News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Legenda Voli Korea Selatan Mau 'Turun Gunung' Lihat Nasib Megawati Hangestri: Jika Megatron Ingin Kembali ke Korea, Saya Akan Bantu Carikan....

Legenda Voli Kore Selatan sampai mau turun gunung untuk bantu Megawati Hangestri kembali ke Korea Selatan. Park Mi-hee, legenda voli Korea Selatan bilang siap
Rabu, 14 Mei 2025 - 00:00 WIB
Megawati Hangestri dan legenda voli Korea, Park Mi-Hee.
Sumber :
  • Tangkapan layar / KOVO

tvOnenews.com - Legenda Voli Kore Selatan sampai mau turun gunung untuk bantu Megawati Hangestri kembali ke Korea Selatan.

Nama Megawati Hangestri Pertiwi kembali jadi sorotan usai tampil di Proliga 2025 bersama Gresik Petrokimia. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah satu musim penuh bersinar di Liga Voli Korea bersama Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparks, Megawati yang dijuluki "Megatron" oleh fans Korea, justru terseret dalam kontroversi panas di tanah air.

Performa timnya yang gagal menembus partai final diperparah oleh sindiran pedas yang ia lontarkan dalam siaran langsung TikTok.

Dalam live yang viral di media sosial itu, Megawati menyindir hasil laga Jakarta Popsivo Polwan melawan Jakarta Pertamina Enduro yang berakhir dengan kemenangan 3-0 untuk Popsivo. 

Kemenangan tersebut secara otomatis menutup peluang Gresik Petrokimia untuk lolos ke final.

“Aku capek loh menjunjung tinggi sportivitas terus. Nggak di Korea, nggak di Indonesia, aku selalu menjunjung sportivitas. Capek ternyata jadi aku, guys,” ucap Megawati, menyiratkan kekecewaan atas integritas kompetisi yang ia ikuti.

Pernyataannya pun langsung memicu gelombang pro dan kontra. Sebagian mendukung keberaniannya bersuara, namun tak sedikit pula yang mengkritiknya karena dianggap tak sportif. 

Megawati Hangestri berseragam Gresik Petrokimia di Proliga 2025.
Megawati Hangestri berseragam Gresik Petrokimia di Proliga 2025.
Sumber :
  • PBVSI

 

Terlebih, sejak kembali ke Indonesia, performa Megawati di Proliga disebut tak sebanding dengan penampilannya yang mengesankan di Korea. 

Netizen pun ramai membandingkan dua performa itu tanpa melihat konteks persiapan dan adaptasi yang berbeda.

Menanggapi hujatan yang terus mengalir, Megawati kembali bersuara dalam live TikTok lainnya. Ia menjelaskan bahwa waktu persiapannya bersama Gresik Petrokimia sangat singkat. 

“Aku baru gabung dua minggu dan hanya sempat latihan sekali sebelum tanding. Kalian bandingin aku dengan di Korea, padahal kondisinya beda. Tolong mikir dulu sebelum ngehujat,” ujar Megawati dengan nada kecewa.

Di tengah polemik itu, perhatian datang dari sosok tak terduga: Park Mi-hee, legenda voli Korea Selatan sekaligus mantan pelatih klub elite Heungkuk Life Pink Spiders. 

Dalam sebuah wawancara di YouTube, Park menyayangkan keputusan Red Sparks yang tidak memperpanjang kontrak Megawati. Ia bahkan menyatakan kesiapan untuk membantu Megatron kembali ke Korea.

“Saya baru tahu kontraknya (Megawati) berakhir April lalu. Sejujurnya, saya sangat menyayangkan dia tidak dipertahankan. Pemain dengan kualitas seperti dia tidak seharusnya diperlakukan begitu. Jika dia ingin kembali ke Korea, saya akan bantu carikan klub,” ucap Park Mi-hee.

Pernyataan ini menegaskan bahwa reputasi Megawati masih kuat di panggung internasional, meskipun ia sedang diterpa tekanan publik di dalam negeri. 

Di mata Park, Megatron tetap aset berharga yang layak mendapat tempat di liga voli terbaik Asia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kontroversi Megawati tak lepas dari ekspektasi besar publik Indonesia terhadap dirinya. Namun, sorotan tajam itu justru menunjukkan betapa penting peran Megawati bagi dunia voli nasional. 

