News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

YouTuber Mancanegara Gak Habis Pikir Lihat Demo Besar-besaran di Indonesia: Bagaimana Bisa Tenang Kalau Polisi...

Demo besar-besaran yang terjadi di sejumlah kota di Indonesia mendapat sorotan dari salah satu YouTuber mancanegara. Begini reaksinya melihat demo di Indonesia.
Minggu, 31 Agustus 2025 - 22:42 WIB
Aksi emak-emak maju sendirian ke depan barisan polisi saat ricuh massa aksi demo di depan Gedung DPR, Kamis (28/8).
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Trisaputra

tvOnenews.com - Kabar mengenai demonstrasi besar-besaran yang terjadi di sejumlah kota di Indonesia sudah sampai ke telinga masyarakat luar negeri.

Indonesia kini sedang menghadapi protes massal sejak tanggal 25 Agustus 2025 lalu. Unjuk rasa ini diawali karena keberatan dan amarah masyarakat yang sudah memuncak, akibat Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ingin menaikkan gaji para anggota mencapai Rp100 juta per bulan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, pemerintah juga sudah mulai menaikkan pajak kepada rakyat, sehingga melihat gaji DPR yang terus meningkat di tengah PHK massal dan keadaan ekonomi yang sulit, membuat banyak orang memutuskan turun ke jalan untuk berunjuk rasa di sejumlah titik.

Massa aksi demo di depan gerbang gedung DPR, Jakarta, Jumat (29/8).
Massa aksi demo di depan gerbang gedung DPR, Jakarta, Jumat (29/8).
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Trisaputra

 

Keadaan kian diperparah, ketika mobil taktis (rantis) Brimob berjenis Baracuda melindas seorang pengemudi ojek online (ojol) di Kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta, Kamis (28/8/2025) lalu. Pengemudi ojol tersebut dikabarkan masih dalam penanganan medis.

Namun, nasib naas justru menimpa seorang ojol bernama Affan Kurniawan (21). Affan juga menjadi korban kebrutalan polisi, dimana ia meregang nyawa setelah dilindas menggunakan rantis polisi pada hari yang sama.

 

Demo besar-besaran itu tak hanya menjadi sorotan nasional, tapi juga publik internasional. Salah seorang YouTuber pemilik akun YouTube Daryl Solis pun turut menyampaikan pandangannya mengenai aksi demo tersebut.

Dalam video yang diunggah ke akun YouTube miliknya pada 31 Agustus 2025, Daryl Solis menonton tayangan berita dari Australian Broadcasting Corporation (ABC), tentang kerusuhan demo yang terjadi di sejumlah kota di Indonesia.

Daryl Solis menyoroti bagaimana para pendemo kini tidak hanya anti terhadap pemerintah, tapi juga antipolisi.

"Mereka (para pendemo di Indonesia) tentu saja antipemerintah. Namun, mereka sekarang juga menjadi antipolisi," ujar Daryl Solis, dikutip tvOnenews.com pada Minggu (31/8/2025).

YouTuber Daryl Solis ikut menyoroti aksi demo besar-besaran yang terjadi di Indonesia
YouTuber Daryl Solis ikut menyoroti aksi demo besar-besaran yang terjadi di Indonesia
Sumber :
  • YouTube/Daryl Solis

 

Daryl juga mengatakan, bahwa situasi seperti ini terjadi karena pemerintah mengabaikan perekonomian, tidak menjalankan pemerintah dengan sebenar-benarnya, hingga rakyat terus ditekan.

"Beginilah keadaan menjadi semakin berbahaya. Namun, tentu saja ada alasan untuk ini. Pemerintah sama sekali mengabaikan perekonomian."

"Indonesia punya ekonomi yang besar di Asia Tenggara. Namun, negara ini tidak dijalankan dengan benar dan penuh dengan korupsi.

"Mereka mencuri dari orang miskin dan memberikannya kepada orang kaya di Indonesia," ujar Daryl.

 

Daryl juga menyayangkan soal pemerintah yang terus menaikkan pajak hingga harga kebutuhan, padahal di sisi lain gaji rata-rata pekerja di Indonesia saja sangat jauh berbeda dari gaji para pekerja di Britania Raya.

"Mereka (pemerintah) menaikkan harga, menaikkan pajak kepada orang-orang yang bekerja keras di Indonesia yang tidak menghasilkan banyak uang."

"Namun, pemerintah mengambil lebih banyak dari orang-orang yang miskin dan memberikannya kembali kepada diri mereka (pemerintah) sendiri," kata Daryl Solis.

YouTuber Daryl Solis ikut menyoroti aksi demo besar-besaran yang terjadi di Jakarta
YouTuber Daryl Solis ikut menyoroti aksi demo besar-besaran yang terjadi di Jakarta
Sumber :
  • YouTube/Daryl Solis

 

Daryl Solis juga menanggapi pernyataan dari Presiden Prabowo Subianto yang meminta masyarakat untuk tetap tenang. Namun, menurut Daryl masyarakat tidak akan bisa tenang jika polisi terus saja bertindak.

"Bagaimana Anda bisa menyerukan untuk tenang, ketika orang-orang sedang berjuang dan Anda mengirim polisi untuk menyerang dan membunuh para protestan?" katanya.

 

Daryl juga menegaskan bahwa segala tindakan kekerasan memang tidak dibenarkan. Namun, apa yang terjadi di Indonesia saat ini bukanlah hal baru yang terjadi di seluruh dunia.

Demonstrasi seperti ini juga di sisi lain manusiawi, karena ketika pemerintah menempatkan rakyatnya dalam posisi sulit, tapi terus menekan untuk melakukan perintah, pasti akan melawan.

"Mereka (pemerintah) benar-benar menekan rakyatnya saat ini. Mereka (rakyat) tidak memiliki apa pun dan mereka merasa tidak akan kehilangan apa pun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya tahu ada banyak orang yang tidak menolerasi kekerasan, tentu saja itu tidak baik. Namun, ini yang terjadi. Ini adalah sifat manusia. Ini telah terjadi selama ribuan tahun di seluruh dunia."

"Apabila Anda menempatkan orang dalam posisi di mana mereka tidak akan kehilangan apa pun, mereka akan bersatu dan melawan," ujar Daryl Solis. (ism)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jakarta dan Bandung Jadi Panggung FIFA ASEAN Cup 2026, Pemerintah Provinsi Pastikan Kesiapan Stadion Gelora Bung Karno dan Si Jalak Harupat 

Jakarta dan Bandung Jadi Panggung FIFA ASEAN Cup 2026, Pemerintah Provinsi Pastikan Kesiapan Stadion Gelora Bung Karno dan Si Jalak Harupat 

Edisi pertama gelaran FIFA ASEAN Cup 2026 ini akan digelar pada jeda internasional FIFA Matchday, September-Oktober 2026 mendatang.  
Selesai Diperiksa Soal Dugaan Libatkan Anak dalam Promosi Liquid Vape, Youtuber Bigmo Sampaikan Maaf

Selesai Diperiksa Soal Dugaan Libatkan Anak dalam Promosi Liquid Vape, Youtuber Bigmo Sampaikan Maaf

Youtuber Muhammad Jannah atau Bigmo selesai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, pada Senin (10/8) terkait dugaan melibatkan anak dalam promosi liquid vape dalam tayangan live streaming.
Ilham Dzikri dan Ida Ayu Manik Juara Tour Malasari Halimun Salak 2026

Ilham Dzikri dan Ida Ayu Manik Juara Tour Malasari Halimun Salak 2026

Ilham menjadi yang tercepat pada nomor Men Elite Individual Road Race (IRR), sedangkan Ida Ayu Manik menguasai kategori Women Open IRR. Perlombaan tersebut berlangsung pada Minggu (9/8/2026).
Penertiban Tambang Ilegal Jadi Katalis Produksi dan Kinerja TINS

Penertiban Tambang Ilegal Jadi Katalis Produksi dan Kinerja TINS

Penertiban tambang timah ilegal berpotensi menjadi katalis bagi PT Timah Tbk (TINS) untuk meningkatkan produksi. Aktivitas pertambangan ilegal selama ini jadi
Mendagri Tito Karnavian Sebut Inflasi Juli 2,88 Persen Masih Dalam Rentang Ideal

Mendagri Tito Karnavian Sebut Inflasi Juli 2,88 Persen Masih Dalam Rentang Ideal

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian memberikan respons positif terhadap realisasi inflasi tahunan (year on year) pada Juli 2026 yang berada di angka 2,88 persen.
Tim Kuasa Hukum Hellyana Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel, Uji Penetapan Tersangka Ijazah

Tim Kuasa Hukum Hellyana Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel, Uji Penetapan Tersangka Ijazah

Tim Penasehat Hukum Hellyana, Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, yang terdiri dari 12 advokat, secara resmi mengajukan permohonan praperadilan ke PN

Trending

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Hasil imbang kontra Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026), membuat Timnas Indonesia gagal mengamankan tiket ke semifinal Piala AFF 2026.
Tegas, Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga AS Penuhi Seluruh Syarat

Tegas, Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga AS Penuhi Seluruh Syarat

Hingga Amerika penuhi semua syarat, Iran tidak akan membuka Selat Hormuz, syarat itu termasuk mengakhiri ancaman terhadap Teheran.
Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Operasi gabungan BNN, TNI AL, Bea Cukai, Polri, BIN, dan Polda Kepri berhasil menggagalkan penyelundupan 1,3 ton ketamin dari kapal King Sun di Perairan Natuna.
Prabowo Resmi Kirim Nama Calon Gubernur BI ke DPR, Hanya Satu Nama: Destry Damayanti!

Prabowo Resmi Kirim Nama Calon Gubernur BI ke DPR, Hanya Satu Nama: Destry Damayanti!

Pemerintah hanya mengusulkan satu nama, yakni Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti yang saat ini menjabat sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI.
Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah

Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah

Aparat dari Polrestabes Bandung bersama Polda Jawa Barat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku.
Mengenal Tio Ferdian Rahmana, Runner Up Raka Raki Jatim 2026 yang Diduga Minta Pacar Aborsi, Benarkah Anak Pejabat?

Mengenal Tio Ferdian Rahmana, Runner Up Raka Raki Jatim 2026 yang Diduga Minta Pacar Aborsi, Benarkah Anak Pejabat?

Siapa Tio Ferdian Rahmana, Runner Up Raka-Raki Jatim 2026? Simak profil, pendidikan, perjalanan, serta fakta soal isu dirinya anak pejabat.
Pelaku Mutilasi di Depok Sempat Bicara Hal Menyeramkan soal Pembunuhan ke Temannya

Pelaku Mutilasi di Depok Sempat Bicara Hal Menyeramkan soal Pembunuhan ke Temannya

Pelaku mutilasi di Depok ternyata sempat berbicara hal menyeramkan soal pembunuhan ke temannya. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT