Tak Mau Diam Lagi, Marselino Ferdinan Akhirnya Buka-bukaan soal Patrick Kluivert: Kita Bisa Lihat…
- Instagram/marselinoferdinan10
tvOnenews.com - Nama Patrick Kluivert masih menjadi sorotan tajam publik sepak bola Indonesia setelah resmi dipecat oleh PSSI menyusul hasil buruk Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Mantan bintang Barcelona itu dianggap gagal total dalam mengangkat performa skuad Garuda setelah menggantikan posisi Shin Tae-yong yang sebelumnya cukup sukses membawa hasil positif dalam tim.
Diketahui, debut Patrick Kluivert bersama Timnas Indonesia berjalan jauh dari kata memuaskan.
Dalam laga perdananya melatih skuad Garuda, Indonesia harus menelan kekalahan telak 1-5 dari Australia pada laga lanjutan Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Hasil ini sontak memantik gelombang kritik besar dari netizen dan pengamat sepak bola Tanah Air.
Kekalahan tersebut semakin terasa pahit karena publik masih mengingat betapa tangguhnya Indonesia di bawah Shin Tae-yong, yang sebelumnya mampu menahan imbang The Socceroos di Gelora Bung Karno.
Namun di bawah tangan Kluivert, permainan Indonesia tampak kehilangan arah.
Puncaknya, skuad Garuda gagal total di round 4 kualifikasi setelah dikalahkan oleh Arab Saudi dan Irak.
Dua kekalahan beruntun itu mempertegas bahwa sistem permainan yang diterapkan Kluivert belum mampu menyatu dengan karakter pemain Indonesia.
Tak sedikit yang menilai, gaya melatih Kluivert yang terlalu "Eropa" justru membuat para pemain Indonesia kesulitan beradaptasi.
Perbedaan filosofi sepak bola antara Kluivert dan Shin Tae-yong pun mulai menjadi bahan diskusi hangat, termasuk dari kalangan pemain sendiri.
Salah satu pemain muda andalan Garuda, Marselino Ferdinan, akhirnya angkat bicara.
Pemain yang kini memperkuat AS Trencin di Liga Slovakia itu secara perlahan tersingkir dari skuad utama saat Indonesia ditangani oleh Kluivert.
Bahkan, Marselino tidak dipanggil saat laga penting melawan Arab Saudi dan Irak di Jeddah.
Dalam wawancaranya dengan Vivagoal beberapa bulan lalu, Marselino memberikan pandangan jujur soal perbedaan antara dua pelatih yang sama-sama pernah menanganinya.
Ia tidak menutupi bahwa pendekatan dan gaya bermain kedua sosok itu sangat berbeda.
“Ya kita tahu kalau Patrick Kluivert dari Eropa dan Coach Shin Tae-yong dari Korea, jadi ya bisa dibedakan lah dari cara pertandingan dan cara gaya bermainnya, kita bisa lihat sama-sama,” ungkap Marselino dalam wawancara tersebut.
Pernyataan Marselino ini seolah memberi sinyal bahwa ada perbedaan besar dalam filosofi dan pendekatan taktik.
Jika Shin Tae-yong dikenal menekankan pressing tinggi, dan kekompakan tim, maka Kluivert lebih fokus pada possession football dengan gaya khas Eropa.
Sayangnya, filosofi tersebut belum sepenuhnya bisa diterapkan di skuad Garuda.
Meski begitu, Marselino tetap menunjukkan sikap profesional dan enggan memperpanjang kontroversi.
Ia menegaskan dirinya tak ingin berbicara terlalu banyak soal perbedaan dua pelatih tersebut.
“Saya tidak bisa ngomong banyak di sini dan ya kita evaluasi dan terima kekalahan,” ujar Marselino singkat.
Banyak pihak berharap, setelah kepergian Patrick Kluivert, Marselino Ferdinan dan rekan-rekan muda lainnya bisa kembali mendapat kesempatan menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Sebab, di bawah asuhan pelatih baru nanti, keseimbangan antara strategi modern dan karakter khas pemain Indonesia diharapkan bisa kembali terwujud.
Sementara itu, rumor mengenai siapa pelatih pengganti Kluivert masih terus bergulir.
Nama Shin Tae-yong masih disebut-sebut dalam daftar calon kuat untuk memimpin Garuda kembali ke jalur kemenangan. (adk)
Load more