News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Musik atau Lagu yang Mirip Bukan Plagiat? Ini Rahasianya di Balik Algoritma dan Interpolasi Lagu yang Bikin Telinga Tertipu!

Pernahkah kamu mendengar lagu baru yang terdengar familiar, seolah pernah mendengarnya di masa lalu? Fenomena ini kini tak lagi sekadar kebetulan atau plagiat
Selasa, 14 Oktober 2025 - 22:48 WIB
Ilustrasi Musik atau Lagu yang Mirip Bukan Plagiat? Ini Rahasianya di Balik Algoritma dan Interpolasi Lagu yang Bikin Telinga Tertipu!
Sumber :
  • Istockphoto

tvOnenews.com - Pernahkah kamu mendengar musik atau lagu baru yang terdengar familiar, seolah pernah mendengarnya di masa lalu? Fenomena ini kini tak lagi sekadar kebetulan atau tudingan plagiat, melainkan hasil dari teknik kreatif yang dikenal sebagai interpolasi lagu, strategi musikal yang kian populer di era algoritma musik digital. 

Di tengah industri yang dikendalikan oleh mesin rekomendasi dan AI, banyak musisi justru memanfaatkan kemiripan nada untuk membangun koneksi emosional dengan pendengar. Algoritma kini tak hanya memprediksi selera musik, tapi juga memengaruhi cara lagu diciptakan agar terdengar “akrab” sejak detik pertama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melansir dari berbagai sumber, teknik interpolasi menjadi jembatan antara nostalgia dan inovasi. Berbeda dengan sampling yang memotong langsung rekaman lama, interpolasi adalah proses menciptakan ulang bagian lagu, entah melodi, lirik, atau harmoni, dengan aransemen baru. 

Artinya, musisi tidak mencuri karya, melainkan memberi napas baru pada lagu lama yang pernah populer. Dalam sejarah musik global, banyak kasus kemiripan lagu justru lahir dari teknik ini. 

Adele, misalnya, pernah dituduh meniru lagu “Mulheres” karya Toninho Geraes lewat “Million Years Ago”, padahal ia hanya mengadaptasi nuansa serupa. Sementara Lisa BLACKPINK secara terbuka menggunakan interpolasi dari “Pon de Replay” milik Rihanna dalam “Pink Venom”, yang kemudian menjadi topik hangat di kalangan penggemar.

Di Indonesia, fenomena ini juga mencuat lewat kasus Bernadya yang sempat dibandingkan dengan Taylor Swift karena lagu “Sialan” terdengar mirip “August”. Padahal, menurut banyak pengamat, kemiripan itu bukan indikasi plagiarisme, melainkan bentuk eksplorasi nada yang serupa, seperti halnya interpolasi. 

Menurut Dimas Ario, kurator musik, “Interpolasi berbeda dengan sampling. Kalau sampling menggunakan rekaman asli, interpolasi itu membuat ulang karyanya dengan versi baru setelah mendapat lisensi dari pencipta. Ini bukan sekadar potong-tempel, tapi bentuk kreativitas yang legal.” 

Dimas menekankan bahwa interpolasi adalah bentuk penghormatan terhadap karya lama sekaligus cara memperkenalkan kembali lagu klasik ke generasi baru. Pandangan ini juga disetujui oleh Dzulfikri Putra Malawi, pendiri Wara Musika, yang menilai interpolasi bagian dari strategi bisnis label musik. 

“Kalau sample pakai master rekaman, lisensinya diurus ke label. Tapi kalau interpolasi, itu langsung ke pencipta atau publisher lagu tersebut,” ujarnya. Artinya, interpolasi bukan pelanggaran, justru bentuk kolaborasi lintas generasi yang memperpanjang usia sebuah karya.

Salah satu musisi yang membuktikan hal ini adalah Whisnu Santika, DJ dan produser musik elektronik Indonesia. Ia kerap mengeksplorasi interpolasi dalam lagu-lagunya seperti Sahara, Mambo Jambo, Tequilla, hingga Yummy. 

Single terbarunya, Yalla Habibi, sempat menuai kontroversi karena dianggap mirip dengan Iag Bari Yababa milik ARKADYAN dan Fanfare Ciocărlia. Namun Whisnu menegaskan bahwa lagunya adalah hasil eksperimen legal berbasis interpolasi. 

Musik atau Lagu yang Mirip Bukan Plagiat? Ini Rahasianya di Balik Algoritma dan Interpolasi Lagu yang Bikin Telinga Tertipu!
Musik atau Lagu yang Mirip Bukan Plagiat? Ini Rahasianya di Balik Algoritma dan Interpolasi Lagu yang Bikin Telinga Tertipu!
Sumber :
  • Instagram Whisnu Santika

 

“Saya memang mengadopsi elemen dari ‘Iag Bari Yababa’, tapi bukan untuk menjiplak. Justru saya ingin merayakan musik world dengan sentuhan Indobounce yang jadi identitas saya,” ungkapnya. Fenomena ini menunjukkan bahwa interpolasi bukan sekadar trik musikal, tapi bentuk komunikasi lintas budaya dan waktu. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah derasnya arus musik digital, di mana algoritma memunculkan lagu-lagu serupa demi memenuhi selera pasar, interpolasi justru mengajarkan publik untuk lebih bijak memahami batas antara inspirasi dan penjiplakan. 

Musik, pada dasarnya, adalah ekosistem yang saling berhubungan berevolusi dari yang lama menjadi sesuatu yang baru tanpa kehilangan jejak asalnya. Maka sebelum menuduh lagu mirip sebagai plagiat, mungkin kita perlu mendengarnya lagi dengan telinga yang lebih terbuka. (udn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jelang Muktamar NU, Gus Miftah Kirim Pesan Keras untuk Pemburu Jabatan

Jelang Muktamar NU, Gus Miftah Kirim Pesan Keras untuk Pemburu Jabatan

Dalam tulisan berjudul Istana Menghormati Marwah Ulama, Gus Miftah menyebut keputusan PBNU menggelar muktamar di Tambakberas merupakan langkah kembali ke akar sejarah NU.
Viral Ibu 8 Anak Ogah KB padahal Kondisi Ekonomi Buruk, Netizen: Si Bungsu Beratnya Cuma 2 Kilo!

Viral Ibu 8 Anak Ogah KB padahal Kondisi Ekonomi Buruk, Netizen: Si Bungsu Beratnya Cuma 2 Kilo!

Netizen soroti soal video seorang ibu dengan delapan anak di TikTok. Tak hanya itu, mereka juga menyoroti kondisi bayi bungsu yang beratnya hanya dua kilogram.
Aduh! Persib Bandung Resmi Kembali Masuk Daftar Hitam FIFA, Siapa?

Aduh! Persib Bandung Resmi Kembali Masuk Daftar Hitam FIFA, Siapa?

Di penghujung Senin (10/8/2026) malam, FIFA mencantumkan nama Persib Bandung dalam FIFA Ban Registration List. 
Mojtaba Khamenei Akhirnya Muncul

Mojtaba Khamenei Akhirnya Muncul

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei akhirnya muncul ke depan publik. Hal ini terjadi ketika Mojtaba Khamenei bertemu dengan Presiden Masoud Pezeshkian, Minggu (9/8) guna membahas perkembangan situasi ekonomi, militer dan pertahanan Iran terkini.
Menhut: Presiden Prabowo Beri Dukungan Luar Biasa untuk Restorasi Ekosistem

Menhut: Presiden Prabowo Beri Dukungan Luar Biasa untuk Restorasi Ekosistem

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengungkap dukungan Presiden Prabowo Subianto terhadap upaya restorasi ekosistem di Indonesia.
Pascabencana, Warga Tapteng Tagih Janji Gubernur Sumut Bangun Tanggul Penahan Banjir

Pascabencana, Warga Tapteng Tagih Janji Gubernur Sumut Bangun Tanggul Penahan Banjir

Sejumlah warga korban banjir bandang di Kelurahan Sibuluan Nalambok, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), menagih janji Gubernur Sumatra Utara (Sumut).

Trending

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Hasil imbang kontra Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026), membuat Timnas Indonesia gagal mengamankan tiket ke semifinal Piala AFF 2026.
Tegas, Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga AS Penuhi Seluruh Syarat

Tegas, Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga AS Penuhi Seluruh Syarat

Hingga Amerika penuhi semua syarat, Iran tidak akan membuka Selat Hormuz, syarat itu termasuk mengakhiri ancaman terhadap Teheran.
Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Operasi gabungan BNN, TNI AL, Bea Cukai, Polri, BIN, dan Polda Kepri berhasil menggagalkan penyelundupan 1,3 ton ketamin dari kapal King Sun di Perairan Natuna.
Prabowo Resmi Kirim Nama Calon Gubernur BI ke DPR, Hanya Satu Nama: Destry Damayanti!

Prabowo Resmi Kirim Nama Calon Gubernur BI ke DPR, Hanya Satu Nama: Destry Damayanti!

Pemerintah hanya mengusulkan satu nama, yakni Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti yang saat ini menjabat sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI.
Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah

Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah

Aparat dari Polrestabes Bandung bersama Polda Jawa Barat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku.
Mengenal Tio Ferdian Rahmana, Runner Up Raka Raki Jatim 2026 yang Diduga Minta Pacar Aborsi, Benarkah Anak Pejabat?

Mengenal Tio Ferdian Rahmana, Runner Up Raka Raki Jatim 2026 yang Diduga Minta Pacar Aborsi, Benarkah Anak Pejabat?

Siapa Tio Ferdian Rahmana, Runner Up Raka-Raki Jatim 2026? Simak profil, pendidikan, perjalanan, serta fakta soal isu dirinya anak pejabat.
Jakarta dan Bandung Jadi Panggung FIFA ASEAN Cup 2026, Pemerintah Provinsi Pastikan Kesiapan Stadion Gelora Bung Karno dan Si Jalak Harupat 

Jakarta dan Bandung Jadi Panggung FIFA ASEAN Cup 2026, Pemerintah Provinsi Pastikan Kesiapan Stadion Gelora Bung Karno dan Si Jalak Harupat 

Edisi pertama gelaran FIFA ASEAN Cup 2026 ini akan digelar pada jeda internasional FIFA Matchday, September-Oktober 2026 mendatang.  
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT