.
Mantan preman legendaris, John Refra alias John Kei.
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com

 

“Saya jadi security di sana, tempatnya banyak bule-bule, waktu itu ada yang ribut (berantem), saya pisahin, terus saya dipukul dari belakang. Akhirnya sempat berantem, polisi datang menyelesaikan, saya kemudian pulang ke rumah, masih penasaran, balik lagi ambil golok, niat saya tadinya, saya enggak mau bunuh dia, cuma mau kasih besutan, ternyata diluar dugaan, parang pas kena leher, dan dia mati,” ungkap John.

Tak sampai di situ, John mengaku kembali ke lokasi dan mengejar lima hingga enam orang lainnya yang terlibat dalam perkelahian tersebut.

“Yang lain-lain saya kejar, balik lagi, potong lagi kakinya, mereka ada banyak,” katanya.

Saat ditanya Andy F. Noya tentang usia saat pertama kali membunuh, John menjawab, “Sekitar umur 22 tahun.” 

Bahkan saat itu, ia mengaku tak menyesal. “Saya merasa jago kalau bunuh orang,” kata John blak-blakan.

Setelah insiden tersebut, John sempat menjadi buronan polisi, namun akhirnya menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya.

Bahkan selama mendekam di penjara, ia masih beberapa kali terlibat bentrokan. “Ribut satu penjara, keroyok saya sama teman saya, ribut terus,” tuturnya.

Namun waktu mengubah segalanya. John Kei kini dikenal aktif mengikuti kegiatan keagamaan di dalam penjara dan kerap diundang untuk berbagi kisah hidupnya.

Di sisi lain, Hercules pun mengalami transformasi spiritual. Ia memutuskan menjadi mualaf, rajin mengikuti kajian, dan rutin memberikan santunan kepada anak-anak yatim.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, nama Hercules kembali mencuat ke publik seiring penolakan terhadap organisasi masyarakat (ormas) yang ia pimpin, Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) Jaya.

Penolakan tersebut datang dari sejumlah tokoh dan pihak di Bali, termasuk Gubernur Wayan Koster, senator Niluh Djelantik, hingga pecalang adat.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Soal Isu Pergantian Kapolri, Pengamat: Berpotensi Ganggu Stabilitas Nasional

Soal Isu Pergantian Kapolri, Pengamat: Berpotensi Ganggu Stabilitas Nasional

Direktur Tjokroaminoto Institute, Bintang Wahyu Saputra, menilai penggiringan isu pergantian Kapolri dalam waktu dekat berpotensi menimbulkan kegaduhan yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban nasional (kamtibmas).
Presiden Prabowo Bakal Pidato di Sidang Tahunan MPR pada 14 Agustus, Presiden-Wapres Terdahulu Diundang

Presiden Prabowo Bakal Pidato di Sidang Tahunan MPR pada 14 Agustus, Presiden-Wapres Terdahulu Diundang

Ketua MPR RI, Ahmad Muzani mengatakan, agenda Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama MPR/DPR/DPD akan digelar pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Pemerintah Pastikan Indonesia Tetap Kondusif, Koordinasi TNI-Polri-BIN Diperkuat

Pemerintah Pastikan Indonesia Tetap Kondusif, Koordinasi TNI-Polri-BIN Diperkuat

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago mengatakan, pemerintah menyadari kondisi global saat ini tidak memungkinkan satu negara pun sepenuhnya terbebas dari pengaruh situasi internasional.
KPK Ungkap Alasan Ajukan Banding Atas Putusan Dua Tahun Penjara Gubernur Riau Abdul Wahid 

KPK Ungkap Alasan Ajukan Banding Atas Putusan Dua Tahun Penjara Gubernur Riau Abdul Wahid 

KPK mengajukan banding atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Pekanbaru yang memutuskan hukuman penjara dua tahun terhadap Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid. 
Dukung Optimalisasi Instrumen Pengelolaan Kas Negara, BRI Perkuat Penyaluran Kredit Berkualitas

Dukung Optimalisasi Instrumen Pengelolaan Kas Negara, BRI Perkuat Penyaluran Kredit Berkualitas

BRI mengarahkan ekspansi kredit ke sektor-sektor yang menjadi penggerak utama perekonomian nasional, termasuk UMKM, pertanian, perdagangan, industri pengolahan, serta sektor produktif lainnya.
Bea Cukai Soetta Gagalkan Penyelundupan Narkotika oleh Pilot Malaysia, DPR Apresiasi Pengawasan

Bea Cukai Soetta Gagalkan Penyelundupan Narkotika oleh Pilot Malaysia, DPR Apresiasi Pengawasan

Anggota Komisi XI DPR RI Thoriq Majiddanor mengapresiasi Bea Cukai Soetta usai menggagalkan penyelundupan narkotika yang diduga dilakukan pilot Malaysia.

Trending

Jasaraharja Putera Salurkan Santunan ke Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2

Jasaraharja Putera Salurkan Santunan ke Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mencatat lima orang meninggal dunia dalam insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 rute Surabaya-Makassar di perairan Utara Sumenep, Madura, Jawa Timur pada Minggu (2/8/2026).
Identitas Korban Mutilasi di Depok Terungkap, Ternyata Sempat Dilaporkan Hilang oleh Istri pada 25 Juli 2026

Identitas Korban Mutilasi di Depok Terungkap, Ternyata Sempat Dilaporkan Hilang oleh Istri pada 25 Juli 2026

Identitas korban mutilasi di Depok akhirnya terungkap. Ternyata dia sempat dilaporkan hilang oleh istrinya pada 25 Juli 2026.
5 Sosok Dokter dan Nakes yang Hujat Curhatan Yurizal Tri Chaerawan, Pasien BPJS yang Meninggal Dunia

5 Sosok Dokter dan Nakes yang Hujat Curhatan Yurizal Tri Chaerawan, Pasien BPJS yang Meninggal Dunia

Siapa saja dokter dan nakes yang menghujat Yurizal Tri Chaerawan? Simak daftar 5 sosok viral usai mengomentari pasien BPJS yang meninggal dunia itu.
Polda Babel Terus Kembangkan Upaya Penyelundupan 53 Ton Pasir Timah Ilegal, Kini 4 Orang Ditetapkan Tersangka

Polda Babel Terus Kembangkan Upaya Penyelundupan 53 Ton Pasir Timah Ilegal, Kini 4 Orang Ditetapkan Tersangka

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Bangka Belitung terus mengembangkan kasus dugaan penyelundupan 53 ton pasir timah ilegal yang berhasil diungkap di Kabupaten Belitung.
Payment Gateway Dorong Kemajuan dan Kemudahan UMKM

Payment Gateway Dorong Kemajuan dan Kemudahan UMKM

Berbagai pihak turut serta mendorong kemajuan UMKM di tanah air termasuk transformasi pembayaran digital.
Jadi Tersangka, Begini Pengakuan Wanita Asal Ciamis yang Sebar Ajakan Demo Jelang 17 Agustus

Jadi Tersangka, Begini Pengakuan Wanita Asal Ciamis yang Sebar Ajakan Demo Jelang 17 Agustus

Perempuan berinisial DM (45), warga Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang ditangkap atas dugaan penyebaran informasi bohong atau hoaks di media sosial mengakui perbuatannya.
Pengembangan kasus KPP Banjarmasin, KPK Terbitkan Tiga Sprindik

Pengembangan kasus KPP Banjarmasin, KPK Terbitkan Tiga Sprindik

Kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Kepala Kantor Pelayanan Pajak Madya Banjarmasin Mulyono Purwo Wijoyo terus dikembangkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kini KPK menyebut  ada tiga surat perintah penyidikan (sprindik) terkait pengembangan kasus tersebut. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT