GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sudah Keluar dari Penjara, Jessica Wongso Kepikiran Cari 'Cuan' di Digital tapi Takut Disalahkan Orang Lagi

Jessica Wongso, eks terpidana kasus kematian Wayan Mirna Salihin "kopi sianida" menceritakan nasib usai keluar dari penjara sempat niat cari uang lewat medsos.
Selasa, 23 September 2025 - 20:16 WIB
Jessica Wongso ungkap dirinya ingin cari uang dari digital
Sumber :
  • Kolase Antara & Shutterstock

tvOnenews.com - Jessica Wongso, mantan terpidana pada kasus kematian Wayan Mirna Salihin "kopi sianida" menceritakan nasibnya setelah keluar dari penjara.

Sebagaimana diketahui, Jessica Wongso pernah menyedot perhatian publik karena dianggap terlibat pada kasus kematian Wayan Mirna Salihin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Asal mula kasus ini karena Jessica Wongso, Mirna, dan  Hanie Boon Juwita bertemu di Kafe Olivier Grand Indonesia pada 6 Januari 2016.

Jessica Wongso hadir lebih awal di kafe tersebut sembari memesan kopi yang dipersiapkan untuk diminum oleh Mirna dan Hani.

Mirna tak sadarkan diri seusai kejang-kejang sehingga dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Abdi Waluyo.

Jessica Wongso dan Mirna Salihin
Jessica Wongso dan Mirna Salihin
Sumber :
  • Kolase tvOnenews

 

Jessica Wongso resmi divonis hukuman 20 tahun penjara setelah terbukti memasukkan racun sianida ke dalam kopi yang diminum Mirna.

Seusai delapan tahun mendekam di penjara, Jessica Wongso resmi bebas bersyarat dari lapas Pondok Bambu, Jakarta Timur, Minggu, 18 Agustus 2024.

Wanita bernama asli Jessica Kumala Wongso itu akhirnya menceritakan kegiatan kesehariannya setelah menghirup udara bebas.

"Kita langsung fokusnya ke PK (Peninjauan Kembali), jadi fokusnya masih ada di sana. Kebetulan beberapa bulan kita pergi sidang juga," ungkap Jessica Wongso dikutip tvOnenews.com dari kanal YouTube Reyben Entertainment, Selasa (23/9/2025).

Lebih lanjut, wanita kelahiran asal Jakarta itu menuturkan dirinya lebih sering berdiam diri di rumah.

Jessica Wongso
Jessica Wongso
Sumber :
  • Putu Indah Savitri-Antara

 

Menurut penuturan Jessica, kondisi tersebut juga masih berurusan dengan hukum, bahkan sekelas jalan-jalan juga belum dirasakan dirinya.

Jessica juga ditanya terkait aktivitas pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya setelah bebas dari Lapas Pondok Bambu.

"Belum ada. Sebenarnya ada niat tapi nggak tahu caranya," ngakunya.

Jessica mengatakan, dirinya sempat berpikir mencari uang melalui sistem digital.

Setelah keluar dari penjara, Jessica baru mengenali aplikasi TikTok dikenal sebagai platform digital menghasilkan uang.

Tak ayal, TikTok baru populer atau tenar di Indonesia sekitar 2018-2019, sementara Jessica telah ditahan sejak Juni 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Awalnya sih iseng aja nggak ada apa-apa," katanya.

Namun begitu, pilihan tersebut masih menjadi momok menakutkan apalagi berurusan dengan digital yang potensi dilihat khalayak.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

WN India Diduga Bunuh Diri di Kantor Imigrasi Surabaya karena Depresi Menunggu Deportasi

WN India Diduga Bunuh Diri di Kantor Imigrasi Surabaya karena Depresi Menunggu Deportasi

SN tercatat overstay selama 248 hari sehingga diduga melanggar Pasal 78 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.
John Herdman Bocorkan 6 Pemain Diaspora Masuk Radar Timnas Indonesia, Ada dari Jerman hingga Amerika Serikat

John Herdman Bocorkan 6 Pemain Diaspora Masuk Radar Timnas Indonesia, Ada dari Jerman hingga Amerika Serikat

John Herdman mengungkap Timnas Indonesia sedang memantau pemain diaspora dari Jerman, Belanda, Australia hingga Amerika Serikat untuk masa depan skuad Garuda.
Penahanan Kiai Cabul Pati Dipindah ke Polda Jateng, 17 Saksi Sudah Diperiksa Polisi

Penahanan Kiai Cabul Pati Dipindah ke Polda Jateng, 17 Saksi Sudah Diperiksa Polisi

Polisi memindahkan penahanan oknum kiai cabul, Ashari (51), pendiri Pondok Pesantren Ndholo Kusumo Pati ke Polda Jateng dengan alasan keamanan.
Polda Jatim Gelar Baksos dan Bakkes untuk Ribuan Warga di Nganjuk

Polda Jatim Gelar Baksos dan Bakkes untuk Ribuan Warga di Nganjuk

Polda Jawa Timur menggelar Bakti Sosial (Baksos) dan Bakti Kesehatan (Bakkes) di Balai Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.
Menunggu Deportasi, WN India Meninggal di Kantor Imigrasi Surabaya

Menunggu Deportasi, WN India Meninggal di Kantor Imigrasi Surabaya

Petugas menemukan SN dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 07.50 WIB saat melakukan pemeriksaan rutin di ruang detensi.
Merasa Dirugikan, SMAN 1 Sambas Desak Panita LCC MPR Pulihkan Nama Baik Sekolah dan Beri Jaminan di Tingkat Nasional

Merasa Dirugikan, SMAN 1 Sambas Desak Panita LCC MPR Pulihkan Nama Baik Sekolah dan Beri Jaminan di Tingkat Nasional

Pihak SMAN 1 Sambas mengeluarkan pernyataan sikap yang salah satu poinnya meminta agar panitia lomba cerdas cermat (LCC) 4 pilar MPR untuk pulihkan nama baik.

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT