News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pantas Saja Orang Korea dan Jepang Tidak Gemuk Meski Doyan Makan Mie Instan, Kata dr Zaidul Akbar karena ...

Penjelasan dr Zaidul Akbar tentang mengapa orang Korea dan Jepang tetap sehat meski sering makan mie, rahasianya ada pada gaya hidup mereka.
Selasa, 16 September 2025 - 22:29 WIB
dr Zaidul Akbar soal Makan Mie Instan
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / YouTube dr Zaidul Akbar / Freepik

tvOnenews.com - Pernahkah kamu memperhatikan bagaimana orang Korea dan Jepang tetap langsing serta sehat meski sering mengonsumsi mie instan? 

Padahal, menurut banyak orang, terlalu sering makan mie justru bisa memicu masalah kesehatan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menariknya, penjelasan dari dr Zaidul Akbar mengungkap alasan mengapa pola makan masyarakat Korea dan Jepang berbeda dampaknya dengan kebiasaan orang Indonesia. Kebiasaan Makan Mie di Korea dan Jepang

Masyarakat Korea dan Jepang dikenal memiliki budaya kuliner yang kuat, salah satunya adalah mie. 

Jika menyebut dua negara ini, orang biasanya langsung teringat ramen, udon, atau mie instan khas mereka. dr Zaidul Akbar menyebut, "Orang Korea, China, Jepang itu konsumsi mereka tidak lepas dari tepung terutama mie instan. 

Mie instannya tidak tanggung-tanggung, tapi mereka masih memiliki kualitas kesehatan yang baik. Kenapa?"

Meskipun mie sering dianggap penyebab kegemukan, nyatanya mayoritas masyarakat Korea dan Jepang tetap bugar. 

Rahasianya bukan semata pada mie itu sendiri, melainkan pada gaya hidup mereka.

Aktivitas Fisik yang Tinggi

Menurut dr Zaidul Akbar, salah satu faktor utama adalah kebiasaan berjalan kaki. 

"Kalau di Jepang itu... orangnya suka jalan. Kadang-kadang saya pernah ngitung, pernah ada diminta datang kesana. Itu sehari sampai hampir 14 ribu langkah saya," ungkapnya.

Berjalan kaki ribuan langkah setiap hari tentu membakar kalori yang masuk, termasuk dari mie instan. 

Di sisi lain, masyarakat Indonesia cenderung jarang berjalan kaki, lebih banyak menggunakan kendaraan, dan jarang berolahraga. 

Hal ini yang membuat konsumsi mie di Indonesia lebih cepat berisiko menumpuk lemak.

Kebiasaan Makan yang Berbeda

Selain jalan kaki, ada pula perbedaan pola makan. dr Zaidul Akbar menekankan bahwa orang Korea dan Jepang jarang memanaskan makanan berkali-kali. 

Mereka lebih suka memasak untuk sekali makan dan langsung menghabiskannya. 

"Jadi kalau mereka masak, kebanyakan tidak kayak kita. Disana nggak ada warteg, maksudnya itu makanan, pesen apa. Masak, selesai. Habis," jelasnya.

Selain itu, mereka juga banyak menambahkan bawang-bawangan dan sayuran ke dalam mie, sehingga asupan nutrisinya lebih seimbang. 

Ini sangat berbeda dengan kebiasaan sebagian masyarakat Indonesia yang kerap hanya mengonsumsi mie instan polos tanpa tambahan sayur.

Peran Nasi dalam Pola Makan

Selain mie, nasi juga tetap menjadi makanan pokok di Korea, Jepang, dan China. Namun, mereka tetap jarang gemuk. Hal ini kembali pada gaya hidup yang sangat aktif. 

"Nasi memang dari kebiasaan-kebiasaan. Maka anda lihat di China, di Hongkong jarang orang gemuk. Karena emang jalan tiap hari. Jalan tuh kayak orang dikejar anjing. Cepet," kata dr Zaidul Akbar.

Artinya, nasi atau mie bukanlah penyebab utama masalah kesehatan, melainkan pola hidup yang tidak seimbang.

Meneladani Gaya Hidup Sehat

Bagi masyarakat Indonesia, dr Zaidul Akbar menyarankan untuk meniru kebiasaan sehat ini. 

"Harusnya kita seperti itu, karena Nabi kita shalat alaihi wasallam juga seperti itu, maksudnya, Rasul tuh berjalan kayak orang nurunin bukit kan. Tatapan ke depan, jadi Masya Allah," ujarnya.

Dengan mencontoh gaya hidup Rasulullah seperti aktif berjalan, menjaga pola makan, serta rajin berolahraga, tubuh akan tetap sehat meski sesekali mengonsumsi mie atau nasi.

Dari penjelasan dr Zaidul Akbar, jelas terlihat bahwa rahasia orang Korea dan Jepang tetap sehat meski doyan makan mie bukan terletak pada mie itu sendiri, melainkan pola hidup. 

Mereka rajin berjalan kaki, lebih banyak mengonsumsi bawang dan sayur, serta tidak terbiasa memanaskan makanan berulang kali. 

Jadi, bukan mie yang salah, melainkan kebiasaan hidup kita yang perlu diperbaiki. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan mengikuti gaya hidup sehat, bukan tidak mungkin masyarakat Indonesia bisa merasakan manfaat serupa.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

KPK Pastikan Segera Periksa Ketum Kesthuri Setiba di Indonesia

KPK Pastikan Segera Periksa Ketum Kesthuri Setiba di Indonesia

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan akan segera melakukan pemeriksaan terhadap Ketum Kesthuri, Asrul Azis Taba setelah tiba di Indonesia.
Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Skuad Garuda punya kesempatan langka, yakni memanggil para pemain terbaiknya tanpa terhalang tembok perizinan klub Eropa untuk bermain di FIFA ASEAN Cup 2026.
Imbas Pernyataan Kontroversialnya, Saiful Mujani Djlaporkan ke Polda Metro Jaya

Imbas Pernyataan Kontroversialnya, Saiful Mujani Djlaporkan ke Polda Metro Jaya

Badan Eksekutif Mahasiswa Kristiani Seluruh Indonesia (BEM KSI) secara resmi melaporkan Saiful Mujani ke Polda Metro Jaya pada Kamis (9/4/2026)
Media Vietnam Soroti Sikap KNVB soal Pemain Timnas Indonesia Dean James: Ada Faktor Kunci yang Membantu Klub itu Lolos

Media Vietnam Soroti Sikap KNVB soal Pemain Timnas Indonesia Dean James: Ada Faktor Kunci yang Membantu Klub itu Lolos

Media Vietnam soroti tuntasnya kontroversi yang melibatkan pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Dean James, setelah KNVB akhirnya mengambil keputusan final.
Fix Tak Bertemu Vietnam, Format FIFA ASEAN Cup 2026 Bisa Untungkan Timnas Indonesia?

Fix Tak Bertemu Vietnam, Format FIFA ASEAN Cup 2026 Bisa Untungkan Timnas Indonesia?

Format resmi FIFA ASEAN Cup 2026 yang dijadwalkan mentas pada periode FIFA Matchday September dan Oktober 2026 telah dibocorkan oleh salah satu media Vietnam.
Jadwal Kejuaraan Asia 2026, Jumat 10 April: Ada Jonatan Christie hingga Fajar/Fikri, Lima Wakil Indonesia Perebutkan Tiket Semifinal

Jadwal Kejuaraan Asia 2026, Jumat 10 April: Ada Jonatan Christie hingga Fajar/Fikri, Lima Wakil Indonesia Perebutkan Tiket Semifinal

Berikut jadwal wakil Indonesia di babak perempat final Kejuaraan Asia 2026 hari ini, Jumat (10/4/2026).

Trending

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam soroti peluang Timnas Indonesia menghadapi Italia di FIFA Matchday Juni 2026. Begini katanya.
Dedi Mulyadi Diminta Evaluasi RSHS Bandung Usai Viral Seorang Ibu Nyaris Kehilangan Bayi Gara-gara Keteledoran Perawat

Dedi Mulyadi Diminta Evaluasi RSHS Bandung Usai Viral Seorang Ibu Nyaris Kehilangan Bayi Gara-gara Keteledoran Perawat

Dedi Mulyadi diminta evaluasi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung, buntut kasus ibu nyaris kehilangan bayi akibat keteledoran petugas rumah sakit.
Kronologi Ibu Muda Nyaris Kehilangan Bayinya di RSHS Bandung Gara-gara Kecerobohan Perawat, Singgung Dedi Mulyadi

Kronologi Ibu Muda Nyaris Kehilangan Bayinya di RSHS Bandung Gara-gara Kecerobohan Perawat, Singgung Dedi Mulyadi

Kronologi ibu muda asal Cimahi nyaris saja kehilangan bayi yang baru dilahirkannya gara-gara keteledoran petugas Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung.
Diajak Joging Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, Ketum PSSI Erick Thohir: Kita Nggak Kuat

Diajak Joging Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, Ketum PSSI Erick Thohir: Kita Nggak Kuat

Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan jawaban jenaka ketika diajak pelatih Timnas Indonesia John Herdman untuk berolahraga lari atau joging bersama-sama.
Dedi Mulyadi Siap Bangun Gedung Kedokteran UIN Bandung, Syaratnya: Warga Miskin Jabar Kuliah Gratis

Dedi Mulyadi Siap Bangun Gedung Kedokteran UIN Bandung, Syaratnya: Warga Miskin Jabar Kuliah Gratis

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung yang merayakan hari jadinya ke-58.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT