News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Korban WO Ayu Puspita Ungkap Resepsi Pernikahan Tanpa Katering, Stres Berat hingga Dilarikan ke Rumah Sakit

Eci dan Samuel menjadi korban WO Ayu Puspita, resepsi tanpa makanan membuat keluarga malu sampai stres berat dan harus dirawat di rumah sakit.
Jumat, 12 Desember 2025 - 13:41 WIB
Korban WO Ayu Puspita
Sumber :
  • YouTube/drRichardLee

tvOnenews.com - Kasus Wedding Organizer (WO) Ayu Puspita kembali menyita perhatian publik setelah dua korban, Eci dan Samuel, membagikan pengalaman pahit mereka di podcast dr. Richard Lee.

Keduanya mengaku menjadi korban penipuan WO tersebut yang menyebabkan acara pernikahan impian mereka berubah menjadi momen penuh air mata dan stres berat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam tayangan podcast tersebut, Eci bercerita bahwa hari bahagianya pada 6 Desember 2025 seharusnya menjadi momen paling berkesan dalam hidupnya. Namun, yang terjadi justru sebaliknya.

Sejak awal acara dimulai, Eci menyadari ada sesuatu yang tidak beres dengan persiapan resepsinya. Ia menyebut katering makanan yang dipesan tidak datang.

“Katering dan beberapa item lainnya sih,” ujar Eci lirih kepada dr. Richard Lee.

Ia mengungkapkan bahwa seluruh makanan dan booth food stall yang dijanjikan dalam kontrak tidak hadir sama sekali.

Penipuan WO Ayu Puspita
Penipuan WO Ayu Puspita
Sumber :
  • YouTube/Cumicumi.com

“Kosong. Buffet 11 food stall kosong,” lanjutnya.

Para tamu undangan yang datang tidak mendapatkan santapan apapun di pesta pernikahan tersebut.

Sementara Eci dan keluarganya hanya bisa berusaha menutupi kepanikan dengan tetap tersenyum di depan para tamu.

"Malu. Malu tapi tetap harus terlihat senyum dan happy,” ungkap Eci.

Namun, beban mental itu akhirnya tak sanggup ia tahan. Di tengah acara yang masih berlangsung, Eci pingsan dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Ketika dr. Richard menanyakan penyebabnya, Eci menjawab bahwa mentalnya tertekan.

"Karena belum makan dan juga mungkin stres ya, karena saya ada asam lambung juga," jawab Eci.

Meski suasana pernikahan itu sempat diwarnai dengan kericuhan kecil, Eci bersyukur tamu undangan memahami situasinya.

“Enggak sih (ada yang marah) karena mungkin yang saya invite juga teman-teman dekat. Mereka sudah paham dan mengerti,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa perwakilan dari tim WO Ayu Puspita sempat naik ke panggung untuk memberikan alasan keterlambatan, namun hingga acara selesai, makanan tak kunjung datang.

Akhirnya, pihak keluarga Eci memesan makanan secara online untuk dibagikan kepada para tamu yang hadir agar suasana tidak semakin memanas.

Kisah serupa juga dialami oleh Samuel, korban lain dari WO Ayu Puspita yang menikah di tanggal yang sama dengan Eci namun di lokasi berbeda.

Detik-detik 200 Korban Gerebek Rumah Bos WO Ayu Puspita, Akhirnya Ditangkap Polisi
Detik-detik 200 Korban Gerebek Rumah Bos WO Ayu Puspita, Akhirnya Ditangkap Polisi
Sumber :
  • Istimewa

“Pastinya sih yang paling mengecewakan itu katering, karena dari awal acara sampai akhir enggak ada sama sekali. Termasuk juga pondokan, cuma dua item yang datang dan itu pun enggak sesuai jumlahnya,” kata Samuel.

Menurut Samuel, acara pemberkatan pernikahan berjalan lancar, namun masalah muncul menjelang resepsi malam hari.

"Pas mau memasuki ke resepsi jam tujuh malam, saya dapat kabar makanan belum datang. Alasannya katanya telat 15 sampai 30 menit. Tapi jam 7.30 pun belum datang juga,” ujarnya.

Ia sempat menunda acara resepsi dengan harapan makanan akan segera datang, namun hingga acara dimulai dan pengantin naik ke panggung, kabar dari tim tetap sama, katering tidak kunjung tiba.

“Ya udahlah, kita mulai dulu aja. Enggak enak juga sama tamu,” kenang Samuel.

Namun sepanjang acara, keluhan terus berdatangan dari tamu yang tidak mendapatkan hidangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Samuel menambahkan bahwa ia sempat mencoba menghubungi pihak WO, namun hanya mendapat jawaban tidak pasti.