Terlepas dari situasi di Proliga, dukungan dari tokoh besar seperti Park Mi-hee adalah bukti bahwa karier Megawati belum selesai—dan pintu ke Korea masih terbuka lebar. (udn)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dirjen di ATR/BPN Ikut Diangkut KPK dalam OTT Bogor dan Jakarta

Dirjen di ATR/BPN Ikut Diangkut KPK dalam OTT Bogor dan Jakarta

Budi Prasetyo mengatakan pihaknya mengamankan 17 orang termasuk Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor dan Kota Tangerang dalam operasi tangkap tangan (OTT).
OTT di BPN Bogor Diduga Terkait Proses Pengurusan HGB, Summarecon Turut Disebut KPK

OTT di BPN Bogor Diduga Terkait Proses Pengurusan HGB, Summarecon Turut Disebut KPK

Terkait dengan OTT di Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor, Budi menjelaskan bahwa kasus ini diduga berkaitan dengan proses pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB).
Atlet HYROX Tak Tahan Buang Air di Tengah Pertandingan, Ternyata Begini Penjelasan dari Segi Kesehatan

Atlet HYROX Tak Tahan Buang Air di Tengah Pertandingan, Ternyata Begini Penjelasan dari Segi Kesehatan

Joanna Wietrzyk tak bisa menahan diri untuk buang air besar di tengah pertandingan. Akibatnya, dia menyelesaikan ajang dengan kotoran yang masih menempel di tubuhnya. 
KPK OTT di Bogor dan Jakarta Terkait Badan Pertanahan Nasional

KPK OTT di Bogor dan Jakarta Terkait Badan Pertanahan Nasional

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Kabupaten Bogor dan Jakarta, pada Senin (14/9/2026).
Upaya Tingkatkan Mutu SDM, Pemkab Halmahera Selatan Gandeng Universitas Ini

Upaya Tingkatkan Mutu SDM, Pemkab Halmahera Selatan Gandeng Universitas Ini

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Selatan berupaya meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM).
Kisah Konten Kreator Game Online di Grobogan Raih 1,4 Juta Pengikut

Kisah Konten Kreator Game Online di Grobogan Raih 1,4 Juta Pengikut

Aktivitas bermain gim yang kerap dianggap sekadar hiburan ternyata dapat berkembang menjadi peluang di industri digital. Hal itu dijalani Ahmad Khanif Mutaqim, kreator konten asal Grobogan, Jawa Tengah yang dikenal dengan nama MazNife Gaming.

Trending

Harta Kekayaan Suahasil Nazara Menteri Keuangan yang Gantikan Purbaya

Harta Kekayaan Suahasil Nazara Menteri Keuangan yang Gantikan Purbaya

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan Suahasil pada periode 2025, ia memiliki harta tanah dan bangunan sebesar Rp49.857.555.000.
OTT di BPN Bogor Diduga Terkait Proses Pengurusan HGB, Summarecon Turut Disebut KPK

OTT di BPN Bogor Diduga Terkait Proses Pengurusan HGB, Summarecon Turut Disebut KPK

Terkait dengan OTT di Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor, Budi menjelaskan bahwa kasus ini diduga berkaitan dengan proses pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB).
KPK OTT di Bogor dan Jakarta Terkait Badan Pertanahan Nasional

KPK OTT di Bogor dan Jakarta Terkait Badan Pertanahan Nasional

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Kabupaten Bogor dan Jakarta, pada Senin (14/9/2026).
Upaya Tingkatkan Mutu SDM, Pemkab Halmahera Selatan Gandeng Universitas Ini

Upaya Tingkatkan Mutu SDM, Pemkab Halmahera Selatan Gandeng Universitas Ini

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Selatan berupaya meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM).
Dirjen di ATR/BPN Ikut Diangkut KPK dalam OTT Bogor dan Jakarta

Dirjen di ATR/BPN Ikut Diangkut KPK dalam OTT Bogor dan Jakarta

Budi Prasetyo mengatakan pihaknya mengamankan 17 orang termasuk Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor dan Kota Tangerang dalam operasi tangkap tangan (OTT).
Kisah Konten Kreator Game Online di Grobogan Raih 1,4 Juta Pengikut

Kisah Konten Kreator Game Online di Grobogan Raih 1,4 Juta Pengikut

Aktivitas bermain gim yang kerap dianggap sekadar hiburan ternyata dapat berkembang menjadi peluang di industri digital. Hal itu dijalani Ahmad Khanif Mutaqim, kreator konten asal Grobogan, Jawa Tengah yang dikenal dengan nama MazNife Gaming.
Atlet HYROX Tak Tahan Buang Air di Tengah Pertandingan, Ternyata Begini Penjelasan dari Segi Kesehatan

Atlet HYROX Tak Tahan Buang Air di Tengah Pertandingan, Ternyata Begini Penjelasan dari Segi Kesehatan

Joanna Wietrzyk tak bisa menahan diri untuk buang air besar di tengah pertandingan. Akibatnya, dia menyelesaikan ajang dengan kotoran yang masih menempel di tubuhnya. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT