Insanul Fahmi Diduga Selingkuh dengan Inara Rusli, Wardatina Mawa Beri Sindiran Singgung soal Masa Lalu
- Kolase Tangkapan layar YouTube Maia AlElDul & Instagram/@wardatinamawa
tvOnenews.com - Nama Inara Rusli terus menjadi pusat perhatian publik. Sorotan tersebut pasca kreator konten atau influencer Wardatina Mawa bersuara atas dugaan perselingkuhan sang suami, Insanul Fahmi dengan mantan istri Virgoun tersebut.
Hal ini bermula saat Wardatina Mawa mengunggah curahan hatinya. Ia merasa kecewa Insanul Fahmi diduga selingkuh dengan Inara Rusli.
Sebelum mencurahkan isi hatinya, Wardatina Mawa telah mengunggah kata-kata sindiran. Hal ini berkaitan dengan dugaan sang suami selingkuh terhadap Inara Rusli.
Dalam unggahannya, sindiran tersebut menyinggung soal masa lalu. Meski tak spesifik tertuju kepada suami dan Inara Rusli, tetapi ia menulis pesan seseorang tega menyakiti hati orang lain.
"Ada memang orang yang sudah pernah disakitin, tapi tetap tega menyakiti orang lain," tulis Wardatina Mawa dikutip tvOnenews.com dari Instagram @wardatinamawa, Minggu (23/11/2025).
- Instagram/mommy_starla
Ā
Kemudian, kreator konten tersebut menulis pesan yang menyentuh. Ia mempercayai seseorang pernah disakiti akan menjadi inovasi untuk orang lain.
Tak hanya itu, kata Mawa, orang yang pernah disakiti akan selalu berbenah diri. Hal ini bertujuan agar tidak kembali menjadi korban percintaan.
"Aku dulu selalu percaya, orang yang pernah terluka pasti bakal lebih hati-hati dalam memperlakukan hati orang lain," terangnya.
Kenyataannya justru berbanding terbalik. Mawa merasa kecewa terhadap seseorang yang tidak pernah berbenah dalam urusan percintaan.
"Aku pikir, rasa sakit itu akan ngajarin kita buat jadi lebih lembut, lebih peka, lebih manusiawi. Tapi ternyata nggak semua orang bisa begitu," jelasnya.
Ia tidak habis pikir dengan seseorang tega menyakiti orang lain. Padahal orang tersebut sama sekali tak menyinggung kepribadian dan perasaannya.
"Ada yang lukanya justru dijadikan alasan untuk membenarkan sikapnya. 'Dulu aku pernah disakitin'," tuturnya.
"Seolah kalimat itu otomatis bikin semua perilakunya bisa dimaklumi, seolah itu cukup kuat buat menutupi cara dia melukai orang lain," lanjutnya.
Seseorang telah menyadari perbuatannya salah. Meski begitu, hal tersebut tetap menjadi pilihan utama yang menjurus menciptakan rasa sakit terhadap orang lain.
Load more