Meski Lahir di Negara Maju, Pemain Mualaf di Timnas Indonesia ini Lebih Nyaman di Tanah Air
- VIVA.co.id/M Ali Wafa
Wak Haji mengaku adanya rasa 'bebas' dalam mendengarkan panggilan shalat (adzan). Menurutnya, kapanpun bisa mendengarnya.
"Di saat mereka melihat kita, bisa saja mereka berpikir yang bukan-bukan. Sementara saya di sini bisa bebas. Mendengarkan adzan setiap kali saya keluar," ucapnya sambil tersenyum.
"Di sini (Indonesia) sangat baik, lebih baik dan juga menyenangkan. Bahkan di sini juga, kita tidak akan dihakimi dengan apa yang kita percaya," terang Wak Haji.
Perjalanan Spiritual Ragnar Oratmangoen
Pasalnya, ia mengenal Islam sejak kecil. Sebab sering diajak teman-temannya ke Masjid.
Kala itu, jadi momentum terbukanya pintu hati Ragnar Oratmangoen untuk mengenal Islam lebih jauh.
"Bagi saya, yang saya pikirkan adalah belajar tentang Tuhan. Tentu saja juga teman saya yang beberapa kali membawa saya ke masjid," jelas Ragnar Selasa (19/3) di Senayan, Jakarta.
Sehubungan dengan Wak Haji, ia sempat menyoroti kabar pemecatan Shin Tae-yong atau akrab disapa STY sebagai Pelatih Timnas Indonesia jadi sorotan.
Pemain andalan STY ini, tak ingin situasi mematahkan semangatnya. Ragnar Oratmangoen mengungkapkan perasaan akan tetap berusaha capai impian bersama Timnas Indonesia.
Usai mengetahui STY dipecat PSSI. Ia menuliskan terima kasih sekaligus ajakan untuk menjaga kebersamaan dan fokus pada pencapaian dituju.
"Terima kasih untuk semuanya coach, mari tetap bersatu dan pastikan kita mencapai tujuan kita,” tulis Ragnar, dikutip Selasa (7/1). (klw)
Load more