"Kita sudah mulai, kita ada acara udah udah segala macam, kita di panggung dapat info lagi bahwa sampai sekarang belum datang juga makanannya,” tutup Samuel. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Persiapan Muktamar ke-35 NU Tembus 50 Persen, Gus Ipul: Awalnya Ragu, Kini Optimistis

Persiapan Muktamar ke-35 NU Tembus 50 Persen, Gus Ipul: Awalnya Ragu, Kini Optimistis

Persiapan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, terus dikebut.
5 Liga Top Eropa Segera Bergulir, Ada PSG vs Aston Villa hingga Arsenal vs Manchester City

5 Liga Top Eropa Segera Bergulir, Ada PSG vs Aston Villa hingga Arsenal vs Manchester City

Lima liga top Eropa atau 'Big Five' akan memulai musim 2026/2027 secara bertahap. Catat tanggal dan jam mulainya.
Setelah Viral Menangis di Depan Mentan Amran, Begini Kabar Terbaru Mahasiswa Undip Adriano Padama asal NTT

Setelah Viral Menangis di Depan Mentan Amran, Begini Kabar Terbaru Mahasiswa Undip Adriano Padama asal NTT

Seorang mahasiswa baru Undip Adriano Padama mendadak viral usai berani menyampaikan masalah kelangkaan beras di daerahnya kepada Mentan Andi Amran Sulaiman ...
Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Penyidikan

Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Penyidikan

Polda Metro Jaya meningkatkan kasus tewasnya Karumga eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Sutrimo, dari penyelidikan ke penyidikan.
Kronologi Maling Ketiduran Usai Bobol Rumah di Lampung, Bangun-Bangun Sudah Dikepung Warga

Kronologi Maling Ketiduran Usai Bobol Rumah di Lampung, Bangun-Bangun Sudah Dikepung Warga

Kronologi maling di Pringsewu, Lampung, berinisial IM (21) yang membobol rumah kosong, mengacak-acak isinya, lalu tertidur di kamar hingga dikepung warga.
Puji Kiper Timnas Indonesia, Ini Komentar Pelatih Ajax Usai Pilih Ter Stegen Ketimbang Maarten Paes Lawan PEC Zwolle

Puji Kiper Timnas Indonesia, Ini Komentar Pelatih Ajax Usai Pilih Ter Stegen Ketimbang Maarten Paes Lawan PEC Zwolle

Pelatih Ajax Amsterdam, Michel, akhirnya buka suara soal keputusannya mencadangkan Maarten Paes. Ia memilih memberikan kesempatan kepada Marc-André ter Stegen.

Trending

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Hasil imbang kontra Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026), membuat Timnas Indonesia gagal mengamankan tiket ke semifinal Piala AFF 2026.
Tegas, Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga AS Penuhi Seluruh Syarat

Tegas, Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga AS Penuhi Seluruh Syarat

Hingga Amerika penuhi semua syarat, Iran tidak akan membuka Selat Hormuz, syarat itu termasuk mengakhiri ancaman terhadap Teheran.
Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah

Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah

Aparat dari Polrestabes Bandung bersama Polda Jawa Barat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku.
Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Operasi gabungan BNN, TNI AL, Bea Cukai, Polri, BIN, dan Polda Kepri berhasil menggagalkan penyelundupan 1,3 ton ketamin dari kapal King Sun di Perairan Natuna.
Pelaku Mutilasi di Depok Sempat Bicara Hal Menyeramkan soal Pembunuhan ke Temannya

Pelaku Mutilasi di Depok Sempat Bicara Hal Menyeramkan soal Pembunuhan ke Temannya

Pelaku mutilasi di Depok ternyata sempat berbicara hal menyeramkan soal pembunuhan ke temannya. 
FIFA ASEAN Cup 2026, Panggung Timnas Indonesia Unjuk Identitas

FIFA ASEAN Cup 2026, Panggung Timnas Indonesia Unjuk Identitas

Timnas Indonesia akan kembali bertemu Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026. Pertemuan tersebut berpotensi menjadi pertandingan yang sarat dendam sekaligus unjuk identitas.
Potongan Kaki Korban Mutilasi Depok Belum Ditemukan, Polisi Hadapi Dua Kendala: Titik Pasti Tersangka Membuangnya dan Aliran Air

Potongan Kaki Korban Mutilasi Depok Belum Ditemukan, Polisi Hadapi Dua Kendala: Titik Pasti Tersangka Membuangnya dan Aliran Air

Potongan kaki korban mutilasi Depok belum ditemukan hingga saat ini. Kendalanya, yakni titik pasti di mana tersangka membuangnya dan aliran air.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT